Keadaan gizi balita sangat penting dalam menilai kualitas kesehatan komunitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mengalami hambatan keterbatasan layanan kesehatan dan informasi. Faktor pengasuhan dan praktik ASI eksklusif diduga memiliki keterkaitan penting terhadap status gizi balita, khususnya indikator IMT/U. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan riwayat ASI eksklusif dan pengasuh balita dengan (IMT/U) sebagai cerminan status gizi pada balita yang tinggal di wilayah pedesaan. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis studi korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik sammpling menggunakan Random sampling untuk memilih responden dari balita dan orang tua. Analsisis statistik menggunakan Uji Spearman Rank untuk melihat hubungan antar variabel; variabel independen adalah status gizi yang didasarkan pada indeks IMT/U, dan variabel dependen adalah riwayat pemberian ASI eksklusif dan pengasuh balita. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,048), di mana balita yang mendapatkan ASI eksklusif lebih banyak berada pada kategori gizi normal. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengasuh balita dengan status gizi (p = 0,030). Balita yang diasuh oleh ibu memiliki proporsi terbesar dalam kategori gizi normal dibandingkan dengan balita yang diasuh keluarga lain. Pengsuh balita dan riwayat ASI eksklusif berperan penting dalam menentukan status gizi balita di daerah pedesaan. Intervensi kesehatan masyarakat perlu memperkuat edukasi ASI eksklusif serta meningkatkan kompetensi pengasuh dalam mendukung tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi pada balita.