Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Durasi Tidur Dengan Kadar Trigliserida Supir Bus Di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Nur Aini Hidayah Khasanah; Misfa Setiyawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.537 KB)

Abstract

Pekerjaan sebagai supir bus di Kalimantan merupakan salah satu pekerjaan yang menyebabkan durasi tidur tidak ideal. Beberapa masalah kesehatan dapat timbul karena jam tidur yang kurang, seperti peningkatan kadar lipid dalam darah. Salah satu jenis lipid yang terdapat dalam darah yaitu trigliserida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi tidur dengan kadar trigliserida supir bus di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitain deskriptif dengan metode cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sebanyak 32 supir bus yang memenuhi kriteria inklusi diambil sampel darahnya kemudian dilakukan pengukuran kadar trigliserida di laboratorium STIKes Borneo Cendekia Medika menggunakan metode GPO-PAP dengan alat fotometer. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, tabulating serta analisa data menggunakan software SPSS 23. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai p sebesar 0.647 (>0.05) sehingga H0 diterima atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan kadar trigliserida supir bus di Pangkalan Bun. Meskipun demikian, terdapat kecenderungan dimana pada supir bus dengan durasi tidur <7 jam per hari lebih banyak memiliki kadar trigliserida tinggi dibandingkan supir bus dengan durasi tidur cukup (≥7 jam). Berdasarkan data karakteristik responden, terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar trigliserida seperti konsumsi rokok, makanan berlemak dan kebiasaan olahraga.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Status Obesitas dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Puskesmas Sumbang II Kabupaten Banyumas Nur Aini Hidayah Khasanah
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.268 KB)

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Hipertensi merupakan penyakit multi kausa. Beberapa faktor resiko hipertensi adalah usia, jenis kelamin dan status obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin dan status obesitas dengan kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Sumbang II Kabupaten Banyumas, melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan terhadap 342 responden menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan 76.9% responden berusia muda, 65.5% berjenis kelamin perempuan, 65.8% tidak berstatus obesitas dan 74.6% tidak hipertensi. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi square dengan taraf signifikansi α<0.05 menunjukkan terdapat hubungan antara usia (P-value = 0.000 >< 0.05, nilai OR=5,499) dan status obesitas (P-value = 0.009 < 0.05, nilai OR=1,967) dengan hipertensi, dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan hipertensi (P-value = 0.300 > 0.05, nilai OR=0.766). Dapat disimpulkan bahwa 25.4% warga yang mengikuti pemeriksaan di Puskesmas Sumbang II menderita hipertensi. Responden berusia ≥45 tahun memiliki kemungkinan 5.5 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden berusia ≤45 tahun. Responden obesitas memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar menderita hipertensi dibandingkan dengan responden non-obesitas.
Kondisi Santriwati Saat Menstruasi Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Dan Korelasinya Dengan Pengetahuan, Sikap Dan Praktik Personal Hygiene Ulfa Fadilla Rudatiningtyas; Fajar Husen; Nur Aini Hidayah Khasanah; Tanti Fitriyani
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.077 KB)

Abstract

Menstruasi atau haid adalah proses perdarahan periodic yang berlangsung pada uterus akibat terlepasnya lapisan endometrium. Saat siklus menstruasi berlangsung, remaja perempuan harus memperhatikan kebersihan diri. Saat menstruasi kebersihan diri memilki peran penting untuk memelihara dan menjaga kebersihan organ intim perempuan. selain iti menjaga kebersihan diri saat menstruasi dapat mencegah munculnya keluhan penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi. Riset dilakukan secara deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 203 orang santriwati. Sample sejumlah 34 (>15%) dengan teknik purposive random sampling. Riset dengan kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan pengetahuan, 7 pertanyaan sikap dan 10 pertanyaan praktik. Analisa data univariat dan bivariat (analisis korelasi). Hasil riset menunjukkan pengetahuan responden sebagaian besar baik, memiliki sikap dan perilaku personal hygiene positif saat menstruasi. Ada hubungan signifikan antara pengetahun (p=0,001) dan sikap (p=0,006) terhadap perilaku menjaga kebersihan saat menstruasi pada responden.
Korelasi Dan Profil Asam Urat, Kadar Kolestrol, Dan Usia Pada Pekerja Fajar Husen; Nuniek Ina Ratnaningtyas; Nur Aini Hidayah Khasanah; Ulfa Fadilla Rudatiningtyas
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.792 KB)

