Denissa Faradita Aryani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus: Analisis Intervensi Pemberian Petroleum Jelly Pada Masalah Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Dengan Pruritus Umum Denissa Faradita Aryani
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 3 No. 2 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/42wf6435

Abstract

Pruritus merupakan rasa gatal yang menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan dimana dapat muncul sesekali ataupun regular. Masalah keperawatan gangguan rasa nyaman dan risiko kerusakan integritas kulit dapat ditemukan baik dari respons subjektif pasien maupun temuan klinis objektif. Gatal dan pruritus dapat ditemui pada pasien gagal ginjal kronis dengan dialysis maupun tanpa dialysis. Prevalensi gejala pruritus yang sering ditemui dengan penyakit ginjal kronik yaitu pruritus uremik. Keluhan gatal dari pruritus ini dapat dikurangi dengan pemberian pelembab yang berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan hidrasi kulit. Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis keefektifan intervensi pemberian petroleum jelly untuk mengatasi masalah gangguan rasa nyaman dan risiko kerusakan integritas kulit pada pasien gagal ginjal kronik dengan pruritus. Metode penulisan yaitu analisis studi kasus pada intervensi keperawatan yang dilakukan di pasien selama perawatan di ruang rawat penyakit dalam. Evaluasi terhadap keefektifan tindakan dinilai dari respon pasien terhadap rasa gatal dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) serta pemeriksaaan kondisi kulit. Hasil intervensi didapatkan penurunan nilai VAS dari skala 5 ke skala 1 dan kondisi kulit yang lebih baik. Rekomendasi dari studi kasus ini adalah intervensi penggunaan petroleum jelly dapat dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan gangguan rasa nyaman dan risiko kerusakan integritas kulit pada pasien gagal ginjal kronik dengan pruritus.
FACTORS ASSOCIATED WITH ANTIRETROVIRAL THERAPY ADHERENCE AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS IN INDONESIA Ikhwan Amirudin; Dhian Luluh Rohmawati; Denissa Faradita Aryani; Marnila Yasni; Azizati Salmas Marsiami
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.671

Abstract

Adherence to antiretroviral therapy (ART) is a crucial determinant of successful HIV/AIDS management, as it plays a key role in viral suppression, improvement of quality of life, and reduction of morbidity and mortality. Despite the expansion of ART programs in Indonesia, suboptimal adherence remains a significant challenge influenced by individual, social, and healthcare-related factors. This study aimed to analyze factors associated with antiretroviral therapy adherence among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Indonesia. A quantitative cross-sectional study was conducted in four provinces in Indonesia: Lampung, South Sumatra, West Java, and East Java. Participants were selected using a multistage sampling technique and met the predefined inclusion criteria. Data were collected using structured questionnaires covering socio-demographic characteristics, knowledge of ART, family support, healthcare provider support, access to health services, and ART adherence measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test, with associations expressed as Prevalence Ratios (PR). The findings indicated that ART adherence was significantly associated with knowledge of ART (0,004), family support (0,011), healthcare provider support (0,003), and access to health services (0,031) (p < 0.05). Participants who had good knowledge, strong family support, and adequate support from healthcare providers were more likely to adhere to ART. Antiretroviral therapy adherence among PLWHA in Indonesia is influenced by knowledge, family support, healthcare provider involvement, and access to healthcare services. Strengthening patient education and optimizing the role of nurses in continuous counseling and support are essential strategies to improve ART adherence.
GAMBARAN INDIKATOR KEBERHASILAN EKSTUBASI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT DR.CIPTOMANGUNKUSUMO JAKARTA Lina Virfa; Denissa Faradita Aryani; I made Kariasa
JKKI Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v1i1.9

Abstract

Pasien yang menjalani prosedur pembedahan secara elektif dilakukan pembiusan umum dan tindakan intubasi serta menggunakan ventalisi mekanik. Ketika pasien dinilai sudah baik dan mampu dalam bernafas secara spontan, pengunaan ETT harus segera di lepaskan. Menyegerakan ekstubasi pada pasien dengan pasca pembedahan merupakan hal yang penting dilakukan agar tidak terjadi komplikasi yang cukup besar. Durasi intubasi yang lebih lama insiden komplikasi akan lebih tinggi, termasuk kejadian pneumonia terkait ventilator (VAP), dan peningkatan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indikator keberhasilan ekstubasi bedasarkan karakteristik fisik dan psikologis pada pasien post operasi di ruang perawatan intensif. Penelitain ini menggunakan desain deskriptif murni dengan pendekatan retospektif melalui data sekunder pada 96 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratifed random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar cheklist penilaian ekstubasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 100% pasien post operasi dilakukan ekstubasi dengan status kesadaran compos mentis atau nilai GCS > 10, hemodinamik stabil dengan nilai mean teakanan darah sistolik 120,7mmhg, nilai AGD denagn nilai mean PO2 120, PCo2 39.99 dan SaO2 98.36%, memiliki nilai hemtokrit normal denagn nilai mean Hct 38,98%, telah dilakukan spontaneous breathing trial dan kooperatif. 96% pasien memiliki refleks batuk yang kuat sebelum dialakukan ekstubasi.
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DAN SIKAP DALAM PENANGANAN PASIEN SYOK SEPTIK DI RS GRUP X JAKARTA Dian Rahmawati; Denissa Faradita Aryani
JKKI Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v1i1.11

Abstract

Latar belakang: Syok septik merupakan kondisi klinis umum yang terkait dengan tingkat kematian yang tinggi diantarapasien sakit kritis. Pasien syok sangat memerlukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda klinis serta status hemodinamikdan status intravaskuler. Perawat intensif memiliki peran penting untuk pengenalan dini sepsis dan identifikasiperburukan, sehingga perawat intensif perlu memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam penanganan syok septik.Tujuan penelitian: menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat intensif dalam penangananpasien syok septik di Intensive Care Unit RS Grup X Jakarta. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik korelasidengan pendekatan cross sectional, analisis penelitian dengan uji Fisher Exact pada 110 responden perawat intensifdilakukan di 3 RS pada Grup X Jakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Kesimpulan: ada hubungansignifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap perawat intensif dalam penanganan pasien syok septik di RS Grup XJakarta (p-value 0.044 < α= 0.05). Rekomendasi: Pengetahuan perawat dalam mengidentifikasi dan melakukanpenanganan syok septik, serta skrining pencegahan syok septik (qSOFA dan SOFA) harus ditingkatkan dalam bentukpeningkatan pengetahuan terstruktur.