Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Industrial View

Analisis Risiko Cidera pada Pekerja Pengisian Ulang Air Galon menggunakan Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors Survey Ika anggraeni khusnul khotimah; Digitha Oktaviani Putri; Ken Erliana; Fuad Kautsar; Samsudin Hariyanto; Aang Fajar Passa Putra; Hairul Anwar
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9785

Abstract

AbstractWater is one of the basic daily needs for humans, because many activities are needed with water such as drinking, bathing, cooking, washing, and even doing production also requires water. One of the needs of modern humans is refill gallons of water, because it is practical and fast when needed. The activity involved in buying and selling refill gallon water is lifting. In filling gallon refill water located in the Pisang Candi sub-district, Sukun, Malang, East Java, in a day it can sell 50 to 100 gallons per day. Workers lift gallons with a frequency of 50-100/day, which can cause musculoskeletal disorders which are symptoms that occur in muscle tissue, the nervous system, bone structure and blood vessels with pain, numbness and sleep disturbances. Using the Recommended Weighted Limit (RWL) analysis, after calculating it is known that the lifting index for origin is 7.88 and the destination is 13.49 so it is very risky and needs to be identified using the Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors (BRIEF) survey method and a complaint questionnaire to identify risks in the activities carried out by workers. Based on the recapitulation results using the Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors Survey and worker complaints, the total highest score is 4 which means that a high risk rating is found in the limbs on the right and left arms, right and left shoulders, neck and back. The recommendations recommended to minimize the risk of injury to the workers' limbs are to provide education to workers filling water refills in the form of videos and posters about stretching the upper and lower body, how to lift a gallon safely and correctly.AbstrakAir merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari bagi manusia, karena banyak aktivitas yang dibutuhkan dengan air seperti minum, mandi, memasak, mencuci, bahkan melakukan produksi juga memerlukan air. Salah satu kebutuhan pada manusia modern yaitu air galon isi ulang, karena praktis dan cepat ketika diperlukan. Kegiatan yang dalam jual beli air galon isi ulang yaitu mengangkat. Pada pengisian air isi ulang galon yang berlokasi di kelurahan Pisang Candi, Sukun, Malang Jawa Timur, dalam sehari dapat menjual 50 sampai 100 galon per harinya. Pekerja mengangkat galon dengan frekuensi 50-100/hari, sehingga dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal disorders yang merupakan gejala yang terjadi karena pada jaringan otot, sistem syaraf, struktur tulang, dan pembuluh darah dengan rasa nyeri, mati rasa serta gangguan tidur. Menggunakan analisis Recommended Weighted Limit (RWL), setelah dilakukan perhitungan diketahui lifting index origin sebesar 7,88 dan destination 13,49 sehingga sangat berisiko dan perlu dilakukan identifikasi menggunakan metode BRIEF survey dan kuisioner keluhan untuk mengidentifikasi risiko dalam aktivitas yang dilakukan pekerja. Berdasarkan hasil rekapitulasi dengan menggunakan Baseline Risk Identification of Ergonomic Factors (BRIEF) Survey dan keluhan pekerja menunjukkan total nilai tertinggi sebesar 4 yang berarti memiliki risk rating high terdapat pada anggota tubuh di bagian lengan kanan dan kiri, bahu kanan dan kiri, leher, dan punggung. Usulan yang direkomendasikan untuk meminimalkan risiko cidera pada anggota tubuh pekerja tersebut yaitu memberikan edukasi kepada pekerja pengisian air isi ulang berupa video dan poster mengenai peregangan tubuh bagian atas dan bawah, cara mengangkat galon yang aman dan benar.
Pemanfaatan Serbuk Kayu menjadi Souvenir menggunakan Konsep Pohon Tujuan dan Morfologi Diagram Mochammad Rofieq; Immanuel Felix Ondang; Ken Erliana; Primahasmi Dalulia; Samsudin Hariyanto
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i2.11399

Abstract

 Abstract  PT. Berdikari Meubel Nusantara is a furniture manufacturing company that uses three types of wood, namely mahogany, pine, and teak. Handling and processing sawdust waste is a challenge that needs to be overcome effectively so that the waste can become a product that has added value. The value-added product in question is souvenir craft. The utilization of coarse sawdust can be mixed with epoxy resin to form composite materials, which can be used as the basic material for souvenir crafts. It is known that the strength of composite materials increases with the increasing composition of the resin in composite materials, and the character of composite materials If the composition of sawdust is higher, the resulting composite material will be opaque and lighter. Then the manufacture of composite materials will use a ratio of 1:1. Regional attributes, cultural elements, innovation in form, design, and ease of application are important factors to consider when designing a product for souvenirs. The collected data is needed to be translated into the interpretation of product requirements to be used in making the Objective Tree and Morphological Diagrams. Evaluation of alternative product designs is carried out by considering the minimum risks. Abstrak PT. Berdikari Meubel Nusantara merupakan perusahaan manufaktur furniture yang menggunakan 3 jenis kayu yakni mahoni, pinus, dan jati. Penanganan dan pengolahan limbah serbuk kayu menjadi sebuah tantangan yang perlu diatasi secara efektif, sehingga limbah tersebut dapat menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Produk bernilai tambah yang dimaksud adalah kerajinan souvenir. Pemanfaatan serbuk kayu kasar dapat dicampur dengan resin epoxy untuk membentuk bahan komposit digunakan sebagai bahan dasar kerajinan souvenir. Diketahui bahwa kekuatan bahan komposit meningkat seiring dengan bertambahnya komposisi dari resin dalam bahan komposit dan karakter dari bahan kompositnya. Jika komposisi serbuk kayu semakin tinggi maka bahan komposit yang dihasilkan cenderung tidak tembus pandang dan semakin ringan. Maka pembuatan bahan komposit digunakan perbandingan 1 : 1. Hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan souvenir adalah atribut daerah, unsur budaya, inovasi dalam bentuk, desain, dan mudah dalam pengaplikasiannya. Dari data yang terkumpul diterjemahkan ke dalam interpretasi kebutuhan produk yang akan digunakan dalam pembuatan Pohon Tujuan serta Morfologi Diagram. Evaluasi alternatif desain produk dilakukan dengan mempertimbangkan resiko yang paling minimal