Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TEKNOLOGI BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN Trichoderma sp. DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PASIR DI DESA MRAWAN-JEMBER Ankardiansyah Pandu Pradana; Deviana Fitria Astuti; Ilham Kurniawan; Ana Putri Lestari; Damaita Afriana Hartanti Br Regar; Tifana Fairus Nabillah Istiqomah; Deril Indana Damayanti; Agung Triyahya Putra; Berlian Lanny Dellasyah; Mukhammad Ibadhus Sholikhin; Aliyatun Niswah; Ali Wafa; Sigit Prastowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14144

Abstract

ABSTRAKDesa Mrawan yang terletak di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember memiliki lahan pertanian mencapai ± 1.145 ha yang menjadi salah satu desa penopang ketahanan pangan. Potensi pertanian di Desa Mrawan cukup besar dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan meliputi tanaman padi, jagung, dan kacang-kacangan. Hasil produktivitas tanaman budidaya di Kabupaten Jember mencapai 6-8 ton per ha, akan tetapi di Desa Mrawan rata-rata hanya mencapai 3,5 sampai dengan 4 ton per ha. Adapun permasalahan disebabkan oleh degradasi lahan yang mengakibatkan rusaknya struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Selain itu permasalahan lainnya yaitu serangan hama dan penyakit pada tanaman budidaya. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penyuluhan mengenai bioremediasi lahan menggunakan bahan organik yang dikombinasikan dengan Trichoderma sp sebagai agens bioremediasi. Metode yang digunakan meliputi seminar, ceramah, dan praktik. Hasil kegiatan ini adalah petani memiliki keterampilan dalam produksi pupuk organik dan teknologi bioremediasi. Kata kunci: bioremediasi; penyuluhan; Trichoderma sp ABSTRACTThe village of Mrawan, situated in Mayang Sub-district, Jember Regency, boasts an agricultural expanse of roughly 1145 ha, thus serving as one of the key villages supporting food security. The agricultural potential of Mrawan Village is notably vast, encompassing a range of crops such as rice, corn, and legumes. While the productivity of cultivated crops in Jember Regency amounts to 6-8 tons per ha, Mrawan Village's yield is merely an average of 3.5 to 4 tons per ha, largely due to land degradation that has led to the physical, chemical, and biological degradation of the soil structure. Furthermore, pest attacks and crop diseases pose additional challenges. Consequently, to address these concerns, education on land bioremediation utilizing organic materials in conjunction with Trichoderma sp as a bioremediation agent was conducted through a range of methods including seminars, lectures, and practical exercises. As a result of this initiative, farmers have gained competencies in the production of organic fertilizers and bioremediation technology. Keywords: bioremediation; extension; Trichoderma sp.
Pengelolaan limbah kotoran sapi menggunakan bed vermicompost dan earthworm separator guna meningkatkan keberlanjutan usaha peternak di Desa Babatan – Jember Deviana Fitria Astuti; Damaita Afriana Br Regar; Dyah Retno Anggraini; Indah Setyowati; Raisa Wahyu Nuraini; Ankardiansyah Pandu Pradana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26687

Abstract

Abstrak Kelompok Peternak Inovatif dan Maju (PETINJU) di Desa Babatan Kabupaten Jember menghasilkan 1 ton kotoran sapi setiap bulan. Limbah tersebut belum dikelola dan cenderung berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Program implementasi IPTEK yang dilaksanakan bertujuan untuk mengelola limbah sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha kelompok PETINJU. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berurutan. Pelaksanaan program diawali dengan pemantapan aktivitas, lalu diikuti dengan edukasi dan implementasi bed vermicompost serta earthworm separator, dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Program ini berhasil menerapkan inovasi pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos. Sebanyak 85% kotoran sapi pada kelompok PETINJU berhasil dikelola setiap bulannya. Berdasarkan uji t terhadap self asessment mitra, diketahui nilai p yang sangat kecil, yaitu 1,38×10-7 untuk pengetahuan, 2,47×10-4 untuk keterampilan, dan 1,36×10-6 untuk motivasi mitra, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ketiga aspek tersebut setelah pelatihan. Hasil analisis SWOT juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos memiliki peluang keberlanjutan yang tinggi. Kelompok PETINJU berpotensi memperoleh peluang ekonomi baru dalam hal penjualan produk vermikompos. Pada lain sisi, pengelolaan limbah akan meningkatkan sanitasi kandang yang berimplikasi pada peningkatan keuntungan dari usaha ternak. Program ini berhasil memberikan dampak pengurangan limbah sekaligus meningkatkan potensi ekonomi kelompok PETINJU. Kata kunci: cacing; ekonomi; lingkungan; profit; vermikompos. AbstractThe Innovative and Advanced Livestock Farmers Group (PETINJU) in Babatan Village, Jember Regency, produces approximately 1 ton of cow dung monthly, which, if improperly managed, poses significant environmental and health risks. To address these challenges and enhance the sustainability of PETINJU's operations, a technology implementation program was executed. This program comprised four key stages: activity organization, group education, application of specialized composting beds and earthworm separators, and outcome evaluation. The program effectively converted approximately 85% of the monthly cow dung into valuable vermicompost. Post-training evaluations demonstrated significant improvements in the participants' knowledge, skills, and motivation, as confirmed by t-test results: knowledge (p-value = 1.38×10⁻⁷), skills (p-value = 2.47×10⁻⁴), and motivation (p-value = 1.36×10⁻⁶), indicating substantial enhancement in these domains. Furthermore, the analysis underscored the long-term viability of cow dung conversion into vermicompost as a sustainable practice. The sale of vermicompost presents a lucrative opportunity for PETINJU, while improved waste management practices contribute to enhanced livestock pen hygiene and increased profitability. In conclusion, this program not only mitigated waste management issues but also significantly augmented PETINJU's economic potential, yielding benefits for both the cooperative and the environment. Keywords: earthworms; economics; environment; profit; vermicompost.
Pemberdayaan masyarakat Desa Jenggawah dalam meningkatkan kualitas pakan ternak kambing melalui fermentasi Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya; Roni Yulianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29963

