Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan terus menjadi beban kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Tingginya prevalensi faktor risiko seperti merokok, hipertensi, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah, serta keterbatasan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan praktik gaya hidup sehat, menekankan pentingnya intervensi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan keluarga sebagai agen perubahan perilaku. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan perempuan, melalui edukasi tentang pencegahan penyakit jantung koroner dengan menggunakan pendekatan PATUH yang mendorong kebiasaan sehat yang disiplin. Program ini dilaksanakan di Kampung Kubang Lor, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Desember 2024 dan melibatkan dua puluh ibu rumah tangga dan calon ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, edukasi partisipatif tentang penyakit jantung dan pencegahannya, penyebaran leaflet, sesi senam kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko dan strategi pencegahan. Kegiatan ini memperkuat peran perempuan sebagai promotor kesehatan dalam keluarga dan komunitas melalui pembentukan kelompok “Ibu-ibu Cerdas Cegah Koroner”. Program ini terbukti relevan dalam menangani rendahnya literasi kesehatan dan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini merekomendasikan integrasi inisiatif edukasi berorientasi keluarga ke dalam strategi promosi kesehatan, seperti di posyandu dan program komunitas sehat, untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.