Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MU’ASYARAH BIL MA’RUF SEBAGAI ASAS PERKAWINAN (Kajian Qs. al-Nisa: 19 dan Qs. Al-Baqarah : 228) Ismi Lathifatul Hilmi
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.6.2.155-174

Abstract

Dewasa ini permasalahan dalam rumah tangga semakin sering ditemukan di publik baik dalam kehidupan bertetangga maupun yang terlihat melalui media sosial. Dalam kehidupan berumah tangga, penting untuk mengenali hak dan kewajiban yang harus dipenuhi satu sama lain. Hak dan kewajiban tersebut terrangkum dalam suatu konsep yang disebut mu‟asyarah bil ma‟ruf. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai konsep Mu‟asyarah bil Ma‟ruf sebagai asas dalam perkawinan, yang mana mu‟asyarah bil ma‟ruf merupakan relasi, hak dan kewajiban dalam rumah tangga yang harus dipenuhi oleh setiap individu keluarga. Artikel ini menggunakan pendekatan Al-Qur‟an dan Hadis, dengan mencantumkan beberapa dalil yang membahas mengenai mu‟asyarah bil ma‟ruf. Penelitian ini menghasilkan sudut pandang pemahaman yang ditarik dari Al-Qur‟an dan hadis melalui tafsirnya mengenai mu‟asyarah bil ma‟ruf yang mana mu‟asyarah bil ma‟ruf merupakan konsep kesalingan antara suami dan istri untuk menghadirkan setiap perbuatan baik dalam rumah tangga ketika berinteraksi serta komunikasi yang baik antara keduanya.
ANALISIS PENOLAKAN PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA WATES : (Studi Terhadap Perkara nomor 39/Pdt.P/2018/PA. Wts) Mutasir; Hendri Kroniko; Akmal Abdul Munir; Ismi Lathifatul Hilmi; Armi Agustar
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i3.84

Abstract

Abstract This article is motivated by the rejection by the Wates Religious Court of the application for marriage dispensation based on the Judge's view of the conditions of the applicant and the bride and groom to be married. The purpose of this article is to find out the reasons for the Judge's refusal and analyze it with child protection theory. This research is qualitative by using a case study approach in court case number 39/Pdt.P/2018/PA. Wts. The result of this analysis is that granting and rejecting applications for marriage dispensation is not an easy thing for the Judges. The panel of judges makes full efforts to ijtihad to find the best result for the child. The judge considers the long-term benefits of marriage. They emphasize that the implementation of marriage is not difficult but requires effort to maintain it. By considering the long-term benefits and understanding that running a marriage is hard, couples need to prove that each has an understanding and readiness both mentally, economically, and psychologically. Keywords: Marriage Dispensation, Child Marriage, Child Protection.