p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Tri Indah Winarni
Department of Anatomy, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REKONSTRUKSI dan SIMULASI ELEMEN HINGGA PADA VERTEBRA LUMBALIS 1 SAMPAI SACRALIS 1 DENGAN KONDISI PEMBEBANAN BERBEDA Hizkia Christian Putra Setiadi; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang belakang manusia terdiri dari struktur komplek seperti vertebra, diskus intervertebralis, ligamen, dan otot. Dalam diskur intervertebralis, degenerasi dapat terjadi dan menyebabkan rasa sakit di punggung bawah. Penyebab pasien yang mengalami spondylosis adalah adanya degenerasi diskus intervebralis yang ditandari dengan penyempitan celah sendi. Melihat nilai tegangan von Mises dalam komponen diskus intervertebralis, ditemukan bahwa nilai teganan dari von Mises memliki hubungan berbanding terbalik dengan nilai parameter tinggi diskus. Parameter spinopelvic pada penlitian ini yaitu pengukuran lumbar lordosis dilakukan dengan metode Cobb. Didapati bahwa sudut lumbar lordosis pada pasien adalah 9.54⁰. Ventral Disc Height (vDH) dan Dorsal Disc Height (dDH) diukur pada data CT scan pasien yang didapatkan dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Pengukuran vDH dan dDH dilakukan pada aplikasi Mimics 21.0. Nilai Ventral Disc Height (vDH) lumbalis 1 hingga sacralis 1 secara berturut-turut diperoleh 6.79 mm, 9.69 mm, 11.95 mm, 13.90 mm, dan 18.22 mm. Untuk Dorsal Disc Height (dDH) diperoleh 6.21 mm, 6.04 mm, 7.12 mm, 7.17 mm, dan 6.67 mm. Simulasi dilakukan untuk model elemen hingga (FEM) vertebral lumbar 1 ke sakralis 1 dalam tiga kondisi pembebanan berbeda. Von Mises terbesar pada diskus intervertebralis untuk kondisi pembebanan yang berbeda dalam penelitian ini adalah di annulus fibrosus, dan nucleus pulposus L2-L3 pada pembebanan anterior flexion, laterial flexion, dan axial rotation.
ANALISIS VON MISES STRESS HIP JOINT PADA INDIVIDU USIA LANJUT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Naufal; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komputasi antropometri adalah pengukuran pada tubuh manusia dengan cara menggunakan komputer. Penelitian ini terkait dengan pemodelan rekonstruksi 3D pada hip joint. Komponen hip joint pada penelitian ini yaitu pelvic bone, acetabular cartilage, femoral cartilage, femoral bone, dan sacrum. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan data hasil CT scan 2D, dilanjutkan dengan rekonstruksi menggunakan aplikasi Mimics Research 21.0 untuk menghasilkan data 3D. Setelah rekonstruksi 3D, dilakukan pemodelan simulasi menggunakan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Ansys R1 2020. Hasil von Mises Stress maksimum tertinggi pada penelitian ini terdapat pada komponen sacrum sebesar 91,24 MPa pada gaya 1.500 N.
ANALISIS SISTEM KONTAK GIGI MANUSIA DENGAN KONDISI OVERBITE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Theresia Evida Gloriarista; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi memiliki peranan penting terhadap kehidupan seseorang. Selain membantu dalam mengonsumsi makanan, gigi juga membantu seseorang untuk mempertahankan bentuk wajah, berbicara dengan artikulasi yang jelas dan meningkatkan kepercayaan diri. Maloklusi merupakan penyimpangan yang terjadi pada bentuk dan jumlah gigi seseorang, hal ini umum dialami oleh anak – anak hingga orang dewasa. Salah satu contoh maloklusi yang diteliti pada studi ini yaitu overbite. Dimana kondisi ini merupakan pengukuran vertikal antara tepi incisal gigi insisivus maksila dan mandibula lebih dari normal. Pada penelitian ini digunakan metode elemen hingga untuk mengetahui titik maksimum dan minimum von Mises yang terjadi pada gigi mandibula dan maksila dengan kondisi overbite. Displacement yang terjadi sangat besar ketika seseorang dengan kondisi overbite melakukan gerakan menggertakkan, menggesekkan, dan  menekan gigi rahang atas dan bawah ke kiri dan kanan.