Tambang tanpa izin seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan, karena tidak melakukan kaidahpertambangan yang baik. Salah satu area penambangan pasir dan batu (sirtu) terletak di Dusun Nurum Lor.Berdasarkan RTRW Kabupaten Klaten wilayah penambangan pasir dan batu tersebut diperuntukan sebagai lahanperkebunan sengon. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui evaluasi kesesuaian lahan penambangan pasirdan batu untuk dijadikan lahan perkebunan. Metode yang digunakan adalah metode survey dan pemetaan,metode pengambilan sampel dengan purposive sampling, metode analisis laboratorium, metode evaluasi weightfactor matching. Parameter yang digunakan dalam evaluasi kesesuaian lahan adalah temperatur rerata, lamabulan kering, curah hujan tahunan, drainase tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, pH tanah, batuan dipermukaan, singkapan batuan, bahaya erosi, kemiringan lereng, dan bahaya banjir. Hasil evaluasi kesesuaianlahan penambangan menunjukkan bahwa klasifikasi kesesuaian lahan untuk semua satuan medan termasukkedalam kelas N2. Satuan medan A memiliki faktor pembatas kedalaman efektif tanah, batuan di permukaan danbahaya erosi; satuan medan B memiliki faktor pembatas kedalaman efektif tanah, batuan di permukaan, bahayaerosi dan kemiringan lereng; dan satuan medan C memiliki faktor pembatas kedalaman efektif tanah, bahayaerosi dan kemiringan lereng.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan; Tambang; Perkebunan