Anshar Haryasakti, Anshar
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PERANCIS, SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Haryasakti, Anshar
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) pada tingkat kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Perancis Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pertambahan berat rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm yaitu sebesar 10.870 gr, kedalaman 150 cm yaitu sebesar 9.240 gr, dan terkecil diperoleh pada kedalaman 200 cm sebesar 7.724 gr.
Efektivitas Bakteri Fotosintetik Rhobac dalam Meningkatkan Kualitas Air pada Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Haryasakti, Anshar; Rudiyanto, Rudiyanto; Kaharuddin, Kaharuddin; Wahyudi, Muhammad Hirwan
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i1.610

Abstract

Budidaya ikan lele dalam kolam terpal menghadapi tantangan utama dalam pengelolaan kualitas air, terutama akibat akumulasi senyawa toksik seperti amonia, nitrit, dan limbah organik. Salah satu pendekatan ramah lingkungan yang potensial untuk mengatasi permasalahan ini adalah penggunaan bakteri fotosintetik (PSB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bakteri fotosintetik Rhobac dalam meningkatkan kualitas air pada sistem budidaya ikan lele di kolam terpal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu kolam A yang diberi kultur bakteri PSB dan kolam B tanpa perlakuan bakteri. Parameter yang diamati mencakup amonia, nitrat, nitrit, oksigen terlarut, dan hidrogen sulfida, dengan pengukuran dilakukan di awal dan akhir masa budidaya selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam dengan perlakuan PSB mengalami penurunan kadar amonia dari 0,05 mg/L menjadi 0,03 mg/L, sementara kadar nitrat meningkat sebagai indikasi proses nitrifikasi aktif. Kualitas air di kolam PSB tetap berada dalam batas aman dan mendukung pertumbuhan ikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan PSB efektif dalam memperbaiki kualitas air dan mendukung budidaya ikan lele secara lebih berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Campuran Alga, Ceker Ayam, dan Kotoran Ayam Sebagai Pakan Terhadap Pertumbuhan Rotifera (Brachionus plicatilis) Haryasakti, Anshar
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 2 Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan menggunakan alga, ceker ayam, dan kotoran terhadap pertumbuhan rotifera (Brachionus plicatilis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan analisis rancangan acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 perlakuan media dan disimbolkan dengan huruf A, B, C, masing-masing perlakuan mempunyai 4 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Adapun perlakuannya adalah untuk perlakuan A = Alga (Chlorella sp.), perlakuan B = Alga (Chlorella sp.) + ceker ayam 2 gram / 20 L, sedangkan C = Alga (Chlorella sp.) + kotoran ayam 2 gram/ 20L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laju pertumbuhan pada populasi B. plicatilis tertinggi terdapat pada perlakuan media B4 sebesar 23,6 ind/ml pada hari ke-6, sedangkan terendah pada media A1 sebesar 9,15 individu/ml. Tingkat pertambahan populasi yang paling tinggi adalah pada perlakuan B yaitu 368%, sedangkan tingkat pertambahan populasi yang paling rendah adalah pada perlakuan C yaitu 241%.
Hubungan Laju Pertumbuhan Harian Kappaphycus alvarezii pada Tingkat Kedalaman yang Berbeda di Teluk Perancis Sangatta Kutai Timur Kaltim Haryasakti, Anshar
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i2.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan laju pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezii pada tingkat kedalaman yang berbeda (100, 150,200 cm). Data yang diperoleh dianalisa dengan persamaan regresi dan koefiseien determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 100 cm diperoleh laju pertumbuhan terbaik (2,5%) kemudian 150 cm (2,43%)d dan 200 cm (1,93%). Berdasarkan analisa regresi diperoleh hubungan yang erat antara kedalaman dan laju pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezzi (r = 0,92) sedanagkan R2 = 0,84, hal ini menunjukkan bahwa 84% laju pertumbuhan harian Kappaphycus alvarezii dipengaruhi oleh faktor perbedaan kedalam dan 16% dipengaruhi oleh faktor lain
Pengaruh Salinitas Terhadap Perkembangan Larva (PL1-Pl7) Udang Windu (Penaeus monodon Fab) Lokal Di UPTD Balai Benih Sentra Air Payau dan Air Laut Manggar Kota Balikpapan Ardi S, Muhamad; Haryasakti, Anshar; Rudiyanto, Rudiyanto
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 1 Juni 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v2i1.66

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap perkembangan Post larva PL1 – PL7Udang Windu lokal (Penaeus monodon Fab) di UPTD SAPAL Manggar Balikpapan, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5 % dan 1 %, perlakuan salinitas yang diuji adalah 15 ‰, 20 ‰, 25 ‰, 30‰, dan 35 ‰. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media bersalinitas 30 ‰ memberikan hasil tertinggi dengan rata-rata presentase kelangsungan hidup sebesar 55,33 %, diikuti perlakuan 25 ‰ sebesar 36,89 %, menyusul perlakuan 35 ‰ yaitu 16,56 %, kemudian perlakuan 20 ‰ sebesar 15 % dan yang paling terendah terjadi pada perlakuan 15 ‰ yaitu sebesar 2,78 %. Keragaman larva yang diperoleh menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata.Dari hasil tersebut, berarti bahwa tinggi rendahnya salinitas memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan larva udang windu (Penaeus monodon Fab).
Kandungan Bakteri Sulfur Pada Tekstur Tanah Tambak Sungai Bendera Dusun Kenyamukan Desa Sangatta Utara Supiarni, Supiarni; Haryasakti, Anshar; Azhar, Moh Saiful
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v3i1.85

Abstract

The research was conducted in March-April 2014, at third ponds in the Bendera River, North Sangatta Village, This research used descriptive method, samples were analyzed in the Labratory of Fisheries and Marine Science of Mulawarman University ad identify relationship between variabel data was obtained regression analysis with SPSS software of descriptive analysis presented in the form of tabels and graphs. The research result was indentified total populations of sulfur bacterial colonies obtained at first station ranges form 4,35 x 104 log CFU/g to 6,98 x 106 log CFU/g samples with an average 6,51 x 106 log CFU/g samples with percentage of 42% silt, 20% clay, and 38% sand, then second ranges station from 5,58 x 105 log CFU/g to 7,50 x 107 log CFU/g samples with an average 7,21 x 107 log CFU/g samples with percentage of 31% silt, 13% clay, dan 56% sand, then the third station ranges from 4,70 x 104 log CFU/g to 5,91 x 107 log CFU/g samples with an average 5,52 x 107 log CFU/g samples with percentage 40% silt, 9% clay, dan 51% sand. The relationship between sulfur bacteria of dust partitions of anova was linearity meants there was influenced significant between sulfur bacteria with soil texture, moreove the clay and sand partitions not significant meants regression model did not criteria of linearity.
Frekuensi dan Sebaran Teripang (Holothuridea) pada Berbagai Mikrohabitat di Pantai Teluk Lombok Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur Haryasakti, Anshar
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi Teripang di Pantai Teluk Lombok. Metode pengambilan data yang digunakan adalah transek kwadran yang berukuran 1 x 1 m yang dipasang secara zig – zag dengan jarak tiap transek 10 m. Teripang yang ditemukan selama penelitian berjumlah 88 ekor yang terdiri dari 3 famili dan terbagi dalam 8 jenis. Jenis teripang yang ditemukan di pantai Teluk Lombok ini dapat digolongkan ke dalam ordo Aspidocchirotida. Frekuensi kehadiran teripang tertinggi pada stasiun I yaitu 70 % jenis Holothuria scabra kemudian Ophedesoma sp sebesar 50 %, disusul Actinopyga miliaris sebesar 40 % selanjutnya H. vagabunda dan stichopus variegates masing - masing 10%. Teripang yang mendominasi di Pantai Teluk Lombok adalah dari Kelas Holothuridea (Holothuria scabra, H. atra, Actinopyga miliaris, H. lescopilota).
Pemanfaatan Fentin Asetat di Tambak Sebagai Moluksida Trisipan (Telescopium telescopium) Haryasakti, Anshar; Kaharuddin, Kaharuddin
