Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Artificial Intelligence (AI) Solutions In English Language Teaching: Teachers-Students Perceptions And Experiences Wira Jaya Hartono; Nurfitri Nurfitri; Ridwan Ridwan; Emanuel B S Kase; Floribertha Lake; Rony Sandra Y. Zebua
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3101

Abstract

This literature research article explores the perceptions and experiences of teachers and students regarding Artificial Intelligence (AI) solutions in English language teaching. With the rapid advancements in AI technologies, there is a growing interest in leveraging these tools to enhance language learning experiences. Understanding the perspectives of teachers and students is crucial for successful implementation and to harness the potential benefits of AI in the field of English language education. The study adopts a mixed-methods research approach, incorporating both quantitative and qualitative methods. A survey was conducted to gather quantitative data on participants' attitudes, beliefs, and experiences related to AI integration. Additionally, in-depth interviews and focus group discussions were conducted to obtain qualitative insights and delve into participants' perceptions and challenges. The findings of the study reveal positive attitudes towards AI solutions in English language teaching, with participants highlighting the effectiveness of AI technologies in improving language skills and providing personalized instruction. The adaptive nature of AI tools was valued for its ability to cater to individual needs and offer immediate feedback. However, concerns were raised regarding technological readiness and the need for training and support in effectively utilizing AI solutions. These findings have implications for educators, policymakers, and curriculum developers, highlighting the need for technological readiness, teacher training, and support in implementing AI solutions effectively. By embracing the potential of AI while preserving the human element, English language teaching can benefit from personalized and adaptive learning experiences.
Digitalisasi Layanan Publik Desa Hansisi melalui Implementasi Website Terpadu Ign. Pricher A. N. Samane; Alfry Aristo Jansen Sinlae; Emanuel Jando; Yakobus Rega Badhe; Maria Mechtildis Elu; Floribertha Lake
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, menghadapi permasalahan keterbatasan akses informasi publik, rendahnya efisiensi pelayanan administrasi, serta belum optimalnya promosi potensi desa akibat ketiadaan media digital resmi. Informasi desa masih disampaikan secara konvensional melalui papan pengumuman dan pertemuan tatap muka, sehingga jangkauannya terbatas dan tidak terdokumentasi secara sistematis. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah implementasi website desa terpadu sebagai media informasi publik, pelayanan administrasi berbasis digital, serta sarana promosi potensi lokal desa. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif serta model pengembangan sistem waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui survei awal, pengembangan website berbasis WordPress, pelatihan pengelolaan konten kepada perangkat desa, serta pendampingan penggunaan sistem. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta observasi pemanfaatan website. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas mitra. Literasi digital perangkat desa meningkat dari 30% menjadi 82%, akses informasi masyarakat meningkat dari 40% menjadi 85%, dan efisiensi pelayanan administrasi meningkat dari 35% menjadi 80%. Website desa berfungsi sebagai pusat informasi terpadu, media transparansi pemerintahan, serta sarana promosi potensi UMKM dan pariwisata lokal. Dengan demikian, implementasi website desa terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital