Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review: Plants As Candidates For Herbal Treatment Of Sle (Systemic Lupus Erythematosus) Putri Maharani; Aisyah S. Mulia; Dinda Wulandari; Hasna R. Veninda; Fadli Afit Pandapotan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i5.600

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh dimana sistem mengalami abnormalitas sehingga menyerang sel-sel dan organ tubuh yang sehat. Pengobatan SLE memiliki tujuan untuk mencegah kerusakan organ, mengoptimalkan kualitas hidup, dan memperpanjang kelangsungan hidup dari penderita. Digunakan beberapa obat seperti imunosupresan untuk menekan respons imun tubuh yang berlebihan. Dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan obat-obatan konvensional dapat menimbulkan masalah pada efektifitas dan efek samping yang ditimbulkan. Tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai produk alami bioaktif yang digunakan untuk terapi dari berbagai macam penyakit. Berbagai tumbuhan berpotensi menjadi salah satu alternatif pengobatan tambahan bagi pasien SLE. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan peninjauan literatur (literature review) yang meliputi peninjauan data yang telah diperoleh, pengumpulan data hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dan melakukan analisis pada data telah dipilih mengenai kandidat tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) pada basis data berupa PubMed, Cochrane, Embase dan situs pencarian literatur lainnya.  Kandidat tumbuhan obat yang berpotensi pada pengobatan SLE yaitu, Zingiber Officinale; Camellia sinensis; Aconitum; Curcuma longa; Nigella sativa L. Artemisia annua L.; Paeonia lactiflora Pall.; Garcinia mangostana L.; Ganoderma lucidum; Rosa canina L.; Olea europaea; Arthrospira platensis; Acacia farnesiana L.; Daphne kamtschatica Maxim.
GAMBARAN MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI PADA SISWI SMPN 1 CISAAT SUKABUMI Putri Maharani; Kosim Kosim; Nenden Nur Asriyani Maryam
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14876

Abstract

Adolescence is a period when adolescent girls begin menstruating (menarche), making it necessary for them to be able to practice menstrual hygiene management (MHM) independently. Proper fulfillment of MHM needs plays a crucial role in maintaining health, comfort, and supporting learning activities at school. This study aims to describe the level of fulfillment of MHM needs among adolescent girls at SMPN 1 Cisaat, Sukabumi Regency, by examining the six domains of the Menstrual Practice Needs Scale-36 (MPNS-36). This study used a quantitative descriptive design involving 172 seventh- and eighth-grade female students selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected online using the Indonesian version of the MPNS-36 and analyzed descriptively. The results showed that the overall fulfillment of students' MHM needs remained in the "inadequate" category (mean 2.07). Specific analysis per domain revealed that the greatest barriers were in the Transport and School Environment Needs (mean 1.34), reflecting a lack of toilet privacy and inadequate disposal facilities, followed by Material Reliability Concerns (mean 1.72), which triggered concerns about leakage. Meanwhile, Material and Home Environment support was relatively better (mean 2.45), although privacy regarding the drying of reusable sanitary materials remains a challenge. This study concludes that the low level of MHM needs fulfillment is more influenced by the limitations of school sanitation facilities than by the students' personal habits. Therefore, improvements to sanitation facilities that are responsive to the needs of adolescent girls are required, as well as the strengthening of MHM education through the School Health Program. ABSTRAK Masa remaja merupakan periode ketika remaja putri mulai mengalami menstruasi (menarche), sehingga perlu memiliki kemampuan dalam menerapkan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) secara mandiri. Pemenuhan kebutuhan MKM yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan serta mendukung aktivitas belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pemenuhan kebutuhan manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 172 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan instrumen Menstrual Practice Needs Scale-36 (MPNS-36) versi Bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan praktik menstruasi siswi secara keseluruhan masih berada pada kategori kurang (mean 2,07). Analisis spesifik per domain mengungkapkan bahwa kendala terbesar terletak pada Transport and School Environment Needs (mean 1,34) yang mencerminkan kurangnya privasi toilet dan sarana pembuangan, diikuti oleh Material Reliability Concerns (mean 1,72) yang memicu kekhawatiran kebocoran. Sementara itu, dukungan Material and Home Environment relatif lebih baik (mean 2,45), namun aspek privasi saat penjemuran bagi pengguna pembalut kain/ulang masih menjadi tantangan. Rendahnya pemenuhan kebutuhan MKM lebih dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas sanitasi sekolah dibandingkan dengan kebiasaan personal siswi. Diperlukan perbaikan sarana sanitasi sekolah yang responsif terhadap kebutuhan remaja putri serta penguatan edukasi MKM melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).