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v6i2.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fentin asetat 60% dengan bahan aktif fonten asetat merupakan senyawa kimia pemberantas komunitas moluska yang merupakan hama pada budidaya sistem tambak. Salah satu spesies dari komunitas moluska adalah Telescopium telescopium yang mampu berkembang dengan pesat pada media tambak yang tinggi bahan organik dan menjadi pesaing bagi organisme yang berfungsi sebagai pengurai dan penyedia pakan alami dalam kolom perairan.Melihat peruntukan dari fentin asetat untuk menekan perkembangan populasi trisipan, maka penelitian ini fokus untuk mengetahui konsentrasi yang terbaik dan melihat respon fisikologis pada tiap perlakuan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam ANOVA Hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan ada hubungan signifikan antara Telescopium telescopium dengan dosis fentin asetat 60%. Berdasarkan perbandingan rata-rata lama waktu perendaman dengan dosis fentin asetat 4 ppm, 6 ppm, dan 8 ppm, disimpulkan bahwa dosis 8 ppm mampu mengontrol populasi hama Telescopium telescopium paling efisien.
Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Kandungan Protein Pada Pakan Komersial Haryasakti, Anshar; Imanuddin, Imanuddin; Wahyudi, Muhammad Hirwan
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap kandungan nutrisi (Protein) pakan komersial. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan September 2017 selama 3 bulan bertempat di Laboratorium Akuakultur Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur dan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel yang digunakan ada 4 perlakuan yaitu 0 ml, 6 ml, 7 ml, dan 8 ml dosis EM4 dalam setiap kilogram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 7 ml kg-1 pakan memberikan nilai yang tertinggi (10,14%), kemudian secara berturut-turut dosis 8 ml kg-1 pakan (9,79%), dosis 6 ml kg-1 pakan (6,30%) dan yang terendah adalah dosis 0 ml kg-1 pakan (6,11%).
Pengaruh Warna Cahaya Lampu Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Pada Set Net di Perairan Teluk Ka’ba Rudiyanto, Rudiyanto; Haryasakti, Anshar
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil alat tangkap belat yang dilengkapi dengan cahaya lampu dan dengan yang tidak ada cahaya lampu sebagai pemikat dan mengetahui efektifitas perbedaan jenis warna lampu terhadap jenis dan jumlah tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April Tahun 2020 di perairan Teluk Kaba, Desa Sangkima Lama Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur, dengan pengambilan data secara in situ. Penelitian ini menggunakan metode uji coba (Experimental fishing), dengan melakukan uji coba menggunakan tiga perlakuan yaitu : membandingkan antara hasil tangkapan belat yang umum dilakukan oleh masyarakat setempat sebanyak 18 trip dengan pengambilan data primer dilakukan 2 kali dalam seminggu, selama 3 minggu. Untuk mengetahui adanya pengaruh hasil tangkapan maka dilakukan uji-t. Jumlah hasil tangkapan yang paling efektif yaitu belat yang menggunakan cahaya berwarna merah dengan total hasil tangkapan seberat 25,60 kg (48,53 %), kemudian belat yang menggunakan cahaya berwarna putih dengan berat 14,70 kg (29,57%) dan belat yang tidak menggunakan cahaya (kontrol) seberat 8,60 kg (21,90% ) dari total 48,90 kg berat secara keseluruhan. Penggunaan cahaya lampu sebagai alat untuk pengumpul ikan pada alat tangkap belat sangat efektif dan menghasilkan lebih banyak hasil tangkapan daripada yang tidak menggunakan cahaya. Korelasi antara alat tangkap belat dengan menggunakan cahaya lampu putih dan tanpa menggunakan cahaya sebesar 83,40 % dan dengan nilai T.hit sebesar 1,91 sedangkan T.tab Sebesar 1,70 (T.hit > T.tab).