Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Mata Kuliah Asesmen Minat, Bakat, Intelegensi dengan Intensi Perilaku Belajar pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Suska Riau Dewi Sulastri; Cipto Hadi; Zuriatul Khairi; Desma Husni
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 4, No 2 (2023): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v4i2.22384

Abstract

Perilaku mahasiswa saat mengikuti proses pembelajaran mata kuliah AMBI didasari oleh intensi untuk berperilaku. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang mempengaruhi intensi perilaku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap mata kuliah AMBI dengan intensi perilaku belajar pada mahasiswa Fakultas Psikologi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 219 mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah AMBI yakni angkatan 2016 sampai 2019, yang terdiri dari 36 sampel laki-laki dan 183 sampel perempuan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling, alat ukur disebar secara online menggunakan google form. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes pengetahuan mata kuliah AMBI, skala sikap terhadap mata kuliah AMBI dan skala intensi perilaku belajar. Berdasarkan analisis data regresi linear pengetahuan tidak memiliki hubungan secara langsung dengan intensi perilaku belajar, tetapi pengetahuan memiliki hubungan tidak langsung dengan intensi perilaku belajar yang dimediasi oleh sikap terhadap mata kuliah AMBI. Dengan demikian pengetahuan yang dimiliki mahasiswa belum tentu akan membuat mahasiswa memiliki intensi perilaku belajar yang kuat untuk mengikuti proses pembelajaran mata kuliah AMBI. 
Oversharing di Media Sosial, Jejak Digital, dan Risiko Phishing: Tinjauan Sistematis Literatur Berbasis Privacy Paradox Dewi Sulastri; Mashyuri Mashyuri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9514

Abstract

Perilaku oversharing di media sosial telah menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 221 juta pengguna pada tahun 2024. Fenomena ini menciptakan jejak digital yang luas dan rentan dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber, terutama melalui serangan phishing berbasis rekayasa sosial. Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis hubungan antara oversharing, jejak digital (digital footprint), rekayasa sosial (social engineering), serangan phishing, dan paradoks privasi (privacy paradox) dalam ekosistem media sosial, dengan fokus khusus pada konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA terhadap 25 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan dalam rentang 2017-2025 dari basis data Scopus, Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku oversharing secara signifikan memperluas jejak digital pengguna melalui mekanisme mosaic effect, di mana akumulasi informasi yang tampak tidak berbahaya dapat dirakit menjadi profil target yang komprehensif. Profil ini kemudian dieksploitasi melalui serangan phishing yang dipersonalisasi dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan serangan generik. Privacy paradox terbukti menjadi mekanisme psikologis utama yang menjelaskan disonansi antara kesadaran risiko dan perilaku berbagi aktual pengguna. Temuan ini sangat relevan untuk konteks Indonesia yang mencatat peningkatan serangan phishing sebesar 70% pada tahun 2024, dengan Indeks Literasi Digital yang masih berada di peringkat ke-61 dari 100 negara. Artikel ini merekomendasikan pendekatan terpadu antara penguatan literasi digital berbasis perilaku, penegakan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dan reformasi desain platform menuju arsitektur privacy by design sebagai strategi mitigasi yang komprehensif dan berkelanjutan.