Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Analysis Of Book Piracy Sigit Ardianto
International Asia Of Law and Money Laundering (IAML) Vol. 1 No. 3 (2022): International Asia Of Law and Money Laundering (IAML)
Publisher : International Asia Of Law and Money Laundering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.706 KB) | DOI: 10.59712/iaml.v1i3.34

Abstract

Book piracy is an attempt to reproduce a book by printing, photocopying or other means without obtaining written permission from the author and publisher of the related book. The phenomenon of book piracy during the Covid 19 pandemic worsened the asional book industry. Publishers experienced a decline in physical book sales in offline stores, while online sales were overshadowed by the problem of piracy of literacy works in this case books. The ranking of piracy, especially copyright in Indonesia ranks third largest in the world. With the increase in information and technology today, cases of book piracy occur more and more and have increased every year.
Analisis Perbedaan Dimensi Bangunan Bertingkat Terhadap Beban Gempa Dengan Analisis Pushover Menggunakan Program Sap2000 Sigit Ardianto; Lely Hendarti; Wibowo, Briant Sabathino Harya; Sukoco
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, January 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i1.1893

Abstract

Boyolali, Jawa Tengah, merupakan wilayah rawan gempa sehingga analisis ketahanan struktur bangunan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja seismik gedung RSU PKU Dr. Soemowidagdo Boyolali dengan metode pushover analysis berbasis perangkat lunak SAP2000 sesuai standar ATC-40. Fokus kajian meliputi kapasitas struktur terhadap beban gempa, pola terbentuknya sendi plastis, serta penentuan level kinerja bangunan. Hasil analisis menunjukkan sendi plastis pertama muncul pada langkah ke-3 dari arah X dan Y. Kapasitas maksimum yang mampu ditahan adalah 12.582,126 kN dengan perpindahan 0,181322 m untuk push X, dan 10.870,354 kN dengan perpindahan 0,239292 m untuk push Y. Berdasarkan batasan rasio drift ATC-40, struktur mencapai level Damage Control (DC), artinya gedung masih dapat menahan gaya gempa dengan kerusakan ringan dan penurunan kekakuan, namun tetap memiliki margin keamanan yang memadai.