Azizati Salmas Marsiami
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PEMBENGKAKAN PAYUDARA (BREAST ENGORGEMENT) Azizati Salmas Marsiami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p03

Abstract

Pembengkakan payudara merupakan masalah yang sering didapatkan pada ibu menyusui. Dampak lebih lanjut dari pembengkakan payudara yang dialami ibu, yaitu nyeri payudara hebat sehingga ibu menyerah menyusui dan beralih dengan susu formula. Pijat Oketani merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah laktasi seperti pembengkakan payudara, mastitis, serta tidak cukupnya ASI atau nyeri puting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pijat Oketani terhadap pembengkakan payudara (breast engorgement) pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Trimulyo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT) post test only control group design. Subjek penelitian ini adalah ibu menyusui hari 1-14 postpartum di Trimulyo yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 30 kelompok kontrol dan 30 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol adalah 30 orang yang diberikan KIE perawatan payudara, sedangkan kelompok perlakuan adalah ibu menyusui hari 1-14 postpartum yang diberikan pijat Oketani. Pengumpulan data menggunakan Visual Analog Scale. Hasil analisis menggunakan T-Test diperoleh p-value 0,000 (? 0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian pijat Oketani terhadap penurunan pembengkakan payudara pada ibu menyusui di Puskesmas Trimulyo. Selain itu hasil analisis menggunakan Chi-square test didapatkan nilai p = 0,000, dengan RR 10,3 IK 95%. Artinya kelompok yang tidak diberikan pijat Oketani berisiko 10,3 kali mengalami pembengkakan payudara dibandingkan kelompok perlakuan. Pijat Oketani efektif untuk mengurangi pembengkakan payudara pada ibu menyusui.
PENGARUH METODE SITZ BATH DAUN BINAHONG TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI TAHUN 2025 Nindi Olivia; Wahyu Widayati; Azizati Salmas Marsiami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3414

Abstract

Luka perineum merupakan salah satu kondisi yang umum dialami oleh ibu nifas danmembutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi serta mempercepat proses penyembuhan. Salah satu metode yang mulai banyak digunakan adalah Sitz Bath dengan daun binahong (Anredera Cordifolia) yang memiliki sifat antiinflamasi dan anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat penyembuhan luka perineum sebelum dan sesudah intervensi Sitz Bath Daun Binahong. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Jumlah responden sebanyak 25 ibu nifas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi penyembuhan luka perineum berdasarkan parameter kondisi jaringan, nyeri, dan tanda inflamasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi kategori penyembuhan luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh metode Sitz Bath daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari ditunjukan dengan nilai p-value =0,000 dan rata-rata 0,76 (mean = 0,76) percepatan penyembuhan baik. Disarankan agar metode Sitz Bath daun binahong digunakan sebagai salah satu intervensi rutin dalam perawatan luka perineum ibu nifas untuk mempercepat proses penyembuhan.
FACTORS ASSOCIATED WITH ANTIRETROVIRAL THERAPY ADHERENCE AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS IN INDONESIA Ikhwan Amirudin; Dhian Luluh Rohmawati; Denissa Faradita Aryani; Marnila Yasni; Azizati Salmas Marsiami
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.671

Abstract

Adherence to antiretroviral therapy (ART) is a crucial determinant of successful HIV/AIDS management, as it plays a key role in viral suppression, improvement of quality of life, and reduction of morbidity and mortality. Despite the expansion of ART programs in Indonesia, suboptimal adherence remains a significant challenge influenced by individual, social, and healthcare-related factors. This study aimed to analyze factors associated with antiretroviral therapy adherence among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Indonesia. A quantitative cross-sectional study was conducted in four provinces in Indonesia: Lampung, South Sumatra, West Java, and East Java. Participants were selected using a multistage sampling technique and met the predefined inclusion criteria. Data were collected using structured questionnaires covering socio-demographic characteristics, knowledge of ART, family support, healthcare provider support, access to health services, and ART adherence measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test, with associations expressed as Prevalence Ratios (PR). The findings indicated that ART adherence was significantly associated with knowledge of ART (0,004), family support (0,011), healthcare provider support (0,003), and access to health services (0,031) (p < 0.05). Participants who had good knowledge, strong family support, and adequate support from healthcare providers were more likely to adhere to ART. Antiretroviral therapy adherence among PLWHA in Indonesia is influenced by knowledge, family support, healthcare provider involvement, and access to healthcare services. Strengthening patient education and optimizing the role of nurses in continuous counseling and support are essential strategies to improve ART adherence.