Hartono Budi, Hartono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

“A Bruised Church” for the Poor? Budi, Hartono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 02, OKTOBER 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.672 KB)

Abstract

Visi Gereja bagi kaum miskin, lemah dan tersingkir dinyatakan secara istimewa oleh paus Fransiskus. Gereja diajak untuk instrospeksi sampai menyadari keberdosaannya dan sekaligus kembali pada akar iman dan harapannya, yaitu Yesus Kristus sebagai perwujudan belas kasih Allah bagi kita. Kenyataan ketimpangan sosial sekarang ini telah menjadi sumber penyakit sosial baru. Gereja di Asia terus ditantang untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus Kristus melalui dialog kehidupan dan analisa sosial-budaya serta keagamaan yang berujung pada strategi serta tindakan pastoral demi kesejahteraan umum. Demikianlah cara menggereja dan beriman Kristiani selalu mengandaikan pengalaman pribadi dengan Yesus Kristus yang membawa kabar gembira dan berkat kehidupan.
Doing Theology in Asia: In The Service of Life Budi, Hartono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 22, NOMOR 02, OKTOBER 2013
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.747 KB)

Abstract

Bagaimana berteologi di Indonesia dalam konteks keprihatinan bangsa dan Gereja Asia? Apa langkah-langkah refleksi iman yang akan lebih membantu Gereja agar lebih mewujud sebagai “garam dan terang” masyarakat? Daripada mendiskusikan ke-Asia-an atau keilmiahannya secara berlebihan, para uskup Asia (FABC) menegaskan bahwa juga teologi perlu menjadi pelayan kehidupan. Maka pada sidang yang pertama tahun 1970, diusulkan pendekatan dialog jujur khususnya dengan kaum miskin dan masyarakat Asia yang multi-budaya serta multi-agama. Teologi tidak berhenti sebagai ajaran kebijaksanaan dan kerohanian atau pun ilmu, melainkan juga refleksi kritis untuk “melayani kehidupan”. Hal ini dapat diwujudkan melalui “lingkaran pastoral”: live-in, analisa sosial, kontemplasi dan perencanaan pastoral, yang mengandaikan familiaritas dengan Kabar Gembira dan tradisi kristiani yang membebaskan.
RESURRECTION AND COMMUNITY OF JESUS IN HISTORY Budi, Hartono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 24, NOMOR 02, OKTOBER 2015
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.484 KB)

Abstract

Bagaimana komunitas kristiani yang lahir dari peristiwa kebangkitan Kristus, dari masa ke masa tetap setia pada pengalaman dasarnya itu? Bagaimana dijelaskan dinamika internalnya sebagai pendengar Sabda Allah dan sekaligus sebuah komunitas historis yang mengalami perubahan? Komunitas kristiani dari masa ke masa mewartakan kabar gembira Yesus Kristus yang menyelamatkan dan berkembang dengan aneka macam tradisi yang sebagian lebih menekankan ciri kelembagaannya, kharisma para pemimpinnya atau pun kepatuhan kepada Roh Kudus atau Sabda Allah saja. Tulisan ini ingin mengulas pengalaman dasar dan dinamika komunitas para murid Yesus ini terutama sebagai pendengar Sabda, serta sarana-sarana organisatoris bagi pelestariannya seperti ajaran dan perayaan iman serta kuasa mengajar.