Achmad Zainul Mustofa Al Amin
STIT Raden Wijaya Mojokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Akhlak Murid Madrasah Diniah Mamba’ul Ihsan Kota Mojokerto Ditinjau dari Kitab Washoya Al Abaa’ Lil Abnaa’ Achmad Zainul Mustofa Al Amin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 6 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v6.1.455.16-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan akhlak siswa di Madrasah Diniah Mamba'ul Ihsan di Kota Mojokerto berdasarkan kitab Washoya Al Abaa' Lil Abnaa'. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di Madrasah Diniah Mamba'ul Ihsan di Kota Mojokerto menunjukkan akhlak mulia sesuai dengan ajaran buku Washoya Al Abaa' Lil Abnaa'. Namun, ada faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman nilai-nilai akhlak dan pengaruh hubungan sebaya yang dapat memengaruhi kurangnya bimbingan moral. Penulis berharap bahwa makalah ini dapat menjadi referensi bagi guru dan pengajar di madrasah dalam membimbing dan memotivasi siswa dalam pendidikan akhlak. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menjadi sumber daya berharga bagi peneliti masa depan yang tertarik pada topik serupa.
Tradisi Ruwah Desa dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam Ismail, Ismail; Achmad Zainul Mustofa Al Amin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.2.538.201-210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi ruwah desa sebagai media pembentukan akhlak anak dalam perspektif ilmu pendidikan Islam. Tradisi ruwah desa merupakan praktik sosial-keagamaan yang dilaksanakan masyarakat menjelang bulan Ramadan melalui kegiatan seperti tahlilan, ziarah kubur, kenduri, dan gotong royong. Tradisi ini memuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang berpotensi menjadi wahana pendidikan informal bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwah desa mengandung sejumlah nilai pendidikan akhlak, di antaranya nilai gotong royong, empati, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan leluhur, serta religiusitas. Internalisasi nilai terjadi melalui keteladanan tokoh agama dan masyarakat, pembiasaan tahunan dalam prosesi ruwah, serta partisipasi aktif anak dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses ini sejalan dengan prinsip tarbiyah yang meliputi qudwah (keteladanan), ta‘wid (pembiasaan), dan bi’ah tarbawiyah (lingkungan edukatif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ruwah desa berfungsi sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak anak secara natural, kontekstual, dan komunal.
Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Ibadah Kurban: Perspektif Al-Qur’an Surat Ash‑Shaffat Ayat 100‑103 Ismail Ismail; Achmad Zainul Mustofa Al Amin; Ela Nurul Fatimah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.2.536.160-170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan akidah yang terkandung dalam peristiwa ibadah kurban sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 100–103. Melalui pendekatan tafsir tematik (maudhū’ī) dengan analisis terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer seperti tafsir Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Al-Misbah (Quraish Shihab), dan Al-Azhar (Hamka), ditemukan bahwa ayat-ayat tersebut bukan sekadar mengisahkan ketaatan Nabi Ibrahim dan Isma’il dalam peristiwa penyembelihan, tetapi juga memuat fondasi nilai-nilai pendidikan akidah yang mendalam. Nilai-nilai tersebut mencakup tauhid, tawakal, keimanan kepada takdir (qadha dan qadar), kepatuhan terhadap wahyu, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kepasrahan total (istislam) kepada kehendak Allah. Penelitian ini menegaskan bahwa peristiwa kurban merupakan momentum edukatif-spiritual yang sangat relevan dalam membentuk karakter keimanan individu, keluarga, dan masyarakat. Ibadah kurban, dalam konteks pendidikan akidah, menjadi simbol dari kesiapan spiritual untuk mengutamakan cinta kepada Allah di atas segalanya.