Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Branding Bagi Organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug, Tangerang Ita Suryani; Intan Leliana; Siti Qona'ah; George Wilhelm Bender; Nur Auliya; Hadi Prana; Alfaniza Maradinayanti Saputri
Jurnal Pengabdian Kreatif Cemerlang Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Periode November
Publisher : Yayasan Kreatif Cemerlang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.663 KB)

Abstract

Organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug terus berusaha untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan mencari kader untuk meneruskan generasi Nahdatul Ulama terkait eksistensinya, sehingga kegiatan/program yang dilakukan dapat memberikan dampak positif terhadap para kader dan masyarakat sekitar pada umumnya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual pada kader yakni pelajar yang bergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), untuk memperoleh dukungan dan meningkatkan eksistensi di mata masyarakat maka dibutuhkan strategi yang harus dilakukan yakni salah satunya dengan memaanfaatkan media sosial instagram @pelajarnuciledug sebagai media branding bagi Organisasi IPNU. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni (a) kurangnya pengetahuan dan pemahaman anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama fungsi dan peran media sosial; (b) kurangnya kemampuan dan keterampilan anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial untuk pelaksanaan aktivitas organisasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini antara lain (1) Tahap Persiapan, tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug; (2) Tahap Pelaksanaan, tahap ini dilakukan dengan pemberian pengetahuan dan pemahaman mengenai teori-teori media sosial, fungsi dan manfaat media sosial serta branding. Serta melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai bagaimana agar anggota IPNU memiliki keterampilan dan keahlian yang baik dalam penggunaan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media branding; (3) Tahap monitoring dan evaluasi, Pada tahap ini peserta diberikan soal-soal tes evaluasi untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug mengenai pemanfaatan media sosial setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/workshop. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai media branding bagi organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug yakni setelah kegiatan pemaparan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media branding dan setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan keterampilan melalui praktek penggunaan media sosial bagi anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama mengalami peningkatan sebesar 60%.
Representasi Budaya Bali dalam Film Komang (Analisis Semiotika Roland Barthes) Gayatri Dewi; Flora Meliana Siahaan; George Wilhelm Bender
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7914

Abstract

This study analyzes the representation of Balinese culture in the film "Komang" using Roland Barthes' semiotics analysis. The research aims to understand the meaning of Balinese cultural elements represented in the film through denotation, connotation, and myth. A qualitative descriptive method was employed, with primary data obtained through in-depth observation of scenes in the film containing Balinese cultural elements and visual documentation. Secondary data was gathered from relevant previous studies and various supporting literature such as journals, books, and online sources to strengthen the analysis and theoretical context. The findings indicate that the film "Komang" effectively represents Balinese culture through its various audio-visual elements. Aspects of Balinese spiritualism (incense, canang sari, Sanggah Catu) and traditional identity (traditional attire, the term "Meme") are clearly depicted, reinforcing myths such as "Bali as the Island of Gods" and "Clothing as an Inseparable Identity of Balinese Spirituality and Culture." The film also portrays social interactions and traditions through dialogues about differences in qibla and visual representations of pelangkiran, highlights the Galungan holiday, traditional musical elements like gangsa, and culinary aspects such as lawar, all of which form and reinforce Balinese cultural myths.Overall, the film "Komang" successfully utilizes various visual and dialogue markers to represent Balinese culture, not merely as a series of traditions, but as a dynamic system of values and beliefs integrated into every aspect of its society's life, including through the representation of the Ngaben ceremony and the role of ancestors.