Abstract

Penyakit degeneratif yang menyerang orang lanjut usia memberikan kontribusi yang besar terhadap laju mortalitas, seperti hiperkolestrol, serangan jantung dan stroke. Kolestrol dalam tubuh merupakan hasil dari proses metabolisme lemak. Selain faktor tingginya kolestrol, asam urat yang tinggi juga memberikan dampak negatif yang besar. Asam urat yang berlebih dapat membentuk kristal yang berbentuk tajam, terutama terkonsentrasi di sendi dan jaringan di sekitarnya sehingga memberikan efek peradangan/ inflmasi, rasa sakit dan nyeri. Pentingnya evaluasi dan pengukuran level asam urat dan kolestrol pada pekerja yang memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi perlu dilakukan, sehingga dapat menjadi peringatan awal agar pekerja dapat memperhatikan lebih kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi dan profil antara level asam urat dan kolestrol dengan usia pekerja di Desa Mandiraja Wetan RT 07/RW 02. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik, total sampel adalah 25 dengan 15 perempuan dan 10 laki-laki yang bekerja setiap hari. Pendekatan riset adalah cross-sectional dengan sampling method yang digunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan SPPS melalui uji bivariate dan person-correlation versi 26.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24% responden didominasi oleh peternak ikan, dan terendah adalah peternak ayam dengan 8%. Rata-rata kadar kolestrol tertinggi pada responden laki-laki adalah 274 mg/dL, terendah 173 mg/dL sementara pada responden perempuan tertinggi 271 mg/dL dan terendah 156 mg/dL. Kadar asam urat tertinggi dan terendah responden laki-laki adalah7.5 mg/dL dan 5 mg/dL, asam urat perempuan 8.7 mg/dL dan 4.5 mg/dL. Persentase kadar kolestrol dengan status baik yaitu 53.33% pada responden perempuan, dan persentase asam urat tertinggi dengan kategori tinggi pada responden perempuan dengan 53.33%. hasil uji korelasi menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara kadar asam urat, kolestrol dan usia dengan p < 0.05.
Pewarnaan Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) menggunakan Infusa Bunga Telang (Clitorea ternatea) Nur Aini Hidayah Khasanah; Fajar Husen; Nilasari Indah Yuniati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.011 KB)

Abstract

Pewarnaan giemsa merupakan salah satu pewarnaan rutin yang direkomendasikan dalam pembuatan sediaan apusan darah tepi (SADT). Pada penelitian ini diuji bahan alami berupa infusa bunga telang (Clitoria ternatea) untuk tujuan pewarnaan SADT. Kandungan pigmen biru-ungu antosianin C. ternatea berpotensi sebagai pewarna alternatif alami. Studi ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, bertujuan menilai kualitas morfologi sel darah pada SADT yang diberi infusa bunga C. ternatea dengan konsentrasi berbeda serta membandingkan hasil pewarnaan infusa bunga C. ternatea dengan giemsa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hematologi dan Kimia Klinik STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto pada bulan Desember 2022. Sampel diperoleh dari darah kapiler dosen STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto. Dibuat 4 preparat, masing-masing yaitu konsentrasi 25%, 50%, 75% infusa bunga C. ternatea dan pewarnaan giemsa 10%. Parameter pengamatan berupa warna eritrosit, warna dari jenis leukosit dan kontras pewarnaan, diamati dengan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Hasil menunjukkan konsentrasi 25% infusa bunga C. ternatea mewarnai eritrosit dengan intensitas warna biru-ungu dan kontras paling baik dibandingkan konsentrasi 50% dan 75%. Eristrosit cenderung basa sehingga dapat terwarna dengan antosianin yang asam. Semua konsentrasi tidak dapat mewarnai sel leukosit sebagaimana pada pewarna giemsa, namun infusa C. ternatea dapat dijadikan pewarna alternatif alami untuk mengamati eritrosit.
Jamur Non-Dermatofita Pada Kuku Jari Tangan (Finger Nails) Penyebab Onikomikosis Fajar Husen; Nuniek Ina Ratnaningtyas; Nur Aini Hidayah Khasanah; Nilasari Indah Yuniati; Dian Islamiyati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.146 KB)

