Wahyu Illahi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSISTENSI KERJA DAN KOMPETENSI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR WALI NAGARI TANJUNG DURIAN KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT Wahyu Illahi; Jhon Rinaldo; Nova Begawati
Matua Jurnal Vol. 5 No. 2 (2023): Matua Jurnal (Pengembangan Ilmu Manajemen dan Bisnis) (Juni 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti, Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsistensi kerja dan kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai di kantor wali Nagari Tanjung durian kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat secara parsial dan simultan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan riset lapangan dan riset Pustaka. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Adapun indikator yang paling dominan dalam konsistensi kerja adalah indikator nilai nilai inti dengan capaian responden sebesar 81.5% yang dikategorikan baik, indikator yang paling dominan dalam kompetensi kerja adalah indikator pengetahuan dengan rata-rata Tingkat Capaian Responden (TCR) sebesar 80.8 % dengan kategori baik dan indikator yang paling dominan dalam kinerja pegawai adalah indikator kualitas dengan rata- rata Tingkat Capaian Responden (TCR) sebesar 83.2 % dengan kategori baik. 2).Secara parsial konsistensi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 6.131 yang nilainya > dari nilai t tabel sebesar 2.026 (t hitung > t tabel) dengan nilai sig 0.000 < 0,05 2). 3) secara parsial kompetensi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 2.351 > dari nilai t tabel sebesar 2.026 dan nilai sig 0,000 < 0,024. 4) Secara simultan variabel konsistensi kerja dan kompentensi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung 61.456 yang lebih dari F tabel 2.84 (F hitung > F tabel) atau nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05). sedangkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0.627 Hal ini berarti bahwa konsistensi kerja (X1), kompentensi kerja (X2) dapat menjelaskan kinerja pegawai (Y) sebesar 75.6 %.Sedangkan sisanya yaitu sebesar 24.4 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain selain variabel yang diteliti.
Cam Guard Pada Iklan Rrq Announce Pt. Blue Star Media Bsm Entertaiment Wahyu Illahi; Dyinia Fitri; Herry Sasongko
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.869

Abstract

Laporan riset dan pengembangan profesi ini menyajikan analisis mendalam mengenai integrasi manajemen aset fisik dan keamanan operasional dalam proses produksi audiovisual profesional, dengan fokus khusus pada fungsi Cam Guard . Melalui studi kasus produksi iklan "RRQ Announce" yang dilaksanakan oleh PT. Blue Star Media (BSM Entertainment), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengamanan aset kamera bukan sekadar tugas teknis, melainkan pilar strategis dalam mitigasi risiko finansial dan perlindungan kekayaan intelektual klien global. Dengan menggunakan metodologi praktik kerja lapangan dan observasi partisipatif, laporan ini mendokumentasikan siklus hidup produksi mulai dari fase pra-produksi—yang melibatkan inventarisasi peralatan high-end dan validasi fungsi—hingga fase produksi yang menuntut keahlian rigging serta pengawasan keamanan aset yang ketat di lokasi syuting. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran Cam Guard sangat krusial dalam meminimalisir degradasi nilai aset akibat kerusakan fisik dan mencegah kebocoran visual (visual data leakage) yang dapat merugikan nilai kompetitif sebuah brand. Lebih lanjut, studi ini menyoroti relevansi kurikulum berbasis industri di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika Production House skala nasional. Temuan ini menegaskan bahwa profesionalisme dalam manajemen alat merupakan faktor determinan bagi keberhasilan sebuah karya audiovisual dalam mencapai standar estetika dan keamanan industri yang presisi.