Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUKUMAN BAGI PELAKU ZINA, ONANI DAN MASTURBASI DALAM PANDANGAN FIKIH EMPAT MAZHAB Haddad Ulum Harahap
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i1.3362

Abstract

Secara umum penyaluran nafsu seksual di lakukan dengan dua cara. Pertama, penyaluran yang dilakukan seseorang kepada orang lain dengan ikatan yang sah ataupun tidak. Kedua, penyaluran yang dilakukan seseorang kepada dirinya sendiri seperti, onani atau masturbasi. Dengan kata lain, manusia senantiasa memerlukan hajatan yang bersifat biologis tanpa melihat latar belakang dan kesibukan seseorang dalam keseharian. Dalam Islam, melakukan onani ataupun masturbasi sangat dilarang. Sebab, selain dampak negatifnya tinggi, juga dapat berpengaruh pada tubuh dan psikologi pelakunya. Tulisan ini mengulas dan merangkum bagaimanakah hukum zina, onani dan masturbasi dalam pandangan fikih imam mazhab yang empat, di mana tulisan singkat ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan memilih pendapat yang paling rajih di internal mazhab dengan menyertakan dalil naqli dan aqli. Penelitian ini merupakan kajian pustaka terhadap permasalahan kontemporer yang ada sehingga untuk mempermudah pembahasan, tulisan ini dibagi kepada tiga sub bahasan yang dimulai dengan pendahuluan di bagian awal. Bagian kedua diuraikan pengertian zina, onani dan masturbasi dan bagian ketiga menjelaskan tentang pandangan imam mazhab yang empat akan permasalahan fikih ini.
Sharia Hotel Business Development in North Sumatera Province: Challenges and Strategies from an Islamic Perspective Haddad Ulum Harahap; Rijal Allamah Harahap
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 30, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v30i1.10829

Abstract

This study aims to identify the main obstacles faced by Istana IV Syariah Hotel in business development and to formulate appropriate solutions and strategic priorities. The study employed the Analytic Network Process (ANP) using Super Decisions software. Data were collected through pairwise comparison questionnaires administered to respondents consisting of sharia hotel experts and practitioners. The findings indicate that internal factors represent the primary challenge in developing the sharia hotel business, followed by external factors. Human resource issues and sharia hotel management emerged as the most significant internal constraints, while time-related factors and regulatory policies were identified as the main external challenges. The priority solutions emphasize strengthening internal capacity, particularly through improving human resources and management practices. The strategic priorities focus on enhancing competitiveness without engaging in price wars, targeting appropriate market segments, improving service quality and customer experience, strengthening partnerships with travel aggregators, and optimizing digital marketing through social media, email marketing, retargeting, and content development. These findings provide practical guidance for improving the competitiveness and sustainable development of sharia hotels in North Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala utama yang dihadapi Hotel Istana IV Syariah dalam pengembangan usaha serta merumuskan solusi dan prioritas strategi yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) dengan bantuan perangkat lunak Super Decisions. Data diperoleh melalui kuesioner perbandingan berpasangan yang diberikan kepada responden yang terdiri atas pakar dan praktisi perhotelan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal merupakan kendala utama dalam pengembangan bisnis hotel syariah, diikuti oleh faktor eksternal. Permasalahan sumber daya manusia dan manajemen hotel syariah menjadi kendala internal yang paling dominan, sedangkan keterbatasan waktu dan kebijakan regulasi merupakan kendala eksternal yang paling penting. Solusi yang diprioritaskan berfokus pada penguatan kapasitas internal, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan hotel. Adapun strategi utama yang direkomendasikan meliputi peningkatan daya saing tanpa melakukan perang harga, penentuan segmen pasar yang tepat, peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, penguatan kerja sama dengan agregator perjalanan, serta optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial, email marketing, retargeting, dan pengembangan konten. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi peningkatan daya saing dan pengembangan hotel syariah yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara.