Dewi Kartika Tjong
STBA Persahabatan Internasional Asia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRASTIF KATA PENGHUBUNG PERTENTANGAN DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MANDARIN Dewi Kartika Tjong; Sinar Anwar; Anthony Hualangi; Tiurmaya Agustina; Anita Anita
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.414-431

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata penghubung pertentangan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis kontrastif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 3 buah buku bahasa Indonesia dan 3 buah buku bahasa Mandarin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kata penghubung pertentangan bahasa Indonesia “tetapi” dengan bahasa Mandarin “que” terdapat 11 persamaan dan 4 perbedaan, sedangkan kata penghubung “namun” dengan “buguo”terdapat 12 persamaan dan 8 perbedaan. 
PERBANDINGAN KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN Diana Diana; Dewi Kartika Tjong; Anthony Hualangi; Sinar Anwar; Tiurmaya Agustina
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.545-558

Abstract

Kalimat tanya merupakan kalimat dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam tahap pembelajaran bahasa asing. Jika para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan kalimat tanya dengan baik dan benar, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi yang lebih luas. Kalimat tanya dalam setiap bahasa tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor keuniversalan dan keunikan bahasa, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen penelitan adalah 4 (empat) buku yaitu 2 buku berbahasa mandarin dan 2 buku berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) persamaan dan 9 (sembilan) perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin berdasarkan jenis dan struktur kalimatnya.
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA KETERANGAN “YIRAN” DAN “RENGRAN” PADA MAHASISWA SEMESTER VI T.A 2021/2022 DI STBA PIA MEDAN Dewi Kartika Tjong
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i2.267- 280

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis serta faktor-faktor penyebab kesalahan penggunaan kata keterangan “yiran” dan “rengran” pada mahasiswa semester VI T.A 2021/2022 di STBA PIA Medan. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan 30 orang siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik elisitasi untuk menjawab rumusan masalah pertama mengenai jenis-jenis kesalahan dan teknik wawancara untuk menjawab rumusan masalah kedua yaitu mengenai faktor-faktor penyebab kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan penambahan kata sebanyak 6 kali, kesalahan penghilangan kata sebanyak 3 kali, kesalahan pemilihan kata sebanyak 10 kali, dan kesalahan pengurutan kata sebanyak 3 kali. Adapun faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam menggunakan kata keterangan “yiran” dan “rengran” disebabkan oleh faktor interlingual (karena pengaruh negatif dari penguasaan bahasa ibu terhadap pembelajaran bahasa Mandarin) sebanyak 6 orang dan faktor intralingual (karena tidak menguasai kaidah atau aturan penggunaan kata keterangan “yiran” dan “rengran”) sebanyak 16 orang.  ABSTRACTThis research aims to explain the types and factors that cause errors in the use of the adverbs "yiran" and "rengran" among students in the sixth semester of VI 2021/2022 at STBA PIA Medan. Researchers used a qualitative descriptive research design with 30 students as research subjects. The data collection technique used is an elicitation technique to answer the first problem formulation regarding types of errors and an interview technique to answer the second problem formulation, namely regarding the factors that cause errors. The results of the research showed that there were 6 errors in adding words, 3 errors in deleting words, 10 errors in word selection, and 3 errors in word ordering. The factors that cause errors in using the adverbs "yiran" and "rengran" are caused by interlingual factors (due to the negative influence of mastering the mother tongue on learning Mandarin) as many as 6 people and intralingual factors (due to not mastering the rules or rules for using adverbs " yiran” and “rengran”) as many as 16 people.