p-Index From 2021 - 2026
2.572
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Jamari Jamari
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REKONSTRUKSI DAN PENGUKURAN PARAMETER ATROPOMETRI TULANG VERTEBRA LUMBALIS 1 HINGGA SACRALIS 1 Dylan Paramartha; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lumbar spondylosis merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada tulang punggung manusia terutama pada tulang punggung bagian bawah atau dikenal dengan bagian vertebra lumbalis. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa akibat salah satunya yaitu degenerasi pada diskus tulang belakang. Untuk menganalisis permasalahan dari segi mekanis yang ada pada tulang vertebra lumbalis maka diperlukan adanya prosedur baik untuk mengukur paprameter antropometri vertebra lumbalis maupun rekonstruksi tulang vertebra lumbalis dari file ct scan menjadi model tiga dimensi yang bisa disimulasikan menggunakan metode finite element. Pada studi ini digunakan data ct scan dari  pasien wanita berusia 47 tahun dan berpotensi mengalami degenerasi pada diskus tulang belakang. Pada studi ini proses pengukuran parameter antropometri tulang vertebra lumbalis menggunakan software Mimics 21.0 diperoleh sudut lumbar losrdosis yang telah diukur menggunakan Cobb’s yaitu sebesar 26.50° kemudian untuk nilai ventral disc height vertebra lumbalis 1 hinga sacralis 1 secara berturut-turut diperoleh 7.53 mm, 8.32 mm, 8.46 mm, 13.35 mm, dan 13.35 mm, sedangkan untuk dorsal disc height adalah 3.22 mm, 3.32 mm, 3.84 mm, 6.01 mm, dan 5.03 mm. Kemudian untuk rekonstruksi model vertebra lumbalis bisa dilakukan dengan metode segmentasi menggunakan software Mimics 21.0, kemudian proses surface patching menggunakan software Geomagic Studio 12.0, dan terakhir pembuatan komponen diskus intervertebrata menggunakan software Solidworks 2018.
REKONSTRUKSI dan SIMULASI ELEMEN HINGGA PADA VERTEBRA LUMBALIS 1 SAMPAI SACRALIS 1 DENGAN KONDISI PEMBEBANAN BERBEDA Hizkia Christian Putra Setiadi; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang belakang manusia terdiri dari struktur komplek seperti vertebra, diskus intervertebralis, ligamen, dan otot. Dalam diskur intervertebralis, degenerasi dapat terjadi dan menyebabkan rasa sakit di punggung bawah. Penyebab pasien yang mengalami spondylosis adalah adanya degenerasi diskus intervebralis yang ditandari dengan penyempitan celah sendi. Melihat nilai tegangan von Mises dalam komponen diskus intervertebralis, ditemukan bahwa nilai teganan dari von Mises memliki hubungan berbanding terbalik dengan nilai parameter tinggi diskus. Parameter spinopelvic pada penlitian ini yaitu pengukuran lumbar lordosis dilakukan dengan metode Cobb. Didapati bahwa sudut lumbar lordosis pada pasien adalah 9.54⁰. Ventral Disc Height (vDH) dan Dorsal Disc Height (dDH) diukur pada data CT scan pasien yang didapatkan dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Pengukuran vDH dan dDH dilakukan pada aplikasi Mimics 21.0. Nilai Ventral Disc Height (vDH) lumbalis 1 hingga sacralis 1 secara berturut-turut diperoleh 6.79 mm, 9.69 mm, 11.95 mm, 13.90 mm, dan 18.22 mm. Untuk Dorsal Disc Height (dDH) diperoleh 6.21 mm, 6.04 mm, 7.12 mm, 7.17 mm, dan 6.67 mm. Simulasi dilakukan untuk model elemen hingga (FEM) vertebral lumbar 1 ke sakralis 1 dalam tiga kondisi pembebanan berbeda. Von Mises terbesar pada diskus intervertebralis untuk kondisi pembebanan yang berbeda dalam penelitian ini adalah di annulus fibrosus, dan nucleus pulposus L2-L3 pada pembebanan anterior flexion, laterial flexion, dan axial rotation.
ANALISIS VON MISES STRESS HIP JOINT PADA INDIVIDU USIA LANJUT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Naufal; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komputasi antropometri adalah pengukuran pada tubuh manusia dengan cara menggunakan komputer. Penelitian ini terkait dengan pemodelan rekonstruksi 3D pada hip joint. Komponen hip joint pada penelitian ini yaitu pelvic bone, acetabular cartilage, femoral cartilage, femoral bone, dan sacrum. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan data hasil CT scan 2D, dilanjutkan dengan rekonstruksi menggunakan aplikasi Mimics Research 21.0 untuk menghasilkan data 3D. Setelah rekonstruksi 3D, dilakukan pemodelan simulasi menggunakan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Ansys R1 2020. Hasil von Mises Stress maksimum tertinggi pada penelitian ini terdapat pada komponen sacrum sebesar 91,24 MPa pada gaya 1.500 N.
ANALISIS SISTEM KONTAK GIGI MANUSIA DENGAN KONDISI OVERBITE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Theresia Evida Gloriarista; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi memiliki peranan penting terhadap kehidupan seseorang. Selain membantu dalam mengonsumsi makanan, gigi juga membantu seseorang untuk mempertahankan bentuk wajah, berbicara dengan artikulasi yang jelas dan meningkatkan kepercayaan diri. Maloklusi merupakan penyimpangan yang terjadi pada bentuk dan jumlah gigi seseorang, hal ini umum dialami oleh anak – anak hingga orang dewasa. Salah satu contoh maloklusi yang diteliti pada studi ini yaitu overbite. Dimana kondisi ini merupakan pengukuran vertikal antara tepi incisal gigi insisivus maksila dan mandibula lebih dari normal. Pada penelitian ini digunakan metode elemen hingga untuk mengetahui titik maksimum dan minimum von Mises yang terjadi pada gigi mandibula dan maksila dengan kondisi overbite. Displacement yang terjadi sangat besar ketika seseorang dengan kondisi overbite melakukan gerakan menggertakkan, menggesekkan, dan  menekan gigi rahang atas dan bawah ke kiri dan kanan.
STUDI DAN PEMODELAN KONTAK ASPERITIES ELASTIK-PLASTIK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Hagata Aersada Ginting; Jamari Jamari; Athanasius Priharyoto Bayuseno
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tribologi merupakan sebuah ilmu yang meneliti tentang dua permukaan yang berinteraksi dengan gerakan relatif antar satu sama lain. Tribologi pada umumnya diasosiasikan dengan konsep “tribo-system” yang terdiri dari permukaan yang bergesekan dan dipisahkan oleh lapisan pelumas. Berbagai jenis “tribo-system” sudah diciptakan di banyak spektrum bidang seperti sains dan rekayasa teknik. Saat ini, penelitian terkait bidang tribologi sudah bertumbuh pesat dalam aspek lingkup dan kedalaman ilmu, yang mana salah satunya merupakan studi kontak mekanis. Salah satu penelitian penting merupakan konsep asperities. Asperities adalah puncak-puncak ketidakrataan secara mikroskopis yang dapat menimbulkan gesekan-gesekan pada area diskret. Berbagai peneliti melaksanakan pemodelan dengan konsep bola yang ditekan oleh plat kaku, seperti model Jackson-Green dan Kogut-Etsion. Pada penelitian ini, dilaksanakan sebuah pemodelan dan simulasi menggunakan perangkat lunak ABAQUS untuk asperities, dengan tujuan untuk menciptakan sistem model yang memiliki akurasi sesuai dengan studi kontak terdahulu. Berdasarkan studi konvergensi, dengan ukuran mesh 0.005 mm, didapatkan hasil simulasi dengan parameter sumbu x (interferensi non-dimensi) dan sumbu y (kontak area non-dimensi). Simulasi telah berhasil dilakukan dan menunjukkan kesesuain baik dengan model kontak JG dan KE, dengan hasil validasi menunjukkan rata-rata error hanya sebesar 3.7%. Pada jangka panjang, dengan menggunakan model ini untuk simulasi, hubungan antara area kontak, tekanan kontak, dan interferensi dapat dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perpanjagan dari solusi klasik kontak Hertz.
