Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemeriksaan Standar Pelayanan Gerbang Tol Pasteur 1 Ditinjau Dari Kecepatan Transaksi Angga Marditama Sultan Sufanir; Dwi Rahma Shaumi; Vivi Rifanda Aulia Siregar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.194-201.2022

Abstract

Jalan tol adalah jalan umum yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Penyelenggaraan jalan tol harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol yang terdiri dari ukuran jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pemenuhan substansi pelayanan aksesibilitas berdasarkan indikator kecepatan transaksi rata-rata pada Gerbang Tol (GT) Pasteur 1 mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2014 tentang SPM Jalan Tol. GT Pasteur 1 yang dioperasikan mulai tahun 2018 merupakan gardu masuk yang terdiri dari tujuh Gardu Tol Otomatis (GTO) dengan pembagian dua GTO untuk kendaraan multi golongan dan lima GTO khusus untuk kendaraan golongan I selain bus. Untuk memperoleh data kecepatan transaksi rata-rata pada setiap GTO, maka dilakukan survei waktu transaksi pada hari Senin sampai dengan hari Minggu dengan waktu pagi dan sore hari. Data hasil survei waktu transaksi kendaraan pada masing-masing GTO ditulis dalam formulir survei, selanjutnya dilakukan pemilahan data untuk memisahkan data transaksi yang gagal agar tidak disertakan dalam pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan cara memilah data hasil survei waktu transaksi yang memenuhi SPM Jalan Tol, yaitu maksimal 4 detik untuk setiap kendaraan. Kemudian mengukur populasi pencapaian SPM Jalan Tol, dimana pada gerbang tol yang memiliki GTO masuk ≥ 5 gardu disyaratkan 80 % waktu transaksi harus memenuhi SPM Jalan Tol. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah kendaraan yang memiliki waktu transaksi ≤ 4 detik, diperoleh persentasenya berkisar antara 80% sampai dengan 100% dari populasi, maka dapat disimpulkan bahwa GT Pasteur 1 memenuhi SPM Jalan Tol ditinjau dari kecepatan transaksi rata-rata. Waktu transaksi rata-rata dihitung dengan cara membagi jumlah waktu transaksi dengan jumlah kendaraan, dapat dilihat waktu transaksi rata-rata pada GTO 1 dan GTO 2 lebih besar nilainya dibanding dengan GTO lainnya, hal ini disebabkan karena GTO 1 dan GTO 2 merupakan gardu tol multi golongan yang dapat melayani kendaraan besar. Waktu transaksi kendaraan besar lebih lama dibanding kendaraan kecil, karena dimensi kendaraan dan berat muatan yang menyebabkan jalannya menjadi lebih lambat ketika berada di GTO.
PERANCANGAN LAJUR PENDAKIAN DAN RAM PENYELAMAT DARURAT PADA RUAS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN STA 3+525 s/d STA 5+600 DI KOTA SEMARANG Angga Marditama Sultan Sufanir; Yusi Ediana
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4756

Abstract

Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan jalan nasional dengan fungsi arteri primer yang menghubungkan Kota Semarang-Solo dan Kota Semarang-Yogyakarta, menjadi jalur angkutan penumpang dan barang antar kota dan antar provinsi. Jalan ini mempunyai kondisi topografi perbukitan dengan tanjakan/ turunan yang panjang dan menerus (±2 km) dengan kelandaian bervariasi antara 2% sampai dengan 8%, selain itu terdapat panjang kritis yang tidak sesuai dengan ketentuan geometrik jalan. Permasalahan tersebut menyebabkan berkurangnya kecepatan kendaraan yang menanjak sehingga menimbulkan antrian dan kecepatan kendaraan yang menurun akan bertambah sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan alternatif penyelesaian masalah dengan membangun lajur pendakian pada bagian jalan yang menanjak dan membangun ram penyelamat darurat pada bagian jalan yang menurun. Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) No.038/TBM/1997 dan Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd.T-14-2003, dibutuhkan sebuah lajur pendakian sepanjang 825 m dengan lebar lajur 3,5 m dan bahu diperkeras 0,6 m menggunakan perkerasan beton bersambung tanpa tulangan setebal 18 cm. Sesuai dengan AASHTO 2001, ram penyelamat darurat dirancang dengan tipe descending grade sepanjang 333 m dengan lebar 10 m dan maksimum kecepatan kendaraan yang diijinkan sebesar 130 km/jam, jenis material yang digunakan berupa pasir lepas setebal 1 m.
Penentuan Tingkat Pelayanan Jalur Sepeda di Jalan Asia-Afrika Kota Bandung Budiharto, Lulu Nabila Aulia; Adisty, Zenitha Ratna; Sufanir, Angga Marditama Sultan
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.93

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kota Bandung membangun beberapa jalur sepeda di ruas jalan Kota Bandung, salah satunya di Jalan Asia-Afrika. Jalan Asia-Afrika merupakan jalan arteri primer yang berada di pusat kota serta dikelilingi oleh gedung perkantoran dan tempat akomodasi wisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan jalur sepeda bagi seluruh pengguna jalan menggunakan metode Bicycle Level of Service. Metode ini memerlukan beberapa data, diantaranya: data jumlah kendaraan yang melintas, data kecepatan kendaraan, data kondisi perkerasan, serta data mengenai geometrik jalan. Studi ini menunjukkan bahwa Jalan Asia-Afrika Kota Bandung merupakan lingkungan dengan kondisi cukup baik bagi para pesepeda dengan nilai BLOS 2,887..Kata kunci: jalur sepeda, bicycle level of service ABSTRACTThe Government of Bandung has built several bicycle lanes on Bandung, including Asia-Afrika Street. The street is categorized as a primary arterial road downtown and surrounded by office buildings and tourist accommodation places. This study aims to analyze the level of bicycle lane service for all road users using the Bicycle Level of Service method. This method requires some data: traffic counting data, vehicle speed data, pavement conditions data, and geometrical data. This study shows that Asia-Afrika Street has a quite enough environment with a BLOS score of 2,887.Keywords: bicycle lane, bicycle level of service  
Pemeriksaan Standar Pelayanan Gerbang Tol Pasteur 1 Ditinjau Dari Kecepatan Transaksi Sufanir, Angga Marditama Sultan; Shaumi, Dwi Rahma; Siregar, Vivi Rifanda Aulia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.194-201.2022

