Intan Saraswati
STIKes Wira Medika Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Intan Saraswati; Ni Kadek Yuni Lestari
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.10500

Abstract

ABSTRACT Insidence of Chronic kidney disease is increasing every year. In Indonesia, based on Riskesdas data (2020), chronic kidney failure diagnosed by a doctor is 0.2%. End stage kidney failure requires kidney replacement therapy to maintain life or what is called hemodialysis. In patients undergoing hemodialysis, it is found that a decrease in the quality of sleep, poor sleep quality can be a trigger for a decrease in quality of life. Research is needed regarding the factors associated with triggering the onset of sleep problems in hemodialysis patients so that nursing staff can immediately intervene. This study aims to determine the factors associated with sleep quality in patients undergoing hemodialysis. The methode of this research is correlational descriptive method with purposive sampling technique, the number of samples used was 47 people Bivariate results showed co-morbidities with a p value ≤ 0.05 (p value = 0.002) and duration of dialysis with a p value ≤ 0.05 (p value 0.015 ) It can be concluded that the quality of sleep is related to the duration of dialysis and the presence of comorbidities. Keywords: Age, Gender, Job, Marital Status, Length 0f Dyalisis, Comorbidities, Quality of Sleep  ABSTRAK Penyakit gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang insidennya meningkat tiap tahunnya. Di Indonesia berdasarkan data Riskesdas (2020), gagal ginjal kronis yang terdiagnosa dokter sebesar 0,2%. Penyakit gagal ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan kehidupannya atau yang disebut hemodialisis.Pada pasien yang menjalani hemodialisis, ditemukan penurunan kualitas tidur, kualitas tidur jelek dapat menjadi pemicu penurunan kualitas hidup. Diperlukan penelitian terkait faktor-faktor yang berhubungan sebagai pemicu timbulnya masalah tidur pada pasien hemodialisis untuk segera dapat diintervensi oleh tenaga keperawatan. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahu faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel yang dipergunakan adalah 47 orang. Hasil bivariat menunjukkan penyakit penyerta dengan p value  ≤ 0,05 (p  value = 0,002) dan lama dialisis dengan p value  ≤ 0,05 (p value  0,015). Dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan lamanya dialisis dan adanya penyakit penyerta. Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Status Perkawinan, Lama Dialisis, Penyakit Penyerta, Kualitas Tidur
Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMA Negeri 1 Bangli Intan Saraswati; Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12259

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are the age that requires good nutrition, and one of them is iron intake. Iron intake is very important to prevent anemia. The Adherence of young women to consuming Blood Supplement Tablets is an indicator of preventing anemia in adolescents which can be influenced by internal and external factors. External factors include peer support. The purpose of this study was to determine the relationship between peer support with adherence to consuming BST (Blood Supplement Tablet) in students of SMAN 1 BANGLI. This research used a cross-sectional approach. It was 232 respondents, Sampling technique used is stratified random sampling. The results of this study showed that the majority of respondents had peer support in the good category, there were 166 respondents (71.6%), and 175 respondents (75.4%) adhered to consuming BST. Based on the results of the Chi-Square statistical test, a p-value of 0.000 (0.05) was obtained, which means that there is a relationship between peer support and adherence in consuming BST in the students of SMAN 1 Bangli. The OR value obtained was 20.29, which means that respondents with unfavorable peer support were 20.29 times more likely to be disobedient in consuming BST than female students who received good peer support. Activities outside the home tend to be more actively carried out by adolescents with peers, so peers have a great influence on adolescent behavior. Keywords: Peer Support, Adherence, Blood Supplement Tablets  ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan nutrisi yang baik, salah satunya asupan zat besi. Asupan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia. Kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu indikator dalam mencegah anemia pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 232 orang, yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan teman sebaya dalam kategori baik yaitu sebanyak 166 responden (71,6%) dan terdapat 175 responden (75,4%) patuh mengonsumsi TTD. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 ( 0,05), yang berarti ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Nilai OR yang diperoleh sebesar 20,29 artinya responden dengan dukungan teman sebaya yang kurang baik berpeluang 20,29 kali lebih besar untuk tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah  dibandingkan dengan siswi yang mendapatkan dukungan teman sebaya yang baik. Aktivitas di luar rumah cenderung lebih aktif dilakukan oleh remaja dengan teman sebaya, sehingga teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Kata Kunci: Dukungan Teman Sebaya, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah