Elly Lasmanawati
Indonesia University of Education

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMAHAMAN HASIL BELAJAR “MENYIAPKAN DAN MENGOLAH HIDANGAN PENUTUP PANAS DAN DINGIN (HOT AND COLD DESSERT)” SEBAGAI KESIAPAN PRAKTIK PENGOLAHAN MAKANAN KONTINENTAL DI SMKN 1 PACET Andjani Zella Andrianti; Elly Lasmanawati; Ai Nurhayati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.033 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.6462

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman peserta didik pada kompetensi “Menyiapkan dan Mengolah Hidangan Penutup Panas dan Dingin (Hot and Cold Dessert)” sebagai kesiapan praktik Pengolahan Makanan Kontinental yang diharapkan dapat memberikan gambaran hasil belajar kompetensi tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemahaman peserta didik meliputi tahap persiapan, tahap pengolahan dan tahap penyajian dalam pembuatan produk bread pudding, choux paste dan mousse sebagai kesiapan praktik Pengolahan Makanan Kontinental. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi 70 peserta didik kelas XI, jumlah sampel penelitian sebanyak 35 dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman hasil belajar “Menyiapkan dan Mengolah Hidangan Penutup Panas dan Dingin (Hot and Cold Dessert)” dalam tahap persiapan pada kriteria cukup (48)  tahap pengolahan pada kriteria cukup (49), dan tahap penyajian pada kriteria cukup (58). Kesimpulannya adalah pemahaman hasil belajar “Menyiapkan dan Mengolah Hidangan Penutup Panas dan Dingin (Hot and Cold Dessert)” sebagai kesiapan Praktik Pengolahan Makanan Kontinental di SMKN 1 Pacet berada pada kategori cukup. Saran ditujukan kepada peserta didik agar menambah pengetahuan yang telah didapat dengan membaca buku maupun dari sumber lain seperti internet dan kepada guru agar lebih memotivasi proses pembelajaran dan menambahkan materi pembelajaran.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR ILMU GIZI KELAS X PATISERI DI SMK NEGERI 9 BANDUNG Mellinda Oktavia; Elly Lasmanawati; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.335 KB) | DOI: 10.17509/boga.v5i2.5172

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan data yang peneliti peroleh pada saat pelaksanaan PLP di SMK Negeri 9 Bandung pada tahun ajaran 2014/2015, terdapat 30 dari 71 siswa yang memiliki nilai rata-rata ulangan harian di bawah KKM. Nilai ini merupakan perolehan nilai rata-rata dari lima kali ulangan harian pada kompetensi dasar  protein, vitamin, mineral, DKBM, dan AKG sebelum diadakan perbaikan. Permasalahan di atas merupakan salah satu gejala terjadinya kesulitan belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesulitan materi ilmu gizi dan peranan indikator berdasarkan faktor anak didik, sekolah, keluarga, dan lingkungan yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar ilmu gizi. Sampel penelitian ini menggunakan sampel acak atau random sampling terhadap 84 responden yang merupakan gabungan dari kelas X Patiseri 1 sebanyak 35 siswa, X Patiseri 2 sebanyak 32 siswa, dan X Patiseri 3 sebanyak 17 siswa tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian tes dan angket. Hasil penelitian analisis kesulitan materi (siswa kelas X Patiseri di SMK Negeri 9 Bandung) menunjukkan materi ilmu gizi yang paling sulit dipahami adalah materi DKBM dan DBMP. Materi AKG, Mineral, dan Vitamin berada pada tingkat kesulitan materi “sedang”, protein dan lemak berada pada tingkat kesulitan materi “rendah”, dan karbohidrat merupakan materi dengan tingkat kesulitan “sangat rendah”. Hasil penelitian mengenai faktor penyebab yang berperan “besar” terhadap kesulitan belajar ilmu gizi adalah faktor anak didik, lingkungan dan keluarga, sedangkan faktor sekolah berperan “sedang” terhadap kesulitan belajar ilmu gizi. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada guru pengampu untuk lebih mengoptimalkan pembelajaran ilmu gizi. Rekomendasi kepada siswa untuk mengetahui apa saja penyebab siswa kesulitan belajar sehingga dapat menjadi acuan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik. Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Ilmu Gizi
ANALISIS ALAT PENILAIAN PEMBELAJARAN UJIAN AKHIR SEMESTER MATA PELAJARAN PRODUKTIF KEAHLIAN KELAS X TATA BOGA DI SMK SHANDY PUTRA BANDUNG Tresna Dewi Aripian; Elly Lasmanawati; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.436 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.6536

Abstract

Alat penilaian ujian akhir semester di SMK Shandy Putra Bandung tidak dilakukan pengujian alat penilaian dari segi empirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesukaran, daya beda, efektifitas pengecoh, dan reliabilitas soal ujian akhir semester tahun ajaran 2012-2013 pada mata pelajaran produktif keahlian kelas X Tata Boga. Populasi sebanyak 40 butir soal, semuanya dianalisis yang terdiri dari 69 lembar jawaban siswa. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif dimana tidak adanya perlakuan terhadap variabel, hanya menjelaskan hasil penelitian dengan apa adanya. Hasil analisis kuantitatif seluruh butir soal menunjukkan bahwa,   tingkat kesukaran soal dengan kriteria sukar 25% , sedang 10% dan mudah 65%. Daya beda, dengan kriteria baik 5%, cukup baik 42,5%, jelek 37,5% dan sangat jelek 15%. Efektifitas pengecoh, tidak berfungsi dengan baik 84%, dan pengecoh berfungsi dengan baik 16%. Reliabilitas sebesar 0,413 artinya soal memiliki keajegan yang sedang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa soal memiliki Tingkat Kesukaran sedang dengan rata-rata (mean p) 0,652 , Daya Beda jelek dengan rata-rata (mean tot) 0,198,  Efektifitas Pengecoh kurang berfungsi serta Reliabilitas (alpha) sedang dengan nilai  0,413.
MANFAAT KOMPETENSI “MELAKUKAN KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN JASA” PADA PRAKTIKUM “MENYEDIAKAN LAYANAN MAKANAN DAN MINUMAN DI RESTORAN” Cynthia Dewi Ryanditra; Ade Juwaedah; Elly Lasmanawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.364 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.6496

Abstract

Komunikasi merupakan kegiatan utama dalam setiap aktivitas manusia yang pada praktiknya selaras dengan kaidah kesopanan dan menjunjung tinggi etika. Komunikasi dimuat pada kurikulum SMK Negeri 2 Baleendah berupa mata diklat “Melakukan Komunikasi dalam Pelayanan Jasa” yang diberikan pada Kelas X Jasa Boga Semester 1 dengan dominan teori dan diberikan dalam durasi 45 menit setiap pertemuan. Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang manfaat pengetahuan komunikasi kerja, keterampilan komunikasi non verbal dan komunikasi verbal dari kompetensi tersebut pada praktik General Service Procedure (GSP) yang merupakan bagian dari praktikum “Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana sebanyak 59 responden. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa ketiga aspek yang diteliti masing-masing bermanfaat untuk praktikum “Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran”. Saran ditujukan bagi siswa agar terus meningkatkan pemahaman dan melatih keterampilan berkomunikasi, serta bagi guru mata pelajaran untuk lebih lebih banyak mengadakan simulasi sehingga mempermudah siswa memahami materi.
PENDAPAT DOSEN LUAR BIASA TENTANG KOMPETENSI SOSIAL PRAKTIKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN TATA BOGA Ruri Susanti; Ade Juwaedah; Elly Lasmanawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.408 KB) | DOI: 10.17509/boga.v2i1.6425

