Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI POTENSI DAERAH GENANGAN BANJIR PASANG (ROB) KOTA MAKASSAR Abdul Hakim; Ismail S; M. Agusalim; Nurnawaty
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 1 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i1.2667

Abstract

Kota Makassar merupakan daerah daratan rendah yang berada pada ketinggian antara 0-25 m dari permukaan laut. Pada akhir-akhir ini, curah hujan yang tinggi serta kondisi pasang surut air laut yang bersamaan terjadi, sehingga beberapa wilayah pesisir Kota Makassar mengalami bencana banjir rob. Dampak yang dirasakan masyarakat khsusnya pada daerah pesisir pantai adalah terhambatnya mata pencaharian, timbulnya penyakit dan juga kerugian materi yang disebabkan oleh banjir rob. Studi penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan daerah yang berpotensi mengalami bencana banjir pasang (rob) menggunakan software ArcGIS. Elevasi tinggi pasang surut dianalisis dengan menggunakan metode Admiralty. Hasil penelitian menunjukkan elevasi muka air banjir pasang (rob) tertinggi berada pada ketinggian 0,96 m diatas permukaan laut rata-rata (MSL) dan mengakibatkan potensi luas daerah genangan mencapai 20,83 km2. Daerah genangan banjir tertinggi berada pada Kecamatan Tamalate bagian pesisir dan bagian Sungai Jeneberang dengan persentase luas genangan sebesar 32,59 %
IMPLEMENTASI METODE REGRESI LINIER SEDERHANA PADA PENYAJIAN HASIL PREDIKSI PEMAKAIAN AIR BERSIH PADA PDAM KEC. PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Nurnawaty; Fausiah Latif; Ery Sanbrualim Syawal; A.M Radinal Mukhtar
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i4.152

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, juga manusia selama hidupnya selalu memerlukan air. Dengan demikian semakin naik jumlah penduduk dan laju pertumbuhannya semakin naik pula laju pemanfaatan sumber-sumber. Kebutuhan air untuk makhluk hidup jumlahnya akan berbeda, yang dipengaruhi oleh kapasitas air itu sendiri. Kegunaan air yang bersifat universal atau menyeluruh dari setiap aspek kehidupan menjadi semakin berharganya air baik jika dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya.metode yang digunakan metode pengambilan data adalah pengambilan data di kantor PDAM Kota Makassar kec. Panaikang. Metode analisis menggunakan metode regresi linear sederhana Regresi linier mempunyai persamaan yang disebut sebagai persamaan regresi. Persamaan regresi mengekspresikan hubungan linier antara variabel tergantung / variabel kriteria yang diberi simbol Y dan salah satu atau lebih variabel bebas / prediktor yang diberi simbol X jika hanya ada satu prediktor dan X1, X sampai dengan Xk, jika terdapat lebih dari satu predictor (Crammer & Howitt, 2006:139). Persamaan regresi akan terlihat seperti di bawah ini: Untuk persamaan regresi dimana Y merupakan nilai yang diprediksi, maka persamaannya ialah: Y = a+ ß1X
Analisis Pola Aliran dan Muka Air Tanah di Irigasi Bili-Bili Menggunakan Surfer 25 Nurnawaty; Nur Isra; Amrullah Mansida
Jurnal Karajata Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v6i1.3996

Abstract

Groundwater is essential for supporting irrigation activities and agricultural sustainability. The presence of secondary irrigation canals can influence groundwater flow patterns and groundwater level conditions in the surrounding areas. This study aims to analyze the groundwater flow pattern and changes in groundwater table elevation around the secondary canal in the Bili-Bili Irrigation Area, Gowa Regency, South Sulawesi. The research used a quantitative descriptive method through field observations and groundwater measurements at several observation points. The collected data included coordinates, land elevation, and groundwater depth, which were analyzed using Surfer 25 software to generate contour maps and determine groundwater flow directions. The results showed that groundwater flow patterns initially spread irregularly, but later became more directed toward the secondary canal, indicating that the canal functions as a groundwater discharge zone. Groundwater table elevation changes ranged from 34 cm to 44.9 cm between upstream and downstream areas. These findings indicate that hydraulic gradients and topographic conditions affect groundwater movement around irrigation channels.