Tiurmaya Agustina
STBA Persahabatan Internasional Asia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE EFFECT OF STORYTELLING STRATEGY ON STUDENT’S READING COMPREHENSION AT SIXTH GRADES OF BUDDHIST MANJUSRI PRIMARY SCHOOL Tiurmaya Agustina; Fitriany Fitriany; Theressa Fang
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i2.305-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi bercerita (mendongeng) terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa di kelas enam Sekolah Dasar Buddhist Manjusri. Mendongeng sering digunakan oleh guru dan mendongeng merupakan salah satu strategi yang baik dalam proses belajar mengajar terutama dalam pengajaran membaca karena mendongeng itu menyenangkan, menarik, dapat mengembangkan imajinasi siswa dan juga dapat membuat siswa lebih mudah memahami teks atau cerita. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Pre-experimental design dengan One group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian ini adalah VI sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 24 siswa: 15 laki-laki dan 9 perempuan. Instrumen dikumpulkan dengan menggunakan tes (pre-test dan post-test). Bentuk tesnya adalah pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Setelah memberikan pre-test kepada siswa, peneliti memberikan perlakuan dan langkah-langkah dalam proes belajar mengajar adalah: (1) peneliti membagi cerita teks narrative kepada seluruh siswa; (2) peneliti bercerita dengan menggunakan gestur, nada suara dan gerakan dalam teks atau cerita; (3) setelah bercerita, peneliti meminta siswa untuk menuliskan beberapa pertanyaan; (4) peneliti memberikan waktu 15-20 menit kepada siswa untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebangkunya dan menjawab pertanyaan, kemudia peneliti memilih siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan. Setelah memberikan perlakuan, peneliti memberikan post-test. Peneliti menggunakan t_test untuk menganalisis hasil yang diperoleh siswa. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak atau dapat dikatakan ada pengaruh strategi bercerita (mendongeng) terhadap pemahaman membaca siswa kelas enam Sekolah Dasar Buddhist Manjusri. Ini terbukti oleh hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 25.44 dan nilai t_tabel dari derajat bebas (df) dari signifikansi 0,05 adalah 2.064. artinya nilai t_hitung lebih tinggi dari nilai t_tabel. 
KONTRASTIF KATA PENGHUBUNG PERTENTANGAN DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MANDARIN Dewi Kartika Tjong; Sinar Anwar; Anthony Hualangi; Tiurmaya Agustina; Anita Anita
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.414-431

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata penghubung pertentangan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis kontrastif. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 3 buah buku bahasa Indonesia dan 3 buah buku bahasa Mandarin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kata penghubung pertentangan bahasa Indonesia “tetapi” dengan bahasa Mandarin “que” terdapat 11 persamaan dan 4 perbedaan, sedangkan kata penghubung “namun” dengan “buguo”terdapat 12 persamaan dan 8 perbedaan. 
PERBANDINGAN KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN Diana Diana; Dewi Kartika Tjong; Anthony Hualangi; Sinar Anwar; Tiurmaya Agustina
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.545-558