Abstract

Abstrak Peternak kambing di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember masih mengandalkan pakan konvensional tanpa pengolahan khusus, sehingga rendahnya kecernaan dan nilai gizi pakan menjadi masalah yang berdampak pada produktivitas ternak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peternak melalui penerapan teknologi fermentasi pakan ternak kambing untuk menghasilkan pakan yang lebih bernutrisi dan efisien. Program pengabdian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan pendekatan pelatihan di lapangan. Metode ini dilakukan melalui sosialisasi teori dan demonstrasi langsung teknik fermentasi, yang terdiri atas penyiapan bahan, pencacahan, pencampuran dengan inokulan bakteri asam laktat, dan penyimpanan produk dalam ruang kedap udara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis dengan uji T untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan teknologi ini. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pada skor pengetahuan (2,0 menjadi 8,0, t = –17,75; p = 5,39×10⁻¹¹), keterampilan (2,0 menjadi 8,0, t = –16,02; p = 3,99×10⁻¹⁰), dan motivasi (4,0 menjadi 7,93, t = –14,63; p = 1,72×10⁻⁹). Program ini berhasil diimplementasikan dan membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat mitra. Kata kunci: bakteri asam laktat; gizi; hijauan; kecernaan; silase. AbstractGoat farmers in Jenggawah Village, Jember Regency, continue to rely on conventional feed without specialized processing, resulting in low digestibility and nutritional value, which negatively affects livestock productivity. This community service program aimed to enhance farmers' knowledge, skills, and motivation by introducing fermented feed technology for goat farming, thereby producing more nutritious and efficient feed. The program was implemented from September to October 2025 using a field-based training approach. The methodology included theoretical dissemination and hands-on demonstrations of feed fermentation techniques, covering material preparation, chopping, mixing with lactic acid bacteria inoculants, and storing the product in an airtight environment. Data were collected through pre- and post-training questionnaires and analyzed using a t-test to assess improvements in knowledge, skills, and motivation. Additionally, a SWOT analysis was conducted to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with the adoption of this technology. The results demonstrated a significant increase in knowledge scores (from 2.0 to 8.0, t = –17.75; p = 5.39×10⁻¹¹), skills (from 2.0 to 8.0, t = –16.02; p = 3.99×10⁻¹⁰), and motivation (from 4.0 to 7.93, t = –14.63; p = 1.72×10⁻⁹). The program was successfully implemented and had a positive impact on the partner community, contributing to the improved efficiency and sustainability of goat farming practices. Keywords: digestibility; forage; lactic acid bacteria; nutrition; silage.
Peningkatan keterampilan petani dalam produksi pupuk organik dan pestisida nabati di Desa Jenggawah Kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26742

Abstract

Abstrak Desa Jenggawah di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi dan palawija. Namun, petani di daerah ini menghadapi tantangan berupa kesulitan mendapatkan pupuk dan serangan hama serangga yang sering mengganggu produksi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada petani di Kelompok Tani Mulyo, Desa Jenggawah, agar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dari bahan alami. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dan motivasi peserta. Berdasarkan uji T, ditemukan perbedaan signifikan dalam keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati, yang diharapkan dapat membantu mereka menghadapi tantangan produksi dan meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang. Kata kunci: fermentasi; limbah; motivasi; penyuluhan; praktik AbstractJenggawah Village in Jember Regency, East Java Province, is known as one of the key centers for rice and secondary crop production. However, farmers in this region face challenges such as difficulty in accessing fertilizers and frequent insect pest infestations that disrupt agricultural production. This community service program aims to provide training to the Mulyo Farmers Group in Jenggawah Village, enabling them to independently produce organic fertilizers and botanical pesticides. The program is implemented through education, training, and hands-on field practice, where participants are taught to produce solid and liquid organic fertilizers using materials such as livestock manure, fruit waste, and neem and papaya leaves for the production of botanical pesticides. The results of the training showed a significant improvement in the participants' skills and motivation. Based on the T-test, a significant difference was found in the participants' skills before and after the training. This program successfully enhanced the farmers' ability to produce organic fertilizers and botanical pesticides, which is expected to help them address production challenges and improve agricultural yields in the future. Keywords: fermentation; waste; motivation; extension; practice