Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Presensi Digital e-Hadiroh Berbasis Fuzzy Logic dan GPS pada SIT Al Banin sirwan; Mustamin; Fitrah Asma Darmawan; Dwi Purnama Soiswaty; Wahyu Ramadhani Gusti
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): DIGIMAS: Jurnal Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v2i2.60014

Abstract

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Banin merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar yang masih menggunakan sistem presensi manual berbasis buku absen. Praktik ini menimbulkan sejumlah kendala, mulai dari rendahnya akurasi data, lambatnya proses rekapitulasi penggajian, hingga sulitnya pemantauan keterlambatan secara real-time. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem presensi digital bernama e-Hadiroh berbasis Progressive Web Application (PWA) yang dilengkapi verifikasi wajah menggunakan algoritma Fuzzy Logic, validasi lokasi berbasis GPS, serta fitur Work From Home (WFH) untuk fleksibilitas pegawai. Mitra pengabdian adalah seluruh civitas akademika SIT Al Banin yang berjumlah 25 pegawai. Metode pelaksanaan menggunakan model Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pengujian, implementasi, serta pelatihan pengguna. Pengujian dilakukan melalui uji black-box, uji validitas tampilan dan fungsional, validasi oleh dua ahli (IT dan pendidikan), serta uji praktikalitas pengguna. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi 100% skenario fungsional pada uji black-box, memperoleh skor validitas tampilan 90,5% dan validitas fungsional 92,5%, serta dinyatakan "Sangat Layak" oleh kedua validator dengan skor rata-rata 92%. Uji pengguna terhadap 15 responden menghasilkan tingkat kepuasan 92,3% dan praktikalitas 93,8%. Implementasi e-Hadiroh berhasil memangkas waktu rekapitulasi presensi dari 45 menit menjadi 3 menit per hari serta meningkatkan akurasi data dari 72% menjadi 98%.
Education and Optimization of Solar Power Plants (PLTS) in Mattiro Baji Village, Satangnga Island, Takalar Regency Wahyu Ramadhani Gusti; Firman .; Supriadi .; Andi Alam Nur
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2026): Environmental-based Awareness for Agile Community Strength
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v9i1.672

Abstract

Mattiro Baji Village, located on Satangnga Island in Takalar Regency, is a coastal area facing limited access to electricity due to its geographical isolation from the mainland. The village’s power supply primarily relies on Solar Power Plants (SPP) and diesel generators. This community service program aimed to provide education and conduct operational inspections of functional SPP systems. The implementation method involved direct observation of three power systems: a main SPP with a capacity of 30 kWh, a smaller SPP with a capacity of 3 kWh, and a grid-connected SPP system supplying approximately 1 kWh. The inspection results showed that the main SPP experienced an inverter failure, while the small SPP remained operational, albeit with reduced efficiency due to accumulated dust and decreased battery capacity. In contrast, the grid-connected SPP system operated optimally. The other activity carried out was an educational session on the SPP, which was attended by eight representatives as participants based on the village head’s recommendation. This educational initiative successfully increased community awareness regarding the importance of regular maintenance, solar panel cleanliness, and efficient electrical load management. The average improvement, as measured through pre-test and post-test evaluations, reached 61%, indicating the effectiveness of the educational program. Through this approach, the sustainability of renewable energy systems in island communities can be strengthened, supporting Indonesia’s clean energy transition and equitable electricity access in remote, frontier, and outermost (3T) regions.