Abstract

Jalan tol adalah jalan umum yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Penyelenggaraan jalan tol harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol yang terdiri dari ukuran jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pemenuhan substansi pelayanan aksesibilitas berdasarkan indikator kecepatan transaksi rata-rata pada Gerbang Tol (GT) Pasteur 1 mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2014 tentang SPM Jalan Tol. GT Pasteur 1 yang dioperasikan mulai tahun 2018 merupakan gardu masuk yang terdiri dari tujuh Gardu Tol Otomatis (GTO) dengan pembagian dua GTO untuk kendaraan multi golongan dan lima GTO khusus untuk kendaraan golongan I selain bus. Untuk memperoleh data kecepatan transaksi rata-rata pada setiap GTO, maka dilakukan survei waktu transaksi pada hari Senin sampai dengan hari Minggu dengan waktu pagi dan sore hari. Data hasil survei waktu transaksi kendaraan pada masing-masing GTO ditulis dalam formulir survei, selanjutnya dilakukan pemilahan data untuk memisahkan data transaksi yang gagal agar tidak disertakan dalam pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan cara memilah data hasil survei waktu transaksi yang memenuhi SPM Jalan Tol, yaitu maksimal 4 detik untuk setiap kendaraan. Kemudian mengukur populasi pencapaian SPM Jalan Tol, dimana pada gerbang tol yang memiliki GTO masuk ≥ 5 gardu disyaratkan 80 % waktu transaksi harus memenuhi SPM Jalan Tol. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah kendaraan yang memiliki waktu transaksi ≤ 4 detik, diperoleh persentasenya berkisar antara 80% sampai dengan 100% dari populasi, maka dapat disimpulkan bahwa GT Pasteur 1 memenuhi SPM Jalan Tol ditinjau dari kecepatan transaksi rata-rata. Waktu transaksi rata-rata dihitung dengan cara membagi jumlah waktu transaksi dengan jumlah kendaraan, dapat dilihat waktu transaksi rata-rata pada GTO 1 dan GTO 2 lebih besar nilainya dibanding dengan GTO lainnya, hal ini disebabkan karena GTO 1 dan GTO 2 merupakan gardu tol multi golongan yang dapat melayani kendaraan besar. Waktu transaksi kendaraan besar lebih lama dibanding kendaraan kecil, karena dimensi kendaraan dan berat muatan yang menyebabkan jalannya menjadi lebih lambat ketika berada di GTO.
Model Persamaan Kerusakan Jalan Nagreg Batas Bandung-Garut Sufanir, Angga Marditama Sultan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.14.1.13-20.2018

Abstract

Ruas jalan Nagreg Batas Bandung-Garut merupakan jalan nasional tipe 2 lajur 2 arah tak terbagi dengan fungsi jalan arteri primer kelas I dan tata guna lahan pada ruas tersebut yaitu kawasan komersial, kawasan pemukiman, dan kawasan hijau. Ruas jalan tersebut menghubungkan wilayah Kabupaten Bandung dengan wilayah Kabupaten Garut, serta sebagai akses jalan utama dari wilayah barat menuju wilayah timur Pulau Jawa melalui Jalur Selatan. Jenis perkerasan eksisting merupakan perkerasan lentur dengan jenis kerusakan yang terjadi, yaitu:  Alligator cracking, Patching and utility cut patching, dan Potholes. Penelitian ini menggunakan data hasil survey pada tahun 2016 dengan tujuan untuk mengetahui model persamaan kerusakan perkerasan jalan pada Ruas Jalan Nagreg Batas Bandung-Garut KM Bdg 40+100 s/d KM Bdg 42+430. Model persamaan kerusakan jalan dapat digunakan untuk memproyeksikan kerusakan di masa yang akan datang, guna membantu dalam mempersiapkan biaya pemeliharaan jalan secara jangka panjang. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda menggunakan program Microsoft Excel. Persen kerusakan jalan sebagai peubah tidak bebas Y, sedangkan kumulatif ESAL per-golongan kendaraan sebagai peubah bebas X, yang masing-masing adalah X1; X2; X3; X4; X5; X6; X7; X8; dan X9. Proses pemilihan persamaan model kerusakan jalan mengikuti metode analisis langkah-demi-langkah tipe 1, didapat hasil untuk jenis kerusakan Alligator cracking Y = 0.00003 X4 + 1.32531 dengan R2 =  0.97844; untuk jenis kerusakan Patching and utility cut patching Y = 0.00481 X1 + 0.00085 X3 + 0.000003 X4 + 0.0000001 X5 + 0.000003 X9 + 2.34439 dengan R2 = 0.98895; untuk jenis kerusakan Potholes Y = 0.00013 X3 + 0.22817 dengan R2 = 0.95348.