Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Kinerja Guru Melalui Pelatihan Sekolah Ahmad Taufik; Imron Ali Rosyidi; Didik Supriyanto; Sigit Dwi Laksana
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2023): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/symfonia.v3i2.54

Abstract

Profesionalisasi guru harus dimulai saat calon guru masih dalam tahap kerja eksperimen. Guru yang mengendalikan secara persis hal-hal yang diajarkan, ketika adanya mampu akan proses pengajaran tepat dan efektif merupakan guru profesional, serta guru dengan kepribadian yang kuat. Semua aktivitas dimotivasi, ada minat berdasarkan bentuk tingkah laku berupa stimulasi diri individu. Saat mengevaluasi kinerja seseorang, Anda membutuhkan sistem, standar, dan tujuan yang jelas. Peran kepala sekolah dalam mengawasi guru harusnya ada program pendukung yang berjalan di satuan pendidikan yang dipimpinnya. Ini digunakan untuk pendidikan, termasuk guru, komunitas, dan infrastruktur. Proses atau aktivitas manajemen manusia meliputi analisis pekerjaan, perencanaan karyawan, perekrutan, seleksi dan penempatan, kepemimpinan dan hubungan masyarakat, pembelajaran dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian kinerja dan kompensasi.
The Urgency Of Blockchain In Developing The Tourism Industry In Indonesia Didik Supriyanto; Eva Desembrianita; Donny Juliandri Prihadi; Dyah Ayu Suryaningrum; Bambang Amir Alhakim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.736

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach. It relies on descriptive text to express this article's primary intent and purpose by first describing the main topics, including Blockchain, the Tourism Industry, and its development through Blockchain. The data used in this study are primary data that researchers obtain from various credible sources such as books, scientific magazines, scientific articles, and other sources, which are usually used in each study. The data obtained are analyzed using the stages of data collection, reduction, selection, and conclusion. The result in this article shows that Blockchain can develop the tourism industry in Indonesia through the ease of booking tickets and finding tourist locations, security of tourist data, both foreign and local, tourism marketing, ease of tourism payments, and so on, which aim to develop the tourism industry in Indonesia.
Strengthening Religious Character Education Through Community-Based Child-Friendly School Programs Didik Supriyanto
Media for Empowerment, Mobilization, and Innovation in Research & Community Vol. 1 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Future Tecno-Science Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/vmb54h25

Abstract

This community service activity aims to strengthen religious character education through the implementation of a community-based child-friendly school program. The program was implemented at an elementary school in Mojokerto Regency, involving teachers, parents, and community leaders. The activity methods included teacher training, student mentoring, and community discussion forums. The results of the activity demonstrated increased awareness among teachers and parents of the importance of religious character education, the creation of a safe school environment, and improved religious behavior in students' daily activities. This program is expected to become a model of collaboration between schools, families, and the community in fostering children's religious character.
The Urgency Of Blockchain In Developing The Tourism Industry In Indonesia Didik Supriyanto; Eva Desembrianita; Donny Juliandri Prihadi; Dyah Ayu Suryaningrum; Bambang Amir Alhakim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.736

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach. It relies on descriptive text to express this article's primary intent and purpose by first describing the main topics, including Blockchain, the Tourism Industry, and its development through Blockchain. The data used in this study are primary data that researchers obtain from various credible sources such as books, scientific magazines, scientific articles, and other sources, which are usually used in each study. The data obtained are analyzed using the stages of data collection, reduction, selection, and conclusion. The result in this article shows that Blockchain can develop the tourism industry in Indonesia through the ease of booking tickets and finding tourist locations, security of tourist data, both foreign and local, tourism marketing, ease of tourism payments, and so on, which aim to develop the tourism industry in Indonesia.
Tanggung Jawab Dewan Komisaris Dalam Tindak Pidana Korupsi Rp 16,8 Triliun Pt Asuransi Jiwasraya Didik Supriyanto
Jurnal Hukum Jurisdictie Vol. 6 No. 1 (2024): Problematika Hukum Bisnis Pada Era Digital
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/jhj.v6i1.165

Abstract

Kasus penyalahgunaan wewenang dan penggelapan dana nasabah, yang kemudian menjadi perkara korupsi dana nasabah pada PT Asuransi Jiwasraya, telah menjadikan dua direksi dan satu kepala divisi perusahaan BUMN tersebut dipidana penjara dan denda, bersama tiga pimpinan perusahaan mitra. Namun tidak ada satu pun anggota dewan komisaris yang dinyatakan bersalah. Padahal direksi dan dewan komisaris adalah sama-sama pengurus perseroan meskipun dengan fungsi berbeda: direksi sebagai pemimpin dan pengelola, dewan komisaris sebagai pengawas dan penasihat. Apalagi korupsi dana nasabah terjadi sepanjang dua periode direksi (2008-2013 dan 2013-2018) yang bersamaan waktunya dengan dua periode dewan komisaris (2009-2014 dan 2014-2019) di mana direktur utama, direktur keuangan, dan komisaris utama, orangnya sama. Penelitian ini mengajukan dua rumusan masalah: (1) Bagaimana kebijakan Direksi PT Asuransi Jiwasraya dalam bidang investasi dana nasabah dan bagaimana peran Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwasraya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penasihatan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut selama dua periode kepengurusan (2008-2013 dan 2013-2018)? (2) Bagaimana tanggung jawab Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwasraya yang tidak mengoptimalkan fungsi pengawasan dan penasihatan terhadap pelaksanaan investasi dana nasabah oleh Direksi PT Asuransi Jiwasraya selama dua periode kepengurusan (2008-2013 dan 2013-2018) demi mencegah kerugian perseroan? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian deskriptif normatif ini menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang- undangan, putusan pengadilan, laporan pemeriksaan keuangan, laporan tahunan perseroan, dan dokumen-dokumen perseroan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan dewan komisaris tidak optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penasihatan sehingga gagal mencegah kerugian perseroan dan nasabah. Dewan komisaris lebih banyak memuji daripada bersikap kritis terhadap kinerja direksi. Bahkan ketika dewan komisaris mendapatkan informasi atas banyaknya masalah investasi, tetapi tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut akibat akses informasi investasi ditutup oleh direksi, dewan komisari diam saja. Padahal dewan komisaris bisa melaporkan masalah investasi tersebut kepada pemegang saham (Menteri BUMN) dan pemegang otoritas industri asuransi (OJK). Bahkan demi mencegah kerugian perseroan, dewan komisaris bisa menghentikan sementara direksi. Tetapi semua itu tidak dilakukan sehingga bisa disebut dewan komisaris melakukan pembiaran atas terjadinya korupsi dana nasabah. Meskipun demikian Dewan Komisaris PT Asuransi Jiwasraya tidak dapat dituntut tanggung jawabnya atas pembiaran korupsi dana nasabah di PT Asuransi Jiwasraya, karena Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, tidak memberikan sanksi administrasi, sanksi perdata, maupun sanksi pidana terhadap dewan komisaris yang melakukan pembiaran atas terjadinya korupsi di perseroan.