Khairul Suhada
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KEMAMPUAN PENGELASAN TERHADAP BEBAN IMPAK DAN TEKAN PADA BAJA C0.40-0.50% Khairul Suhada; Muhammad Rafiq Yanhar
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.282 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui nilai kekuatan sambungan las pada besi mal Nako baja C40-50% dengan variasi kuat arus, mengetahui hasil pengelasan terbaik dengan memvariasikan kuat arusnya, mengetahui nilai kekerasan sambungan las.Adapun ruang lingkup penelitian adalah proses pengelasan dengan busur listrik elektroda terbungkus (SMAW) terhadap sambungan besi mal Nako  baja C40-50% kuat arus (80, 100, 120) Ampere, tegangan 20 Volt dan kecepatan pengelasan 10 mm/s, jenis kawat las memakai E 6013,Ø 2,5 x 350 mm, jenis besi mal dengan sisi 10 mm, posisi pengelasan secara Flat (datar) dengan sudut kawat saat penelasan 700, analisa kekuatan Impak untuk mengetahui kekuatan Impak sambungan las dan analisa kekerasan menggunakan Brinnel Test.Dari seluruh kegiatan peneltian maka dapatlah disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Energi yang paling rendah diserap pada pengujian impack adalah 4,996 Joule pada pengelasan dengan kuat arus 80 Ampere. Energi yang paling tinggi diserap pada pengujian impack adalah 11,52 Joule pada pengelasan dengan kuat arus 120 Ampere. Nilai pukulan takik terendah pada pengujian impack adalah 0.0499 Joule/mm2 yaitu pada kuat arus pengelasan 120 Ampere. Nilai pukulan takik tertinggi pada pengujian impack adalah 0.1152 Joule/mm2 yaitu pada kuat arus pengelasan 80 Ampere. Semakin rendah kuat arus pengelasan maka sambungan pengelasan lebih bersifat ulet. Semakin tinggi kuat arus pengelasan maka sambungan pengelasan lebih bersifat getas. Nilai BHN terendah pada pengujian Brinnel Test adalah pada kuat arus pengelasan 80 Ampere. Nilai BHN tertinggi pada pengujian Brinnel Test adalah pada kuat arus pengelasan 120 Ampere. Semakin tinggi kuat arus pengelasan maka cairan elektroda yang membeku semakin keras. Kuat arus pengelasan mempengaruhi sifat mekanik sambungan pengelasan. Kuat arus 120 Ampere memiliki kemampuan meresap lebih dalam ke dalam spesimen daripada kuat arus 80 Ampere.
KAJIAN KEBUTUHAN UAP DAN KEAMANAN KONTRUKSI BOILER INDUSTRI TAHU KAPASITAS UMKM Khairul Suhada
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.836 KB)

Abstract

Penghematan bahan bakar dalam industri tahu mempengaruhi harga tahu itu sendiri, perubahan proses perebusan saripati kacang kedelai dari konvensional berubah dengan menggunakan uap air dapat menghemat biaya operasional sampai 50%.uap menjadi kebutuhan industri tahu moderen tetapi keamanan dari kontruksi boiler ketika dioperasikan haruslah terjadi. Standar ASME dapat dijadikan acuan karena sudah lama teruji, dari standar tersebut menghasilkan nominal dimensi dan kapasitas boiler yang akurat yaitu Material Pelat badan boiler SA285Grade C, diameter 1000 mm dengan tebal Pelat 3 mm dengan tekanan 8bar (116 lb/in2) dan temperature 150 0 C aman untuk kontruksi Boiler.Material SA53GradeB untuk pipa api dengan tebal 1,133 mm, diameter 68 mm. MaterialSA 285 Grade C dipilih untuk tube sheet dengan tebal 1,6256 mm dan tekanan 111 lb/in2 aman  untuk digunakan. Material SA53 Grade B untuk pipa nozel dengan tebal 1,4478 mm untuk lubang safety valve, pressure gauge / manometer, thermometer, water level gauge, pada tekanan kerja 116 lb/in2 aman untuk digunakan. Material carbon steel main steamvalve,dan  blowdown dengan  tebal  1,27 mm  dan  diameter 2 in aman untuk digunakan. Volume Boiler 0,511m3 = 511 Kg =511 Liter. Kapasitas Boiler 320 Kg/am.Energi panas yang dibutuhkan Boiler/penguapan awal 751.756,8 kJ/jam. Bahan bakar kayu yang dibutuhkan 54,9 kg/jam. Kalor yang dibutuhkan untu kepenguapan=172.337.360,62 J.  Waktu penguapan  awal = 1/4,362 jam = 13,75 menit, pada perebusan 40 Kg kacang kedelai.
ANALISA KUAT ARUS AC ARC WELDER TERHADAP BEBAN TARIK PADA PENGELASAN BAJA ST 60 Khairul Suhada
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.376 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kekuatan sambungan las pada plat baja ST 60 dengan variasi kuat arus, mengetahui hasil pengelasan terbaik dengan memvariasikan kuat arusnya, mengetahui perbandingan nilai kekuatan tarik pelat dengan sambungan las dan tanpa sambungan las. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari material baja ST 60 sebagai material uji dalam penelitian ini. Hasil pengujian tarik pada umumnya adalah parameter kekuatan (kekuatan tarik dan kekuatan luluh), parameter keliatan atau keuletan yang ditunjukkan dengan adanya persentase perpanjangan dan persentase kontraksi atau reduksi penampang. Pengujian dengan menggunakan mesin ternotest pada skala beban 100 kN dan suhu kamar. Spesimen pengujian terdiri dari pengujian tarik untuk kualitas kekuatan tarik baja karbon ST 60 hasil pengelasan SMAW dengan elektroda E6013. Dari hasil pengujian pengelasan dengan kuat arus 100 Ampere memiliki nilai tegangan luluh rata-rata 242,167 MPa, pengelasan dengan kuat arus 120 Ampere memiliki nilai tegangan luluh rata-rata 345.633 Mpa dan pengelasan dengan kuat arus 140 Ampere memiliki nilai tegangan luluh rata-rata 383,800 Mpa. Dari hasil pengujian pengelasan dengan kuat arus 120 Ampere memiliki nilai tegangan tarik rata-rata 338,867 MPa, pengelasan dengan kuat arus 120 Ampere memiliki nilai tegangan tarik rata-rata 447,133 Mpa dan pengelasan dengan kuat arus 140 Ampere memiliki nilai tegangan luluh rata-rata 484,733 Mpa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kuat arus dinaikkan dari 100 A sampai 140 A sambungan pengelasam memiliki tegangan tarik yang semakin kuat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai regangan terbesar adalah 28,187 % yaitu pada pengelasan dengan kuat arus 100 Ampere dan nilai regangan terendah adalah 20,963 % yaitu pada pengelasan dengan kuat arus 140 Ampere. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kuat arus dinaikkan regangan (ε) semakin kecil, karena sifat sambungan pengelasan semakin getas bila kuat arus semakin ditambah.