Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Use of Babasan Idiomatic Expressions in the Short Stories of Cindulamg Aya Kembang by Aam Amilia Miza Rohmani Putri; Raisya Revalia Putri; Yayat Sudaryat; Zulfikar Alamsyah
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 11 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20485658

Abstract

This study aims to describe the forms and meanings of idioms in the carpon Di Cindulang aya Kembang by Aam Amilia. This study is qualitative in nature. The data used in this study were taken from the carpon. The data consisted of words, sentences, or expressions containing idiomatic babasan. The data collection technique used was literature study. The results show that there are several types of idiomatic expressions in the short story Di Cindulang aya Kembang by Aam Amilia, namely idiomatic expressions wangun rundayan, babasan wangun kantetan, babasan wangun frasa, babasan miraga, babasan misato, babasan mituwuhan, babasan mialam, and babasan mibarang. These idioms are used to state, conclude, emphasize, satirize, and criticize something. Reconstructing short stories into mini stories requires not only a deep understanding of narrative structure, but also sensitivity to aesthetic values and language rhythm.
Apakah Kita Benar-benar Menghidupi Sila Kemanusiaan? Menafsir Nilai Humanis Ungkapan Tradisional Sunda Yayat Sudaryat; Temmy Widyastuti; Hernawan Hernawan; Dede Kosasih; Zulfikar Alamsyah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (Special Issue) (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91641

Abstract

Nilai kemanusiaan dalam budaya Sunda tidak hanya diwariskan melalui ajaran formal, tetapi juga melalui ungkapan tradisional yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ungkapan-ungkapan tersebut merefleksikan nilai humanisme yang sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai humanisme serta kearifan lokal Sunda yang terkandung dalam ungkapan tradisional Sunda dengan merujuk pada nilai moral sila kedua Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data penelitian berupa ungkapan tradisional Sunda yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku peribahasa Sunda, kamus budaya, dan naskah budaya, serta sumber lisan melalui wawancara dengan informan budayawan dan tokoh masyarakat Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna filosofis ungkapan. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional Sunda secara dominan merepresentasikan nilai kemanusiaan berupa keadilan sosial, kesetaraan martabat manusia, empati dan cinta kasih (silih asih), pengembangan potensi diri (silih asah), serta tanggung jawab sosial dan kepedulian (silih asuh), yang selaras dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai medium internalisasi nilai Pancasila yang kontekstual dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya dalam pembelajaran Pancasila, bahasa, dan budaya Sunda, serta sebagai rujukan dalam pelestarian nilai-nilai humanisme dalam kehidupan bermasyarakat.