Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUKUMAN BAGI PELAKU ZINA, ONANI DAN MASTURBASI DALAM PANDANGAN FIKIH EMPAT MAZHAB Haddad Ulum Harahap
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i1.3362

Abstract

Secara umum penyaluran nafsu seksual di lakukan dengan dua cara. Pertama, penyaluran yang dilakukan seseorang kepada orang lain dengan ikatan yang sah ataupun tidak. Kedua, penyaluran yang dilakukan seseorang kepada dirinya sendiri seperti, onani atau masturbasi. Dengan kata lain, manusia senantiasa memerlukan hajatan yang bersifat biologis tanpa melihat latar belakang dan kesibukan seseorang dalam keseharian. Dalam Islam, melakukan onani ataupun masturbasi sangat dilarang. Sebab, selain dampak negatifnya tinggi, juga dapat berpengaruh pada tubuh dan psikologi pelakunya. Tulisan ini mengulas dan merangkum bagaimanakah hukum zina, onani dan masturbasi dalam pandangan fikih imam mazhab yang empat, di mana tulisan singkat ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan memilih pendapat yang paling rajih di internal mazhab dengan menyertakan dalil naqli dan aqli. Penelitian ini merupakan kajian pustaka terhadap permasalahan kontemporer yang ada sehingga untuk mempermudah pembahasan, tulisan ini dibagi kepada tiga sub bahasan yang dimulai dengan pendahuluan di bagian awal. Bagian kedua diuraikan pengertian zina, onani dan masturbasi dan bagian ketiga menjelaskan tentang pandangan imam mazhab yang empat akan permasalahan fikih ini.
Getting Married in the Digital Age: An Exploration of Online Marriage Applications in Islamic Family Law Haddad Ulum Harahap; Rijal 'Allamah Harahap
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v22i1.4190

Abstract

This study aims to understand the practice of online marriage that can be integrated with the provisions stipulated in Islamic Family Law. In the growing digital age, the trend of online marriage is growing among the Muslim community. This has driven the need to adapt traditional wedding practices to digital technology. This research identifies and explores challenges in the integration between Islamic marriage practices and digital technologies. This research uses qualitative methodology with data collection through literature study and document analysis. The main results show that the integration of online marriage applications in Islamic Family Law is possible through specific adjustments to the provisions applicable to Islamic family law and the technology used, including digital identity verification and video conferencing for brides-to-be. As for prospective husbands, guardians, and witnesses are required to meet face to face offline in one assembly. The research also found that negotiating and recording dowries digitally can be done with transparency and in accordance with Islamic law. These results have significant implications for the practice of marriage in Islam, and show that with the right approach, technology can be a tool that enriches the practice of Islamic marriage, as well as enabling society to maintain traditions in this digital age. As such, the research contributes to an understanding of the adaptation of Islamic law in the digital age, and provides new insights into the potential and challenges of technological integration in Islamic marriage practice.