Abstract

Jamur dermatofita merupakan kelompok jamur patogen yang umum dijumpai di negara tropis seperti Indonesia. Jamur ini seringkali menyebabkan infeksi pada kuku (Tine unguium). Selain disebabkan oleh kelompok jamur dermatofita, penyakit kuku yang masuk ke dalam kelompok penyakit mikosis superfisialis, juga dapat disebabkan oleh jamur non dermatofita serta pada kasus yang cukup jarang disebabkan oleh ragi. Akibat infeksi jamur kuku, bagian kuku yang terinfeksi akan menjadi rapuh, mengelupas dan berubah warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis jamur non-dermatofita yang menyebabkan penyakit mikosis superfisialis pada kuku, khususnya Onikomikosis. Penelitian ini merupakan riset deskriptif, dimana sampel pedagang ayam yang diambil kukunya kemudian dikultur pada media biakan potato dextrose agar (PDA), kemudian hasil isolasi dan re-kultur diamati dan diidentifikasi secara makromorfologi dan mikromorfologi. Pengamatan mikromorfologi dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya binokuler dengan perbesaran 400x. Pengamatan makromorfologi meliputi bentuk koloni, tepi koloni, warna koloni, dan permukaan koloni. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif sesuai hasil observasi mikroskopis dan makroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis jamur non-dermatofita yang ditemukan pada sampel kuku pedagang ayam potong di Desa Mandiraja Wetan, Kabupaten Banjarnegara, yaitu Apergillus flavus dan Aspergillus niger.
Perbandingan Senyawa Kuersetin Dan Kaempferol Pada Reseptor COX-2 Sebagai Agen Antikanker Kolorektal Secara In-Silico Nilasari Indah Yuniati; Dian Islamiyati; Nur Aini Hidayah Khasanah; Fajar Husen
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.86 KB)

Abstract

Kanker kolorektal (CRC) merupakan kanker paling umum ke tiga dari seluruh kasus kanker di dunia yang menyumbang 9,4% kasus kematian akibat kanker. Salah satu penyebab CRC yang saat ini mulai banyak diketahui adalah adanya overekspresi pada protein COX-2. Kemampuan penghambatan terhadap ekspresi COX-2 baru-baru ini dijadikan dasar dalam pemilihan obat terapi. Senyawa alami seperti kuersetin (kuer) dan kaempeferol (kaemp) telah diketahui memiliki potensi sebagai antikanker, namun perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui potensinya. Prediksi kemanjuran senyawa kuer dan kaemp sebagai anti-CRC dapat dilakukan dengan menganalisis pola pengikatannya pada COX-2 melalui docking molecular secara in silico. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas penghambatan senyawa kuer dan kaemp terhadap overekspresi protein target COX-2. Pengujian dilakukan melalui tahapan preparasi protein dan ligan, validasi metode, molecular docking senyawa kuer dan kaemp dengan COX-2, serta visualisasi ikatan menggunakan aplikasi PyRx. Hasil menunjukkan binding affinity kuer pada COX-2 lebih kecil dibanding kaemp pada COX-2 masing-masing sebesar -7,9 kkal/mol dan -7,4 kkal/mol. Dapat disimpulkan bahwa kuer mampu berikatan lebih kuat dan stabil dengan COX-2 sehingga diprediksi memiliki efek anti-CRC lebih kuat dibanding kaemp.
KUALITAS RENDAMAN SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF TELUR Ascaris lumbricoides Nur Aini Hidayah Khasanah; Fajar Husen; Nilasari Indah Yuniati; Ulfa Fadilla Rudatiningtyas
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ascaris lumbricoides merupakan salah satu spesies Soil Transmitted Helminths (STH) penyebab infeksi kecacingan atau ascariasis. Diagnosa ascariasis ditegakkan melalui pemeriksaan telur secara mikroskopis yang ditunjang dengan pewarnaan. Rimpang kunyit (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) mengandung senyawa kurkuminoid penghasil pigmen kuning, berpotensi sebagai pewarna telur cacing. Studi ini bertujuan mengetahui kualitas rendaman simplisia rimpang kunyit sebagai pewarna alternatif telur A. lumbricoides dibandingkan eosin 2%, lugol 5% dan tanpa pewarnaan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif. Rendaman simplisia rimpang kunyit diperoleh dengan cara merendam dengan larutan ethanol 96% selama 15 menit. Rendaman simplisia rimpang kunyit memberikan warna telur kekuningan, bentuk telur jelas, dapat dibedakan dengan kotoran dan latar belakang terang. Kontras yang dihasilkan tidak sebaik pada pewarnaan lugol 5%, namun infiltrasi zat warnanya lebih baik. Kontras terbaik didapat pada pewarna eosin 2%. Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh nilai P 0.024<0.05 artinya kualitas pewarnaan telur A. lumbricoides menggunakan variasi pewarna didapatkan hasil berbeda secara signifikan dimana hasil terbaik secara berurutan yaitu eosin 2% > lugol 5% > rendaman simplisia rimpang kunyit > tanpa pewarnaan. Disimpulkan bahwa pewarna alami rendaman simplisia rimpang kunyit dapat digunakan sebagai alternatif pewarnaan telur A. lumbricoides, dengan latar belakang jernih dan infiltrasi warna yang baik meskipun kontras tidak sebaik eosin 2%.