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi sosial yang dimiliki Praktikan Prodi Pendidikan Tata Boga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat Dosen Luar Biasa di SMK Pariwisata Kota Bandung dan Cimahi, penelitian merupakan kompetensi sosial yang meliputi kegiatan komunikasi dan interaksi praktikan PPL dalam kegiatan bimbingan, Kegiatan Belajar Mengajar, sosial pribadi dan kegiatan di luar mengajar. Metode yang digunakan yaitu deskriftif dengan sampel total sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan Quesioner dengan menggunakan angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi sosial praktikan pada kegiatan bimbingan praktikan selalu berkomunikasi dengan baik dengan bertutur kata lembut sopan, kompetensi sosial dalam kegiatan mengajar bahwa praktikan selalu tidak diskriminatif terhadap siswa, kompetensi sosial pribadi praktikan ditunjukan dengan praktikan selalu berinisiatif bertanya sementara kompetensi sosial praktikan pada kegiatan di luar mengajar praktikan selalu disiplin dengan hadir tepat. Saran untuk Dosen Luar Biasa agar terus memotivasi praktikan dalam meningkatkan kompetensi sosial agar menjadi guru yang professional.
MANFAAT PENGETAHUAN “MENGOLAH HIDANGAN BERBAHAN TERIGU (PASTA)” SEBAGAI KESIAPAN COOK HELPER PADA SISWA SMKN 9 BANDUNG Eliza Novrianti Rahayu; Elly Lasmanawati; Yulia Rahmawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.282 KB) | DOI: 10.17509/boga.v3i1.5168

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini ingin mengetahui tingkat kemampuan pengetahuan siswa dalam “mengolah hidangan berbahan terigu (pasta) untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki sebagai cook helper hotel dan restoran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana manfaat pengetahuan mengolah hidangan berbahan terigu (pasta) pada kesiapan menjadi cook helper, pada tahap persiapan, pengolahan dan penyajian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data.  Sampel yang digunakan adalah purposive yaitu siswa kelas XII Program Keahlian Jasa Boga 2 angkatan 2012 SMKN 9 Bandung yang telah lulus Kompetensi Dasar Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta) dan belum melaksanakan praktek kerja industri sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengetahuan siswa pada tahap persiapan, tahap pengolahan, dan tahap penyajian berada pada kriteria bermanfaat, mengandung implikasi bahwa siswa mampu menyerap materi “Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta)” bermanfaat sebagai kesiapan cook helper. Saran ditujukan kepada guru pengampu mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental agar lebih mengembangkan materi pembelajaran tentang “Hidangan Berbahan Terigu (Pasta)”, serta dapat memberikan motivasi pada siswa sehingga siswa lebih siap melaksanakan praktek kerja industri dan bekerja  di industri sebagai cook helper. Kata Kunci : Manfaat Pengetahuan, Mengolah Hidangan Berbahan Terigu (Pasta), Kesiapan, Cook Helper, Siswa SMK
PENERAPAN HASIL BELAJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA PADA PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA Dian Fadillah; Elly Lasmanawati; Yulia Rahmawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.87 KB) | DOI: 10.17509/boga.v2i1.6417

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterkaitan materi pengelolaan keuangan dalam mata kulian Manajemen Sumber Daya Keluarga (MSDK) pada pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penerapan hasil belajar MSDK pada pengelolaan keuangan mahasiswa Pendidikan Tata Boga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Tata Boga angkatan 2011, sampel sebanyak 32 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive. Hasil penelitian menunjukan penerapan hasil belajar MSDK tentang perencanaan dan evaluasi penggunaan keuangan berada pada kriteria cukup diterapkan, sedangkan penerapan hasil belajar MSDK tentang pelaksanaaan penggunaan keuangan berada pada kriteria kurang diterapkan. Saran ditujukan pada mahasiswa agar lebih menerapkan hasil belajar MSDK, agar mahasiswa dapat mengelola keuangan, baik keuangan pribadi maupun keuangan lainnya.