ANALISIS VON MISES STRESS PADA BIOMATERIAL PENGGANTI DISKUS INTERVERTEBRALIS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Steven Yordan Sinarpaska; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada tulang belakang menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita orang dewasa pada punggung bagian bawah. Nyeri ini bisa menjalar ke bagian bawah paha, terutama pada sisi posterior-lateral hingga ke lutut dan dapat menyebabkan penurunan performa dalam beraktivitas. Penyakit ini biasa disebabkan oleh degenerasi intervertebralis (IVD), dimana gerakan segmen tulang belakang menjadi tidak normal. Salah satu penggunaan biomaterial pada dunia medis ialah pembuatan implan penggantian diskus total sebagai salah satu metode untuk mengatasi penyakit degenerasi diskus. Hal ini dapat mengembalikan gerakan tulang belakang, menyerap getaran antar tulang belakang, serta memulihkan ketinggian antar ruas tulang belakang yang menurun akibat penyakit degenerasi diskus. Berbagai biomaterial dikembangkan diantaranya stainless steel 316L, ultra-high-molecular-weight polyethylene (UHMWPE), polyetheretherketone (PEEK), dan carbon fiber-reinforced-polyetheretherketone (CFRPEEK) sebagai implan pengganti diskus. Simulasi analisis elemen hingga dilakukan untuk mengetahui kemampuan diskus pada model lumbal 1 hingga lumbal 2 dengan pemberian beban 500 N – 2500 N menggunakan aplikasi Ansys. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan nilai von mises stress pada material stainless steel 316L, CFRPEEK, dan PEEK dengan inlay UHMWPE. Dimana nilai peningkatan memiliki presentase yang sama pada setiap pembebanannya. Desain PEEK sebagai superior/ inferior endplate dengan inlay UHMWPE menjadi material rekomendasi yang dapat digunakan sebagai implan pengganti diskus invertebralis ditinjau dari persentase peningkatan nilai von mises stress paling rendah dibandingkan material lain.
ANALISIS DISTRIBUSI TEKANAN PADA KULIT PASIEN TERBARING PADA KASUR UDARA DENGAN PENAMBAHAN LAPISAN LAYER UNTUK PENCEGAHAN ULKUS DEKUBITUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Rasyaldi Arlenza Landarto; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pressure ulcers adalah kerusakan lokal pada kulit dan jaringan di bawahnya yang sering terjadi akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh yang menonjol, seperti sakrum. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya adalah dengan merancang matras anti decubitus. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa matras jenis ini berperan penting dalam mengurangi risiko terjadinya pressure ulcers, karena dapat membantu mendistribusikan tekanan secara merata pada tubuh, sehingga mengurangi titik-titik tekanan yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan. Penelitian yang sedang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut desain matras tersebut dengan menambahkan tiga lapisan pada matras anti decubitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas matras yang dilengkapi dengan tiga lapisan tambahan dengan matras yang tidak menggunakan lapisan tambahan secara objektif, kuantitatif, terstandarisasi, metodologis, dan sistematis. Data anatomi pasien yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil CT-Scan, yang kemudian digunakan untuk merekonstruksi struktur tubuh pasien, termasuk kulit, lemak, otot, dan tulang. Simulasi dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Mimics Research 21, SolidWorks 2022, dan Ansys Workbench 2020 untuk menganalisis tegangan von Mises yang terjadi pada tubuh pasien, matras, dan ketiga lapisan tambahan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tekanan maksimum yang terjadi pada model kasur angin tanpa tambahan tiga lapisan lebih rendah dibandingkan dengan model yang menggunakan lapisan tambahan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi kasur angin tanpa lapisan tambahan lebih efektif dalam mendistribusikan tekanan secara merata dan mengurangi potensi terjadinya luka tekan.
