Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Kurikulum dalam Pembelajaran Pendidikan Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 9 Padang Robi Aroka; Erwin Erwin; Desman Desman; Syafruddin Nurdin; Muhammad Kosim
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 2: Juni (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi adalah suatu ide, praktek atau obyek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individu, sehingga inovasi tersebut dapat dipandang sebagai suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan baru yang berbeda dari hal sebelumnya dan  diusahakan untuk meningkatkan kemampuan, guna mencapai suatu tujuan dalam dunia pendidikan. Sehingga inovasi pendidikan dapat dikatakan sebagai sebuah usaha untuk mengadakan suatu perubahan dengan tujuan untuk memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang pendidikan. Inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah kependidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan. Namun dalam konteks pendidikan, inovasi dapat berjalan dengan baik dan akan menghasilkan suatu hal yang positif dan lebih baik, jika para praktisi pendidikan memahami beberapa karakteristik dari inovasi pendidikan tersebut, karena karakteristik inovasi pendidikan tersebut merupakan sifat yang melekat pada diri inovasi pendidikan itu sendiri. Inovasi kurikulum dilakukan sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan di bidang pendidikan. Inovasi kurikulum pada 2004, misalnya, merupakan indikasi jenuhnya dunia pendidikan di Indonesia dengan silih bergantinya kurikulum. Setiap terjadi masalah pendidikan di Indonesia, sering kali yang disalahkan adalah kurikulum. Seakan-akan kurikulum adalah lampu Aladin untuk membenahi pendidikan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui inovasi kurikulum yang dilakukan oleh SMA Negeri 9 Padang, kemudian untuk mengetahui inovasi kurikulum dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 9 Padang.  Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data primer dalam penelitan ini adalah guru PAI di SMA Negeri 9 Padang. Kemudian sumber data sekunder adalah buku-buku yang relevan dengan  penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi dan studi dukumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hadji Agus Salim's Islamic Feminism Thoughts and Its Contribution to Contemporary Islamic Studies Ermagusti Ermagusti; Erwin Erwin; Rido Putra; Rahmad Tri Hadi
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 20 No. 2: December 2024
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v20i2.22227

Abstract

This article explores the discourse on Islamic feminism through the perspective of H. Agus Salim. Using a descriptive-analytical method and an Islamic feminist approach rooted in harmony and justice—distinct from Western notions of equality—the study examines Salim’s works as primary sources, supported by secondary materials such as books, journal articles, and online resources discussing his thought. The findings reveal: (1) Salim advocates for equality in rights and responsibilities between men and women, particularly in education; (2) he approaches the hijab with a contextual and historical understanding, considering asbab al-nuzul; (3) he views the veil not merely as a piece of cloth but as a potential symbol of oppression; (4) he favors monogamy over polygamy, emphasizing the challenges of achieving justice and the historical specificity of certain rulings; and (5) he acknowledges the inevitability of women assuming leadership roles. This study highlights Salim’s nuanced stance on gender issues within an Islamic framework.
Prophetic Ethics Education In Response To The Humanitarian Crisis: Actualizing Musa Asy'arie's Prophetic Thought Erwin Erwin; Rahmad Tri Hadi
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.332

Abstract

In the midst of the humanitarian and socio-political crises that have plagued the contemporary era, such as moral degradation, ethical disorientation, and inequality, prophetic ethics offers a philosophical path that is founded on transcendental and humanistic values. The purpose of this article is to identify and analyze Musa Asy’arie’s thoughts on prophetic ethics education within the framework of existentialist theocentric anthropocentrism and its relevance in addressing the various crises that have plagued the contemporary era. The research method employed in this study is qualitative research that utilizes a descriptive-analytical approach. The descriptive-analytical approach is considered to be the most appropriate method to explore Musa Asy'arie's thoughts on prophetic ethics education and its actualization in the contemporary socio-political context. The primary data of this study were derived from the works of Musa Asy'arie. Meanwhile, the secondary data of this study were derived from books and other relevant sources that discussed the thoughts and intellectual contributions of Musa Asy'arie. The findings of this study revealed that Musa Asy'arie presents a prophetic ethics paradigm that is founded on divine and humanistic values. In this way, Musa’s theocentric existentialist perspective situates human beings as ethical agents, taking an active part in the establishment of justice, the promotion of spiritual values, and the realization of civilized social transformation. The present research makes a contribution to the enrichment of the Islamic philosophy debate in the present day, with its prophetic ethics model being contextual and relevant to the challenges of the time.