Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

In Silico Molecular Docking and Toxicity Studies of Bioactive Fucoidan Compound from Brown Seaweed as Potential of Antihypertensive Agus Kurniawan; Siswandono Siswandono; Esti Mumpuni; Syamsudin Abdillah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v19i1.15933

Abstract

Angiotensin Converting Enzyme (ACE) is an enzyme that can convert angiotensin 1 to angiotensin 2 peptide, which is a strong vasoconstrictor that causes hypertension. Fucoidan (4,5-dihydroxy-2,6-dimethyltetrahydro-2H-pyran-3-yl hydrogen sulfate) is one of the polysaccharide chemical compounds found in seaweed and is reported to have the ability to inhibit ACE activuty in vitro. The aim of this study is to predict of the binding interaction between fucoidan and amino acids in ACE and to use the native captopril ligand (MCO702) as the standard ligand. Analysis of the molecular docking of fucoidan and captopril compounds against ACE (1UZF) using Molegro 6.0 and Chemoffice Professional 17.1 Software and for toxicity analysis using pkCMS online tools. The results of the docking prediction showed that fucoidan had MolDock and Rerank Score values of -82.311 kcal/mol and -70.872 kcal/mol, respectively, which were not much different from captopril, namely -84.816 kcal/mol and -74.758 kcal/mol. Fucoidan and captopril are also easily absorbed and have good permeability and are classified as low toxicity, but are dangerous if ingested in the 2000 LD50≤ 5000 mg/kg range. Fucoidan has the potential as a candidate for antihypertensive drugs because it is predicted that in silico has the same ability as captopril.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX D.C) DENGAN VARIASI PROPILENGLIKOL Siti Aysah Denti Ramadani; Eka Pebi Hartianty; Siti Mardiyanti; Agus Kurniawan
UG Journal Vol 16, No 11 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kulit yang kerap terjadi di usia remaja saat ini adalah jerawat. Jerawat merupakan penyakit inflamasi pada kulit yang diawali dari meningkatnya sekresi sebum dan terjadinya penyumbatan pori wajah sehingga sekresi minyak terhambat kemudian menumpuk, membesar sampai mengering menjadi jerawat. Jerawat juga dapat disebabkan oleh bakteri penyebab timbulnya jerawat apabila terjadi perubahan pada kondisi kulit wajah. Daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) adalah salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Daun jeruk purut mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dipercaya memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gel antibakteri dari ekstrak daun jeruk purut dengan stabilitas yang baik menggunakan variasi propilenglikol. Formulasi sediaan gel menggunakan variasi propilenglikol 10%, 12,5%, dan 15%. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi propilenglikol yang digunakan maka daya sebar yang dihasilkan pun meningkat. Formula terbaik diperoleh dari variasi propilenglikol 15% dengan hasil uji stabilitas dengan metode cycling test menunjukkan bahwa sediaan gel dari ekstrak etanol daun jeruk purut stabil selama masa penyimpanan.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Etanol Daun Iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) Yega Segara M; Agus Kurniawan
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8070

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas dengan mendonorkan elektron kepada radikal bebas sehingga molekul antioksidan dapat bereaksi dengan radikal reaktif dan menghancurkannya. Senyawa antioksidan dapat berasal dari senyawa yang terkandung dalam tanaman. Senyawa flavonoid sebagai salah satu senyawa polifenol menunjukkan aktivitas antioksidan dengan memberikan atom hidrogen atau elektron pada radikal bebas. Tumbuhan Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) merupakan famili dari lamiaceae. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar senyawa flavonoid total dari ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dengan hasil yang dinyatakan dalam Inhibition Concentration 50% (IC50). Sedangkan pengujian kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3 dengan standar kuersetin. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 yang diperoleh untuk ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) sebesar 3,70 µg/mL dan nilai IC50 kuersetin yaitu sebesar 0,57 µg/mL. Kadar flavonoid total pada ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) sebesar 88,917 mg EK/gr sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) mempunyai potensi sebagai sumber antioksidan alami yang kaya akan senyawa flavonoid.
Gambaran Pengetahuan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat dalam Menggunakan Obat Tradisional di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Widya Tri Septiana Abd. Latif; Eka Pebi Hartianty; Siti Mardiyanti; Tutus Gusdinar Kartawinata; Helmi Helmi; Agus Kurniawan
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i2.8711

Abstract

Banyak masyarakat Indonesia yang masih menggunakan obat tradisional sebagai sarana pengobatan, salah satunya karena menjaga tradisi. Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang juga masih menggunakan obat tradisional untuk pengobatan. Namun, masih sedikit yang menjelaskan data dan latar belakang masyarakat Desa Baka memilih menggunakan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penggunaan obat tradisional dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan obat tradisional di Desa Baka.  Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Baka terkait obat tradisional yang tergolong kategori baik sebesar 7,5%, kategori sedang sebesar 24,2% dan kategori rendah sebesar 68,3%. Tidak ada faktor sosiodemografi yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Jenis obat tradisional yang paling banyak digunakan adalah rimpang jahe, rimpang kunyit dan daun miana. Pada hasil gambaran penggunaan obat tradisional di Desa Baka menunjukan sumber informasi masyarakat sebagian besar didapatkan dari keluarga secara turun-temurun, diperoleh dengan cara meracik sendiri dan kebanyakan dalam bentuk rebusan. Mayoritas masyarakat tidak memiliki durasi yang pasti dan hanya mengonsumsi obat tradisional jika dirasa perlu saja. Alasan masyarakat Desa Baka memilih obat tradisional kebanyakan karena bahannya terbuat dari bahan alami, mudah didapatkan serta dipercaya ampuh dalam menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Sebanyak 97.5% responden merasa sembuh dan 88.3% tidak merasakan efek samping setelah mengonsumsi obat tradisional. Diperlukan penyuluhan tentang obat tradisional di Desa Baka untuk meningkatkan pengetahuan masyarakatnya terkait obat tradisional.