Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERAN GERAKAN SHOLAT LIMA WAKTU DALAM MENINGKATKAN IBADAH SHOLAT SISWA DI SMKN 1 LEMBAH MELINTANG TINJAUAN ALIRAN EMPERISME Mita Fitria; Zulmuqim; Muhammad Zalnur
Islamic Education Studies : an Indonesia Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Islamic Education Studies: An Indonesian Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ies.v6i1.44

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan GEMATU dalam meningkatkan solat lima waktu, kemudian kendala peranan GEMATU dalam meningkatkan solat lima waktu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data primer dalam penelitan ini adalah peserta didik dan guru-guru di SMKN 1 Lembah Melintang. Kemudian sumber data sekunder adalah buku-buku dan jurnal yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan studi dukumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Permasalahan yang ditemukan di GEMATU adalah pada saat ini kurangnya disiplin peserta didik dalam melaksanakan sholat lima waktu, Adanya terdapat orang tua yang tidak menjadi tauladan dalam beribadah dalam hal ini sholat orang tua kadang sholat kadang tidak solat sama sekali, Orang tua yang sibuk bekerja dan jarang dirumah sehingga sholat anak tidak di kontrol. Tidak adanya hukuman dari orang tua apabila anaknya tidak sholat. Ada juga orang tua yang menyuruh atau mengingatkan sholat tetapi tidak konsisten sehingga ketika orang tua tidak mengingatkan maka anak nya pun tidak sholat. Peserta didik yang suka lalai dan menunda-nunda waktu sholat sehingga dia tidak sholat sama sekali. . Kalau disekolah peserta didik sholat zuhur dan dikontrol dengan memakai buku kontrol sholat, tapi hanya sholat d sekolah saja. Peserta didik yang bergabung di GEMATU merasa termotivasi untuk melakukan sholat 5 waktu, juga merasa lebih bersemangat karna saling mengingatkan di Watshap Group. Meningkatnya jumlah waktu sholat Peserta didik ketika bergabung di GEMATU. Peserta didik sering tidak memiliki paket walaupun tidak semua siswa dengan begitu laporan dan motivasi yang ada di Whatsap Group sering tidak terbaca dan terkendala membuat laporan.
MAKNA DAN FILOSOFI TUOR DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT BATAK MANDAILING Nuriza Dora; Nora Khairani; Mawaddatun Nikmah Harahap; Mita Fitria
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v3i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendalami makna filosofis dan nilai sosial budaya pemberian “tuor” dalam upacara pernikahan adat Batak Mandailing. Tuor adalah istilah yang merujuk pada (mahar) pemberian berupa uang yang dilakukan sebagai bagian dari adat pernikahan masyarakat Mandailing. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa tuor tidak hanya simbol materi, tetapi juga bentuk penghormatan, tanggung jawab, dan pengukuh hubungan antar keluarga. Besaran tuor dipengaruhi oleh status sosial dan pendidikan mempelai perempuan, serta memperkuat nilai gotong royong dan identitas budaya. Tradisi ini sejalan dengan prinsip keikhlasan dalam hukum Islam dan relevan untuk dipertahankan dalam kehidupan modern.
Upaya Guru Agama dalam Membentuk Karakter Akhlakul Karimah dengan Menerapkan Metode Role Playing di SMKN 1 Lembah Melintang Warhamni; Mita Fitria
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2022): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i1.10

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena awal di SMK N 1 Lembah Melintang yaitu dimana masih banyaknya peserta didik yang tidak fokus mengikuti proses belajar, ada siswa yang mengganggu temannya belajar, sikap dan prilaku siswa yang tidak baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Namun hal ini kurang diperhatikan oleh guru-guru disekolah SMK N 1 Lembah Melintang karena guru saya lihat lebih mengutamakan bagaimna materi yang disampaikan itu bisa dipahami oleh siswa dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh setiap guru. Oleh karena itu dirumuskan masalah penelitian yaitu Upaya guru Pendidikan Agama Islam  dalam membentuk karakter akhlakul karimah dengan menerapkan metode role playing di SMK N 1 Lembah Melintang. Penelitian yang dilakukan adalah termasuk dalam penelitian kualitatif. Dalam proses pengumpulan data penulis menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisanya, digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data- data yang tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian dikemukakan bahwa upaya guru agama dalam membentuk akhlak dilakukan dengan metode role playing adalah dengan berperilaku jujur, bertanggung Jawab, dan amanah. Namun tidak semua siswa dapat melakukan metode tersebut. Adapun usaha lain yaitu dengan mencontohkan kepada anak mana yang baik dan buruk kemudian membentuk anak dengan bersikap baik, jujur, bertanggung jawab, disiplin, menghargai guru dan sesama teman. Adapun metode role playing yang diterapkan belum maksimal dilaksanakan, hal ini karena butuh proses dan pembentukan karakter itu juga seharusnya menggunakan metode tang bervariasi.
Nilai-Nilai Asas Pemilihan Umum dalam Islam Mita Fitria
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2022): July
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i2.17

Abstract

The intent and purpose of conducting this research is to understand how the principles of general elections, abbreviated as elections in Indonesia, are in accordance with Islamic teachings or values ​​or not and how their implementation in the field is fully in accordance with existing values ​​or in accordance with the hope that has been stated in the principles of general elections. This research is a form of library research as well as field or field research which is qualitative in nature and uses descriptive methods. As for the primary data, namely the public, books, articles about democracy or elections, as well as phenomena that exist in the field or that occur. The results found in the research on the principles of assessment are: the principles of elections are in accordance with existing Islamic values, be it direct, general, free, honest, secret, fair, then for implementation in the field there are still incompatible values which apply to implementation in the field, for example there is party verification that is not in accordance with regulations, the occurrence of money politics carried out by unscrupulous election organizers so that it becomes an election matter.