Transformasi digital menuntut sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan model kerja modern demi mempertahankan daya saing. Kendati demikian, sebagian besar UMKM di Kota Depok masih menghadapi hambatan mendasar, seperti keterbatasan literasi teknologi, kaburnya batas waktu kerja pribadi (blurring boundaries), serta ketiadaan SOP kerja digital yang memadai sehingga memicu kelelahan kerja (burnout) dan penurunan kinerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui perancangan tata kelola lingkungan kerja digital (digital workplace) yang fleksibel sekaligus produktif. Program pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang terstruktur, meliputi analisis kebutuhan mitra, pelatihan teknis adopsi perangkat kolaborasi digital berbasis komputasi awan, lokakarya manajemen waktu dan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), serta pendampingan penyusunan pedoman komunikasi kerja digital. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta observasi kualitatif terhadap efektivitas alur kerja para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajerial dan literasi digital peserta sebesar 42%, terbangunnya standardisasi jam kerja dan komunikasi tim yang lebih tertib, serta peningkatan efisiensi pengerjaan tugas harian hingga 35%. Kesimpulannya, intervensi tata kelola ruang kerja digital yang sehat dan terstruktur terbukti efektif mengoptimalkan produktivitas operasional tanpa mengorbankan kesejahteraan kerja karyawan UMKM. Program ini merekomendasikan perlunya monitoring berkelanjutan terhadap konsistensi penerapan SOP kerja digital guna menjamin keberlanjutan dampak positif bagi iklim kerja organisasi.