Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas IX dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen [The Implementation of the Cooperative Learning Model to Increase Students' Activeness in a Grade 9 Biblical Studies Class] Chindy Mutiara Br Hombing; Yanti Yanti
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 5, No 2 (2023): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i2.6804

Abstract

Students as beings created in the image of God have qualities that exceed other creatures, namely intellectual, social, and spiritual abilities that direct them to positive goals through their involvement in the learning process. Not only do they need to learn to listen to the teacher, but students are also expected to play an active role in their learning. In fact, the situation found indicate the tendency of student to only listen to the teacher's delivery, thus the learning is less interactive and collaborative. As a result, the learning atmosphere seems stiff and boring and even student does not have the opportunity to express their perspective on the learning material. This indicates the teacher's lack of attention to the existence of students as Imago Dei who have been specially equipped to experience the learning process. Thus, the problem of activity urges teachers to create an interactive learning atmosphere. The author proposes a method that can be applied, namely the cooperative learning model. The purpose of this study is to examine the results of the implementation of the cooperative learning model as an effort to increase student activity. The research method used is descriptive qualitative through a literature review of previous studies. The results of the implementation of the cooperative learning model can increase student activity measured based on three indicators of research success, namely student participation, social interaction and paying attention to teacher explanations in participating in learning. The author's suggestion for further research is to apply a cooperative learning model by using supporting methods such as role play and mind mapping to increase student activity.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Siswa sebagai ciptaan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah memiliki kualitas yang melebihi ciptaan lainnya, yaitu kemampuan intelektual, sosial, dan spiritual yang mengarahkan siswa kepada tujuan yang positif melalui keterlibatannya dalam suatu proses pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar dengan mendengarkan guru, tetapi siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Kenyataannya, kondisi yang ditemukan menunjukkan adanya kecenderungan siswa hanya mendengarkan penyampaian guru sehingga pembelajaran kurang interaktif dan kolaboratif. Akibatnya, suasana pembelajaran terkesan kaku dan membosankan bahkan siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya terhadap materi pembelajaran. Hal ini mengindikasikan kurangnya perhatian guru terhadap keberadaan siswa sebagai Imago Dei yang telah dibekali secara khusus untuk mengalami proses pembelajaran. Dengan demikian, masalah aktivitas mendesak guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif. Penulis mengajukan sebuah metode yang dapat diterapkan, yaitu model pembelajaran kooperatif. Sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengkaji hasil penerapan model pembelajaran kooperatif sebagai upaya meningkatkan aktivitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktivitas siswa yang diukur berdasarkan tiga indikator keberhasilan penelitian, yaitu partisipasi siswa, interaksi sosial dan memperhatikan penjelasan guru dalam mengikuti pembelajaran. Saran penulis untuk penelitian selanjutnya adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode pendukung seperti role play dan mind mapping untuk meningkatkan aktivitas siswa.
Kajian Natur Siswa sebagai Gambar dan Rupa Allah dalam Pendidikan Kristen yang Holistik [The Study of Students' Nature as the Image and Likeness of God in Holistic Christian Education] Chindy Mutiara Br Hombing; Yanti Yanti
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 5, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i3.7344

Abstract

The philosophy of Christian education is based on the foundation of restoration of man as the image and likeness of God who fell into sin to be reconciled and redeemed to God. Christian education aims to transform students towards the likeness of God's character. Unfortunately, the practice of Christian education pays less attention to the development of the whole aspects of a student and instead only focuses on particular aspects, so that many students only obtain knowledge, but are lacking character and spiritual life shown in their life. This gap awakens the needs for a holistic approach, namely focusing on all aspects of human life. Therefore, the purpose of this article is to explain the implications of holistic Christian education practices based on the importance of students' natures in achieving the goals of Christian education. The method used here is literature study based on several focus studies, namely philosophical views, students as the image and likeness of God and holistic Christian education. As a result, the existence of holistic students is directed to learning that comes from God's truth through holistic Christian education. The practice of Christian education is recommended to provide teachings that touch the heart to bring humans to recovery towards the right way of life before God. Educational institutions present an integrated curriculum of spiritual aspects to realize a positive response and responsibility of students towards others and nature.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Filsafat pendidikan Kristen mendasari pada pemulihan manusia sebagai gambar dan rupa Allah yang jatuh ke dalam dosa untuk direkonsiliasi, ditebus dan didamaikan dengan Allah. Pendidikan Kristen bertujuan mentransformasi individu secara utuh untuk menuju keserupaan karakter Allah. Faktanya, praktik pendidikan Kristen kurang memperhatikan pengembangan semua aspek dan tidak jarang hanya terfokus pada satu aspek saja, sehingga banyak siswa yang hanya berpengetahuan baik namun karakter dan kehidupan spiritual yang ditunjukkan malah kurang atau buruk. Kesenjangan ini menyadarkan perlunya pendekatan holistik yaitu memberi perhatian kepada seluruh aspek kehidupan manusia. Oleh sebab itu, tujuan penulisan ini yaitu memaparkan implikasi praktik pendidikan Kristen yang holistik berdasarkan pertimbangan pentingnya natur siswa dalam mewujudkan tujuan pendidikan Kristen. Metode yang dipakai adalah studi literatur berdasarkan beberapa fokus kajian yakni tinjauan filosofis, siswa sebagai gambar dan rupa Allah dan pendidikan Kristen yang holistik. Hasilnya, keberadaan siswa yang holistik diarahkan kepada pembelajaran yang bersumber dari kebenaran Allah melalui pendidikan holistik. Praktik pendidikan Kristen disarankan memberikan pengajaran yang sampai menyentuh hati untuk membawa manusia kepada pemulihan menuju cara hidup yang benar di hadapan Allah. Institusi pendidikan menghadirkan kurikulum terintegrasi aspek spiritual untuk mewujudkan respons positif dan tanggung jawab siswa terhadap sesama dan alam.
ZERO WASTE LIFESTYLE: IMPLEMENTASI DESA SADAR LINGKUNGAN BERBASIS APLIKASI DIGITAL PADU E-TRASH DIKELURAHAN KELAPA DUA Chandra Han; Suparman Suparman; Chathryne B. Nainggolan; Yanti Yanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2593

Abstract

Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Melalui program Zero Waste Lifestyle: Implementasi Desa Sadar Lingkungan Berbasis Aplikasi Digital PADU e-Trash yang dilaksanakan di Kelurahan Kepala Dua, tim PPK Ormawa membagi tanggung jawab secara terstruktur untuk memastikan keberhasilan kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan utama serta merancang solusi yang relevan, yaitu meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembelian perlengkapan untuk bank sampah dan perencanaan pelatihan kerajinan dari sampah. Pada tahap pelaksanaan, tim mahasiswa secara bergantian melakukan kunjungan ke desa sebanyak delapan kali untuk mendistribusikan perlengkapan dan membimbing warga dalam pengolahan sampah menjadi barang bernilai guna seperti vas bunga dari botol plastik dan pupuk kompos dari sampah organik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mendaur ulang sampah serta meningkatkan kreativitas dan kemandirian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga dalam mengikuti pelatihan dan mulai menerapkan praktik daur ulang di kehidupan sehari-hari.