Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengabdian Kepada Masyarakat Pemeriksaan Kesehatan (Hipertensi, Kolesterol Tinggi, Asam Urat, Gula Darah) Di Lingkungan Pendidikan Al-Aitaam Kabupaten Bandung Upus Piatun Khodijah; Irma Rosliani Dewi; Ajeng Windyastuti Ardini; Neng Rika Rismayanti
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v3i1.1628

Abstract

One form of attention from universities to the social and cultural environment of the community (Tri Dharma Perguruan Tinggi) is through community service activities. With the establishment of a harmonious relationship between Higher Education and the community, it is hoped that it can provide input for improving the quality of Higher Education needed by the community. On November 12, 2022, a Community Service Activity was carried out in the form of a Health Check including checking blood pressure, cholesterol levels, blood sugar levels and uric acid levels, in the Sali Al-Aitaam environment. Health checks were carried out on 173 people in the Sali Al-Aitaam neighborhood. From the results of the examination, there were 102 people (58.9%) with high blood pressure, 67 people (38.7%) with high blood sugar levels, 72 people (41.6%) with high uric acid levels, and 91 people (52.6%) with high cholesterol levels. Hypertension, High Cholesterol, Uric Acid, Blood Sugar diseases from the results of the examinations carried out show that many people still experience these diseases and the cause is because people are less concerned and do not want to do health checks to health workers or independently. Health workers need to provide education to the community in the Sali Al-Aitaam neighborhood about health checks to determine and control blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid so as to prevent possible diseases that will arise such as hypertension, diabetes and so on.
LITERATURE REVIEW BAYI BERAT LAHIR RENDAH Upus Piatun Khodijah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 8 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v8i1.385

Abstract

Indonesia is one of the developing countries with the highest maternal mortality and infant. The infant mortality cases in 2015 as many as 33,278 cases decreased compared to the year 2015 of 32,007 and in 2017 in the first semester as many as 10,294 cases. One of the causes is the incidence of Low Birth Weight (LBW) of 38.85%. LBW is the birth weight less than 2,500 grams. The review of LBW is done by literature review from DOAJ, Pubmed, Scholar and Garuda portal. The literature search using several keywords is "Low Birth Weight ", "risk factors" with four literature publications from 2007-2017. LBW incidence is influenced from maternal demography status, maternal health status, condition of pregnancy and baby. The four journals DOAJ, Pubmed, Scholar and Garuda portal described risk factors of LBW occurrence include sociodemography (maternal age <18 years and> 34 years, education level, occupation type, family income, kin), maternal health status obstetric history, parity, birth spacing, anemia, history of diabetes, malaria, baby malpresentation history, Premature Rupture Of The Membrane, maternal nutritional status, infections, diseases and complications of pregnancy), status of ANC (frequency and quality of care, health worker, site of pregnancy examination, history of unchecked pregnancy, irregular ANC).
IMPLEMENTASI EDUKASI DIGITAL INOVASI GELATO DAUN KELOR (MORINGACAE OLIEVERA) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF STUNTING DIMULAI PADA IBU HAMIL, IBU MUDA PASCA PERSALINAN DAN MENYUSUI SERTA BALITA DI DESA CIPAGALO KABUPATEN BANDUNG Ika Zakiah; Henny Noviany; Upus Piatun Khodijah; Muhamad Rizky Nirwana; Dodi Nugraha
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7905

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh baik fisik maupun otak akibat malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan gizi selama masa pertumbuhan anak, Gizi merupakan salah satu faktor penentu tumbuh kembang anak yang optimal. Stunting sering terjadi pada balita usia 12-36 bulan. Balita yang mengalami stunting pada tahap ini biasanya sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode berikutnya. Angka stunting di Desa Cipagalo terbilang cukup tinggi. Stunting sendiri merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan sejak sebelum dan sesudah kelahiran yang diakibatkan oleh tidak tercukupinya zat gizi. Kelor menjadi salah satu tanaman yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pengolahan makanan ataupun minuman. Upaya peningkatan literasi gizi dapat dilakukan dengan memperluas pengetahuan tentang perbaikan perilaku makan pada anak dan penyuluhan olahan daun kelor. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah stunting di Desa Cipagalo dengan peserta ibu-ibu muda pasca melahirkan, ibu-ibu muda yang sedang hamil, ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu-ibu PKK di daerah setempat. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemanfaatan daun kelor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat yang di wilayah Desa Cipagalo dengan memanfaatkan daun kelor. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan meningkatkan partisipasi masyarakat potensi lokal untuk perbaikan gizi balita dan ibu-ibu pasca melahirkan untuk dapat memanfaatkan daun kelor sebagai makanan tambahan atau camilan sehat. Hasil dari kegiatan ini tampak pada kehadiran ibu-ibu muda yang sangat antusias dan semangat tinggi untuk mendapatkan edukasi dalam mengolah daun kelor untuk mencegah stunting dan masyarakat dapat membedakan antara balita yang masuk kategori stunting atau kategori tinggi badan kurang akibat faktor genetik, dan masyarakat mengerti akan manfaat ekstrak daun kelor untuk pencegahan stunting dengan manfaatkan daun kelor tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mencegah terjadinya stunting di Desa Cipagalo.