Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI TERHADAP DAUN SIRIH, RIMPANG TEMULAWAK, DAUN SENDOK, DAUN BELUNTAS, DAN KULIT KAYURAPAT SEBAGAI KOMPONEN SATU JAMU SERBUK DENGAN POLA KERJA REVERSE APPROACH TAHAP PERTAMA Eka Pebi Hartianty
UG Journal Vol 12, No 12 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya kaum wanita telah secara turun menurun menggunakan ramuan jamu yang salah satunya digunakan sebagai pelangsing tubuh. Salah satu jamu yang beredar sebagai jamu pelangsing mengandung daun sirih (Piperis Folium), rimpang temulawak (Curcumae Rhizoma), daun sendok (Plantaginis Folium), daun beluntas (Plucheae Folium), kulit kayurapat (Parameriae Cortex). Untuk melakukan analisis simplisia yang terkandung dalam ramuan jamu dapat dilakukan identifikasi secara Kromatografi Lapis Tipis (KLT) berdasarkan pola kerja “Reverse Approach” tahap pertama dimana kromatogram harus memenuhi rumus: A+B=C. Hasil identifikasi secara KLT dengan menggunakan cairan pengembang dan penampak bercak yang sesuai untuk masing-masing simplisia. Hasil KLT daun sirih menampakkan bercak khas berwarna ungu (hRx 91–100) dan ungu merah (hRx 114–123), rimpang temulawak menampakkan bercak khas berwarna ungu merah (hRx 218–241), ungu coklat (hRx 245–259) dan ungu merah (hRx 277–295), daun sendok menampakkan bercak khas berwarna merah ungu (hRx 75–80), ungu (hRx 86–95) dan ungu coklat (hRx 103–110), daun beluntas menampakkan bercak khas berwarna ungu muda (hRx 39-49), kulit kayurapat menampakkan bercak khas berwarna merah muda keunguan (hRx 54–68).
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX D.C) DENGAN VARIASI PROPILENGLIKOL Siti Aysah Denti Ramadani; Eka Pebi Hartianty; Siti Mardiyanti; Agus Kurniawan
UG Journal Vol 16, No 11 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kulit yang kerap terjadi di usia remaja saat ini adalah jerawat. Jerawat merupakan penyakit inflamasi pada kulit yang diawali dari meningkatnya sekresi sebum dan terjadinya penyumbatan pori wajah sehingga sekresi minyak terhambat kemudian menumpuk, membesar sampai mengering menjadi jerawat. Jerawat juga dapat disebabkan oleh bakteri penyebab timbulnya jerawat apabila terjadi perubahan pada kondisi kulit wajah. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) adalah salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Daun jeruk purut mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dipercaya memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gel antibakteri dari ekstrak daun jeruk purut dengan stabilitas yang baik menggunakan variasi propilenglikol. Formulasi sediaan gel menggunakan variasi propilenglikol 10%, 12,5%, dan 15%. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi propilenglikol yang digunakan maka daya sebar yang dihasilkan pun meningkat. Formula terbaik diperoleh dari variasi propilenglikol 15% dengan hasil uji stabilitas dengan metode cycling test menunjukkan bahwa sediaan gel dari ekstrak etanol daun jeruk purut stabil selama masa penyimpanan.
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit “X” Daerah Indramayu Riska Nurfaoziah; Arini Setiawati; Eka Pebi Hartianty
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i2.8825

Abstract

Hipertensi adalah jenis penyakit kronik yang menyebabkan kematian. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi terhadap beberapa penyakit lain, bahkan penyebab timbulnya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di rumah unit rawat inap rumah sakit “x” Daerah Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dan teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan calcium channel blockers (CCB) yaitu amlodipine sebesar 46,3%. Karakteristik seperti jenis kelamin memiliki presentase yaitu laki laki sebanyak 46 pasien (48,42%) sedangkan untuk jenis kelamin perempuan sendiri 49 pasien (51,56%). Hipertensi terbanyak terjadi pada rentang usia 46 - 60 tahun dengan jumlah 52 pasien (54,74%) dan diagnosis paling banyak yaitu hipertensi derajat 2 sebanyak 63 pasien (66,31%) dengan kisaran usia 18-45 terdapat 9 pasien (9,47%), untuk usia 46-60 sebanyak 35 pasien dan untuk usia 61-95 sebanyak 20 pasien (21,05%). Kategori tepat pasien di dapatkan hasil 91 pasien (95,7%) dengan kategori tepat indikasi sedangkan 4 pasien tidak tepat indikasi (4,2%), kategori tepat obat pasien yang dinyatakan tepat obat sebanyak 63 pasien (66,31%) dan 32 (33,68%) pasien dinyatakan tidak tepat obat, kategori tepat dosis didapatkan hasil yaitu untuk tepat dosis 91 pasien (95,78%) sedangkan 4 pasien lainnya (4,21%) tidak tepat dosis, dan yang terakhir kategori tepat pasien dimana sebanyak 84 pasien (88,42%) dinyatakan tepat pasien dan yang masuk kategori tidak tepat pasien sedangkan 11 pasien (11,57%).
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Terhadap Propionibacterium acne Siti Aysah Denti Ramadani; Sugeng Riyanto; Eka Pebi Hartianty
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i2.8511

