Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparative Analysis of Gojek and Grab Excellence Strategies in Improving the Market in Jember Regency Moch Arief; Misbahul Munir; Hersa Farida Qoriani
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 6 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i6.598

Abstract

Kotler and Armstrong state that competitive advantage is an advantage gained by offering lower value or by providing greater benefits due to higher prices. Ironically, the importance of competitiveness has faded with decades of great expansion and prosperity, resulting in many companies losing sight of competitive advantage in the struggle to further develop in pursuit of diversification. Porter pointed out that there are several strategies that can be developed by companies such as increasing product differentiation, cheaper prices than competitors, good delivery systems, and easier payment systems as well as alternative strategies that can be developed, namely by increasing capital for business development, adding production equipment machinery, and training programs for employees. At this time Gojek and Grab are growing rapidly in running online transportation. Where Gojek and Grab dominate the market share in Indonesia, especially in Jember Regency. Of the many online transportation circulating on social media, Gojek and Grab are very widely used by consumers
PENDAMPINGAN PERCEPATAN NOMER INDUK BERUSAHA (NIB) DALAM RANGKA PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL DI DESA PEPE KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO Hersa Farida Qoriani; Eva Ersad; Nurul Fatima Ahyatus S; Qoyyimatun Nisa
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilihat besarnya peranan dan kontribusi UMKM dalam kebangkitan perekonomian Indonesia maka sangat diperlukan perlindungan usaha, salah satunya adalah legalitas usaha. Legalitas usaha adalah aspek utama dalam pengembangan usaha mikro. Hal ini berdasarkan fungsi dari legalitas tersebut yang sangat menguntungkan bagi UMKM antara lain memudahkan para pelaku usaha dalam mendapatkan permodalan yang  digunakan untuk mengoptimalkan usahanya untuk bisa lebih besar dan dapat bersaing dikancah pasar global.salah satu legalitas yusaha yang merupakan dasar adalah kepemilikan Nomer Induk Berusaha (NIB) dan Inzin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang bisa dibuat melalui Online Single Submission (OSS). Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu desa yang memiliki 130 UMKM yang 125 UMKM nya masih belum memiliki NIB. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan membantu UMKM agar bisa mendaftarkan secara mandiri legalitas usahanya di webside OSS agar dapat memiliki NIB dan juga IUMK.Dalam kegitan pengabdian kali ini tim UIN KHAS Jember berkolaborsi dengan Tim DInas Koprasi dan UKM. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi, Pelatihan dan juga pedampingan pembuatan NIB dan juga IUMK.Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan jumlah peserta yang memahami tata cara pembuatan NIB secara mandiri, dan semua peserta yang mengikuti kegiata ini sudah memiliki NIB dan juga IUMK. Legalitas usaha ini sangat penting bagi perkembangan UMKM dengan adanya kegiatan pengabdian ini membantu UMKM dalam memperkuat usahanya baik secara permodalan maupun hukum    
Millenial Purchasing Trends in Islamic Fashion : A Comparative Analysis of Malaysia and Indonesia Siti Ifa Nurjannah; Nikmatul Masruroh; Hersa Farida Qoriani
The Eastasouth Management and Business Vol. 4 No. 02 (2026): The Eastasouth Management and Business (ESMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/esmb.v4i02.788

Abstract

The growth of the islamic fashion industry in Southeast Asia, Particulary in Malaysia and Indonesia, reveals unique consumption dynamics among Muslim millenial. The rise of social media has accelerated the transformation of islamic fashion, blending eligious values with popular culture and digital aesthetics. This study aims to: (1) analyze differences in style preferences of Muslim millennials in Malaysia and Indonesia; (2) identify representations of Islamic values in fashion-related social media content; and (3) examine the use of different social media platforms as spaces for expressing and consuming Islamic fashion. Employing a library research approach with Thematic Content Analysis (TCA), data were collected from 20 social media posts each from TikTok and Instagram in both countries. Using Habermas’ critical analysis, the findings show that Indonesian millennials favor casual and urban styles influenced by K-pop and streetwear, while Malaysian millennials prefer traditional-modern aesthetics such as tudung labuh and baju kurung. Islamic narratives in Indonesia are conveyed through religious captions, whereas in Malaysia they are expressed visually through modest and covered fashion. TikTok dominates in Indonesia, while Instagram prevails in Malaysia due to its curated visual appeal.