Bayu Suta Wardianto
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Expressive Speech Act on Pamphlet Demonstration Rejecting the Omnibus Law Bill Bayu Suta Wardianto; Abdul Wachid Bambang Suharto; Kim Young Soo
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.13.2.2023.276-288

Abstract

Human expression in venting its emotions through language becomes a very interesting thing to discuss and research. In this study, the expression of language contained in the protest pamphlet on the rejection of the Omnibus Law Bill will be classified and analyzed based on its nature and function in expressive speech. In the research method used is qualitative dextriptif. The data that will be examined in the form of writings contained in pamphlets on the omnibus law rejection demonstrations that took place in the center and the region. The techniques used in the processing and analysis of data in this study are with the stages of data collection, data reduction, and data presentation. The results of the study found a form of expressive speech in the pamphlet demonstration of omnibus law rejection. The expressive action on the demonstration pamphlet Reject Omnibus Law based on its nature is divided into two, namely constructive and destructive speech. Both traits are based on speech that builds or decreases the public perception of the existing speech. Expressive speech also has the function of giving greetings, apologizing, praising, insulting, blaming, mocking, and condolences. Abstracts are written in a single paragraph consisting of 200 words, without libraries/citations.
SUBORDINASI GENDER DALAM KUMPULAN CERPEN BUKAN PERMAISURI KARYA NI KOMANG ARIANI Endah Kusumaningrum; Bayu Suta Wardianto; Rafli Adi Nugroho
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.8643

Abstract

Gender dan karya sastra memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Khususnya prosa (cerpen dan novel) tokoh perempuan khususnya merupakan aspek penting dalam alur yang terjadi dalam prosa. Kajian gender dan karya sastra merupakan bentuk khusus dari feminisme sastra. Penelitian ini berupaya mengurai tentang pergolakan gender yang terjadi dalam Kumpulan Cerpen Bukan Permaisuri Karya Ni Komang Ariani khususnya dari aspek subordinasi. Penelitian menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif. Data penelitian ini yaitu kutipan kalimat yang mengandung unsur subordinasi gender yang terdapat pada kumpulan cerpen Bukan Permaisuri karya Ni Komang Ariani. Sumber data dalam penelitian ini merupakan cerpen-cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Bukan Permaisuri karya Ni Komang Ariani. Cerpen yang menjadi sumber data antara lain: Perempuan yang Tergila-gila pada Idenya, Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara, dan Nyoman Rindi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik baca dan catat. Tahapan atau langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menerapkan tiga tahapan, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) reduksi/ pengklasifikasian data, dan (3) mengurai/ menganalisis dan menyajikan data. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang adanya tiga jenis subordinasi yaitu (1) subordinasi fisik, (2) subordinasi psikologi, dan (3) subordinasi sosial. Ketiga jenis subordinasi tersebut terjadi karena lingkungan internal (keluarga) dan eksternal (sosial masyarakat) menempatkan perempuan sebagai ‘sosok’ yang dianggap inferior dan kurang layak untuk mendapat peran sentral di ruang publik.Kata kunci: subordinasi gender, cerita pendek