Abstract

Jerawat merupakan permasalahan kulit yang saat ini kerap dialami pada usia remaja maupun dewasa. Jerawat ini terjadi diawali dari meningkatnya sekresi sebum dan terjadinya penyumbatan pori wajah sehingga sekresi minyak terhambat kemudian menumpuk, membesar sampai mengering menjadi jerawat. Propionibacterium acne termasuk salah satu bakteri penyebab timbulnya jerawat apabila terjadi perubahan pada kondisi kulit wajah. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) adalah salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dipercaya memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari sediaan gel ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) terhadap Propionibacterium acne. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Sediaan gel ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) memiliki aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan diameter zona bening sebesar 7,8 mm.
Gambaran Pengetahuan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Menggunakan Obat Tradisional di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Widya Tri Septiana Abd. Latif; Eka Pebi Hartianty; Siti Mardiyanti; Tutus Gusdinar Kartawinata; Helmi Helmi; Agus Kurniawan
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i2.8711

Abstract

Banyak masyarakat Indonesia yang masih menggunakan obat tradisional sebagai sarana pengobatan, salah satunya karena menjaga tradisi. Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang juga masih menggunakan obat tradisional untuk pengobatan. Namun, masih sedikit yang menjelaskan data dan latar belakang masyarakat Desa Baka memilih menggunakan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penggunaan obat tradisional dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan obat tradisional di Desa Baka.  Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Baka terkait obat tradisional yang tergolong kategori baik sebesar 7,5%, kategori sedang sebesar 24,2% dan kategori rendah sebesar 68,3%. Tidak ada faktor sosiodemografi yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Jenis obat tradisional yang paling banyak digunakan adalah rimpang jahe, rimpang kunyit dan daun miana. Pada hasil gambaran penggunaan obat tradisional di Desa Baka menunjukan sumber informasi masyarakat sebagian besar didapatkan dari keluarga secara turun-temurun, diperoleh dengan cara meracik sendiri dan kebanyakan dalam bentuk rebusan. Mayoritas masyarakat tidak memiliki durasi yang pasti dan hanya mengonsumsi obat tradisional jika dirasa perlu saja. Alasan masyarakat Desa Baka memilih obat tradisional kebanyakan karena bahannya terbuat dari bahan alami, mudah didapatkan serta dipercaya ampuh dalam menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Sebanyak 97.5% responden merasa sembuh dan 88.3% tidak merasakan efek samping setelah mengonsumsi obat tradisional. Diperlukan penyuluhan tentang obat tradisional di Desa Baka untuk meningkatkan pengetahuan masyarakatnya terkait obat tradisional.
Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Anak Balita Penderita Bronkopneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Daerah Indramayu Destrika Indriyani; Eka Pebi Hartianty
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8048

Abstract

Penyakit pneumonia merupakan masalah yang mengganggu peningkatan derajat kesehatan anak Indonesia dan menempati posisi kedua penyebab utama pada bayi dan balita karena penyakit menular. Bronkopneumonia merupakan klasifikasi dari pneumonia yang ditandai dengan adanya infiltrate pada bronkus yang disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococus, streptococcus, dan H. Influenza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak balita penderita bronkopneumonia di instalasi rawat inap Rumah Sakit X daerah Indramayu. Metode penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambila sampel menggunakan total sampling didapatkan sampel sebanyak 85 pasien. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian sebanyak 31,76% mendapatkan terapi antibiotika tunggal dan sebanyak 68,24% mendapatkan terapi antibiotik kombinasi. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak balita penderita pneumonia balita di Rumah Sakit X daerah Indramayu yaitu 100% tepat indikasi, 56,47% tepat obat, 65,88% tepat dosis, dan 98,82% tepat pasien.