Abstract

Kalimat tanya merupakan kalimat dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam tahap pembelajaran bahasa asing. Jika para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan kalimat tanya dengan baik dan benar, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi yang lebih luas. Kalimat tanya dalam setiap bahasa tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor keuniversalan dan keunikan bahasa, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen penelitan adalah 4 (empat) buku yaitu 2 buku berbahasa mandarin dan 2 buku berbahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) persamaan dan 9 (sembilan) perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin berdasarkan jenis dan struktur kalimatnya.
THE EFFECT OF STORYTELLING STRATEGY ON STUDENT’S READING COMPREHENSION AT SIXTH GRADES OF BUDDHIST MANJUSRI PRIMARY SCHOOL Tiurmaya Agustina; Fitriany Fitriany; Theressa Fang
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2023): LINGUISTIK: jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i2.305-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi bercerita (mendongeng) terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa di kelas enam Sekolah Dasar Buddhist Manjusri. Mendongeng sering digunakan oleh guru dan mendongeng merupakan salah satu strategi yang baik dalam proses belajar mengajar terutama dalam pengajaran membaca karena mendongeng itu menyenangkan, menarik, dapat mengembangkan imajinasi siswa dan juga dapat membuat siswa lebih mudah memahami teks atau cerita. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Pre-experimental design dengan One group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian ini adalah VI sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 24 siswa: 15 laki-laki dan 9 perempuan. Instrumen dikumpulkan dengan menggunakan tes (pre-test dan post-test). Bentuk tesnya adalah pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Setelah memberikan pre-test kepada siswa, peneliti memberikan perlakuan dan langkah-langkah dalam proes belajar mengajar adalah: (1) peneliti membagi cerita teks narrative kepada seluruh siswa; (2) peneliti bercerita dengan menggunakan gestur, nada suara dan gerakan dalam teks atau cerita; (3) setelah bercerita, peneliti meminta siswa untuk menuliskan beberapa pertanyaan; (4) peneliti memberikan waktu 15-20 menit kepada siswa untuk mendiskusikan jawabannya dengan teman sebangkunya dan menjawab pertanyaan, kemudia peneliti memilih siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan. Setelah memberikan perlakuan, peneliti memberikan post-test. Peneliti menggunakan t_test untuk menganalisis hasil yang diperoleh siswa. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak atau dapat dikatakan ada pengaruh strategi bercerita (mendongeng) terhadap pemahaman membaca siswa kelas enam Sekolah Dasar Buddhist Manjusri. Ini terbukti oleh hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 25.44 dan nilai t_tabel dari derajat bebas (df) dari signifikansi 0,05 adalah 2.064. artinya nilai t_hitung lebih tinggi dari nilai t_tabel. 
TRANSFERRED EPITHET IN TELL-ALL BY CHUCK PALAHNIUK AND CAN YOU KEEP A SECTRET BY SHOPIIE KINSELLA Tiurmaya Agustina
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i2.452-460

Abstract

ABSTRACT Transferred Epithet In Tell-All By Chuck Palahniuk And Can You Keep A Secret By Sophie Kinsella.This thesis focused on the usage of figurative speech, especially on transferred epithet, inside two novels with a completely different genre. Specifically, this research analyzes how epithet is transferred in the sentences inside the two novels.Here, there was also a discussion on why transferred epithet is used inside a novel. And at the same time, a discussion on why a romance novel uses more transferred epithet than a mystery novel also happened.The research finding indicates that epithet is transferred in two ways; from the animate to the inanimate and from the animate into the inanimate which still belong/related to the animate. Also, just like the function of transferred epithet, as one of the many existing figurative speeches, these authors too uses transferred epithet to afford imaginative pleasure in which at the same time also adds emotional intensity to the reader. ABSTRAKJulukan yang Ditransfer Dalam Tell-All Oleh Chuck Palahniuk Dan Bisakah Anda Menyimpan Rahasia Oleh Sophie Kinsella.Tesis ini berfokus pada penggunaan ucapan kiasan, terutama pada julukan yang ditransfer, di dalam dua novel dengan genre yang sama sekali berbeda. Secara khusus, penelitian ini menganalisis bagaimana julukan ditransfer dalam kalimat di dalam dua novel.Di sini, ada juga diskusi tentang mengapa julukan yang ditransfer digunakan di dalam novel. Dan pada saat yang sama, diskusi tentang mengapa novel roman menggunakan julukan yang lebih ditransfer daripada novel misteri juga terjadi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa julukan ditransfer dalam dua cara; dari yang hidup ke yang mati dan dari yang hidup ke yang mati yang masih milik/terkait dengan yang bernyawa. Juga, seperti fungsi julukan yang ditransfer, sebagai salah satu dari banyak pidato kiasan yang ada, para penulis ini juga menggunakan julukan yang ditransfer untuk memberikan kesenangan imajinatif di mana pada saat yang sama juga menambah intensitas emosional kepada pembaca.