Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Orang Tua dalam Mendukung Transisi PAUD Ke SD di Raudhatul Atfhfal (RA) Masyithoh, Semuluh, Gunungkidul Dwi Puji Lestari
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.827 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2633

Abstract

Transisi PAUD ke SD merupakan fase penting bagi anak. Masa transisi anak belum memiliki kesiapan untuk menerima proses belajar di SD. Jika fase transisi gagal maka akan gagal dalam proses belajar berikutnya. Peran orang menjadi faktor penting dalam mendukung fase transisi. Tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan bekal dukungan orang tua kepada anak yang akan mengalami transisi PAUD ke Sekolah Dasar. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini melalui 1) analisis situasi dengan melakukan dialog kepada orang tua terkait dengan kesiapan untuk mendukung anak memasuki jenjang SD, 2) melakukan rancangan program pendampingan untuk memberikan bekal pengetahuan untuk orang tua, 3) melaksanakan pengabdian, 4) melakukan evaluasi pengabdian dengan melakukan refleksi bersama. Hasil dari pengabdian ini adalah orang tua dapat memahami praktik baik dalam pendampingan transisi anak dari jenjang SD ke PAUD.
Miskonsepsi Baca Tulis Hitung (Calistung) pada Jenjang PAUD Dwi Puji Lestari
JECER (journal Of Early Childhood Education And Research) Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jecer.v4i1.39404

Abstract

Pada praktiknya penguasaan calistung bukan bersifat konsep dasar namun penguasaan calistung digunakan sebagai indikator anak memiliki kecerdasan, standar masuk di sekolah favorit dan gengsi orang tua. Praktik pengajaran calistung sangat meresahkan karena dilakukan tidak sesuai jenjang usia anak dengan cara melakukan pemaksaan pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan berbagai miskonsepsi Calistung di jenjang PAUD dan pentingnya mengakhirinya. Metode penelitian mengunakan literature review dengan mengkaji artikel-artikel terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa miskonsepsi pada PAUD diantaranya pembelajaran di lembaga atau satuan PAUD fokuss pada calistung, kemampuan calistung dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan, dan tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD. Miskonsepsi harus diakhiri karena pendidikan pada lembaga PAUD sebaiknya fokus pada pengembangan karakter.