PENGARUH VARIASI TEKANAN TERHADAP PENYEMPITAN PEMBULUH DARAH DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBENTUKAN ULKUS DEKUBITUS Bagus Putra Mahardika; Jamari Jamari; Tri Indah Winarni
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka tekan, atau luka baring, merupakan masalah yang signifikan bagi pasien yang terbaring di tempat tidur, khususnya di area dengan tekanan eksternal yang berkepanjangan seperti daerah gluteal. Interaksi gaya mekanis, gesekan, dan tegangan geser di area ini dapat menyebabkan konstriksi vaskular, mengganggu perfusi kulit, dan berkontribusi terhadap perkembangan ulkus. Dalam studi biotribologi komputasional ini , kami menyelidiki bagaimana tekanan kulit sakral memengaruhi konstriksi pembuluh darah mikro dan timbulnya luka tekan di daerah gluteal. Dengan menggunakan simulasi dua dimensi pembuluh darah mikro melintang, kami memeriksa efek tribologi gaya mekanis eksternal pada deformasi vaskular dan aliran darah mikro. Hasil kami menunjukkan korelasi yang kuat antara peningkatan tekanan kulit gluteal dan konstriksi pembuluh darah mikro, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah lokal dan iskemia. Temuan ini menawarkan wawasan penting tentang bagaimana tekanan mekanis, gaya geser, dan gesekan jaringan pada tonjolan tulang  mengganggu fungsi mikrovaskular, yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan prinsip biotribologi ke dalam strategi pencegahan untuk penanganan ulkus dekubitus, khususnya di area dengan beban mekanis tinggi.
ANALISIS VON MISES STRESS PADA TULANG CANCELLOUS LUMBALIS 1 SAMPAI LUMBALIS 2 DENGAN KONDISI PEMBEBANAN BERBEDA MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA Arinda Maryam Pahlevi; Budi Setiyana; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada tulang belakang menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita orang dewasa pada punggung bagian bawah. Nyeri ini dapat menyebabkan penurunan performa dalam beraktivitas. Penyakit ini biasa disebabkan oleh degenerasi intervertebralis (IVD), dimana gerakan segmen tulang belakang menjadi tidak normal. Simulasi analisis elemen hingga (FEM) dilakukan untuk mengetahui kemampuan cancellous pada model  lumbal 1 hingga lumbal 2 dengan pemberian beban 500 N dan moment 2,5, 5, 7,5, 10 N/m serta loading condition flexion, extension, lateral bending kanan, lateral bending kiri, axial rotataion kanan, axial rotation kiri menggunakan aplikasi Ansys. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan nilai von mises stress pada cancellous 1 kondisi lateral bending kanan yaitu 0,118 Mpa dengan moment 10 N/m.
ANALISIS PENGARUH GEOMETRI MODEL PADA MEKANIKA KONTAK ASPERITAS BENTUK SINUSOIDAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhammad Nur Afi; Sri Nugroho; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukaan material memiliki kekasaran permukaan dengan profil lembah dan bukit yang tidak beratuan atau disebut dengan asperitas. Pengamatan perilaku kontak mekanik pada tingkat asperiti perlu dilakukan untuk meningkatkan efisensi kerja. Pemodelan sederhana dilakukan guna merepresentasikan kekasaran permukaan untuk dilakukan analisis. Salah satu model yang sering digunakan untuk menggambarkan kekasaran permukaan adalah bentuk sinusoidal. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh kondisi geometri pemodelan kontak asperitas menggunakan metode elemen hingga. Pengamatan berfokus pada model asperitas kondisi bebas dimana terdapat material dibawahnya dan kondisi terisolasi. Model geometri dilakukan studi konvergensi mesh dan didapatkan ukuran mesh efektif sebesar 0,001 mm. Selanjutnya validasi dengan solusi analitik kontak Westergaard dilakukan dan dihasilkan grafik yang memiliki nilai tidak jauh berbeda dengan tren yang mirip pada pengamatan luas area kontak. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, kedalaman material tidak mempengaruhi luas area kontak dan tegangan permukaan yang terjadi pada permukaan asperitas.