Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata penghubung pertentangan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis kontrastif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 3 buah buku bahasa Indonesia dan 3 buah buku bahasa Mandarin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kata penghubung pertentangan bahasa Indonesia “tetapi” dengan bahasa Mandarin “que” terdapat 11 persamaan dan 4 perbedaan, sedangkan kata penghubung “namun” dengan “buguo”terdapat 12 persamaan dan 8 perbedaan.
Copyrights © 2026