Aris Ardiyanto
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakter Animasi Alfin Lestaluhu dengan Metode Design Thinking Aris Ardiyanto; Anung Rachman; Rendya Adi Kurniawan
Jurnal Desain Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i3.13175

Abstract

Desa Tulehu seakan tidak kehabisan bintang untuk menghasilkan bibit muda berbakat dalam hal sepak bola. Sudah menjadi hal yang lumrah jika pemain sepak bola di timnas sepak bola Indonesia sering ada nama-nama dari Tulehu. Dari banyak nama yang muncul dan bersinar menjadi bintang, namun ada kisah haru dan mengagumkan dalam garuda muda, seorang pemuda berbakat yang berasal dari tulehu bernama Alfin Lestaluhu harus terhenti karir sepak bolanya akibat penyakit yang ia derita, serta menutup harapan untuk melanjutkan ikut kejuaraan karena sang pencipta memanggilnya lebih cepat. Dari kisah ini terbenak sebuah ide untuk membuat karakter animasi dari Alfin Lestaluhu, sebagai bentuk apresiasi kepada apa yang ia telah capai bersama timnas sepak bola indonesia. Perancangan karakter animasi ini dilakukan dengan menggunakan metode design thinking, sehingga ada 5 tahapan yang dilalui antara lain empathise, define, ideate, protype, test. Setelah itu barulah didapatkan hasil bagian-bagian yang terpisah dari karakter set Alfin Lestaluhu yang siap untuk dianimasikan.
Komparasi Elemen Visual Desain Starting XI Persebaya Surabaya dengan Manchester United Musim Kompetisi 2022/2023 Aris Ardiyanto; Isnawati Muslihah
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v7i1.6143

Abstract

Musim kompetisi 2022/2023, Persebaya Surabaya memiliki desain Starting XI yang mirip dengan Manchester United, menarik perhatian warganet di Twitter melalui unggahan akun @idextratime. Hal ini berpotensi merusak citra klub Persebaya. Penelitian ini bertujuan memahami elemen desain melalui analisis visual serta mengevaluasi elemen visual desain Starting XI Persebaya melalui studi komparasi. Metode kualitatif digunakan untuk menjabarkan hasil analisis dan studi komparasi, dengan teori dari Miles dan Huberman, serta elemen visual dari buku Timothy Samara seperti form+space, warna, tipografi, gambar, dan layout. Hasil analisis menunjukkan persamaan dan perbedaan elemen visual kedua klub. Persamaan menunjukkan desain Persebaya memang mirip dengan Manchester United, sedangkan perbedaannya ada pada detail kecil. Memahami persamaan dan perbedaan ini diharapkan membantu desainer grafis lebih bijak menggunakan referensi visual, serta mendorong penelitian lanjutan dengan sudut pandang berbeda.