Octaviani Ratna Sari Santoso
Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DAUN TALAS BENENG (STUDI KASUS KELOMPOK TANI TALAS DI KECAMATAN JUMO) Said Bambang Nurcahya; Octaviani Ratna Sari Santoso
Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi - JIMIA
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/jimia.v17i1.674

Abstract

22 Farmer groups in Jumo District, Temanggung Regency are currently shifting to beneng taro cultivation, collectors and buyers who come to receive the best quality dried taro leaves at a price of IDR 20,000 (twenty thousand rupiah). One farmer group consists of 20 - 30 taro farmers with a total garden area of ​​14 hectares. Taro belongs to the tuber family, tubers, stems and leaves can be processed into food, medicine and the leaves can be used as a substitute for tobacco leaves as raw material for cigarettes. The obstacle experienced by farmers in beneng taro cultivation is in determining the selling price, especially for mass sales, in this case the taro leaf harvest can be picked once every three months and can be planned every two weeks, due to the nature of taro which grows and develops throughout the year and not too affected by the season, the farmers in Jumo District, Temanggung Regency make taro as an alternative when the tobacco plant is not in the growing season. In this case the author does community service in helping to determine the selling price and bring together buyers/exporters who receive crops with a contract quantity of 8 tons/month. Of course there were many obstacles at the beginning of this service, for this reason, initially a marketing analysis was carried out, followed by cultivation guidance, and standard equipment/machines for processing taro leaves so that the best quality produced was sold at better prices, access to exporters or even overseas buyers was The main objective of this study, while the methodology used in this study is to use descriptive analysis with the conclusion that the cost of goods manufactured and the break-even price are the main factors in determining the selling price and determining the profits of all members of the taro beneng farmer group.
Peningkatan Literasi Digital dan Literasi Keuangan Digital melalui Aplikasi Pencatatan laporan Keuangan Digital: SMART untuk UMKM Anak Berkebutuhan Khusus di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Sylviana Maya Damayanti; Arry Akhmad Arman; Arinda Mentari Putri; Octaviani Ratna Sari Santoso
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 01 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i01.3882

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.