Achril Zalmansyah
Badan Riset dan Inovasi Nasional_BRIN

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TOTOBUANG

TES KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BAGI GURU BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA TINGKAT SLTA SEKABUPATEN PRINGSEWU [Indonesian Proficiency Test for The Teachers of Bahasa Indonesia at Senior High School in Kabupaten Pringsewu] Achril Zalmansyah
TOTOBUANG Vol. 4 No. 2 (2016): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.484 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v4i2.21

Abstract

Indonesian Proficiency Test is designed in such a way, without referring to someone’s job or position, as an ideal instrument for recruiting workers or qualified employees, students, teachers and government employees. Indonesian Proficiency Test for teachers of Indonesian Language of senior high school is a needed and should be sosialized and tested. The test is conducted to indicate the skills of teachers of senior high schools in Kabupaten Pringsewu in mastering bahasa Indonesia. The obtained data  showed that the majority of participants scores were between 500--600 which is good. Thus, it is confirmed that UKBI as a test tool  can be used to measure the ability of teachers in mastering bahasa Indonesia as well as their skills in the using of good and right bahasa Indonesia.Tes kemahiran berbahasa Indonesia dirancang sedemikian rupa, tanpa mengenal jenis pekerjaan atau jabatan seseorang, sebagai alat uji yang sangat ideal, baik bagi penjaringan pekerja atau pegawai teladan, siswa/mahasiswa, guru maupun calon pegawai negeri sipil. Tes kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru bidang studi bahasa Indonesia tingkat SLTA sangat diperlukan. Tes ini dilakukan untuk mengetahui penguasaan bahasa Indonesia para guru bidang studi bahasa Indonesia tingkat SLTA di Kabupaten Pringsewu. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memperoleh nilai antara 500--600 yang berarti baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa UKBI merupakan alat uji yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan bahasa Indonesia seorang guru serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
FIGUR IBU PADA CERPEN “REMBULAN DI MATA IBU” KARYA ASMA NADIA: The Mother Figure in The Short Story “Rembulan di Mata Ibu” by Asma Nadia Achril Zalmansyah; Yoga Irawan; Annisa Fitriani
TOTOBUANG Vol. 11 No. 1 (2023): TOTOBUANG: EDISI JUNI 2023
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v11i1.465

Abstract

Abstract The mother figure has always been an inspiration in writing literary works in Indonesia. One is the short story "Rembulan di Mata Ibu" by Asma Nadia. This paper intends to explain and analyze the mother figure and what factors shape the mother’s character in the short story. The method used is a qualitative method. The data were taken from the short story "Rembulan di Mata Ibu" by Asma Nadia in 2002. The results showed a change in character experienced by the mother. In the beginning, Mother’s image is a conventional character. However, at the end of the story, the picture of Mother is a far-sighted character. The five characters appeared in the mother figure, namely a strong figure, a fierce and selfish figure, a restrained figure, a person who was not open-minded, and affectionate figure. Two factors that shape the mother's character are economic factors and family factors. Keywords: Mother, Short Story, Rembulan di Mata Ibu   Abstrak Figur ibu selalu menjadi insipirasi dalam penulisan karya sastra di Indonesia. Salah satunya adalah cerpen “Rembulan di Mata Ibu’ karya Asma Nadia. Tulisan ini bermaksud menjelaskan dan menganalisis figur ibu dan faktor-faktor apa saja yang membentuk karakter tokoh ibu dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diambil dari cerpen “Rembulan di Mata Ibu” karya Asma Nadia tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan karakter yang dialami oleh Ibu. Di awal cerita, Ibu digambarkan sebagai tokoh yang konvensional. Namun di akhir cerita, Ibu digambarkan sebagai tokoh yang berpikiran jauh ke depan. Ada lima karakter yang muncul pada sosok ibu, yaitu sosok yang kuat, galak dan egois, pengekang, tidak berpikiran terbuka, dan penyayang. Faktor-faktor yang membentuk karakter ibu ada dua, yaitu faktor ekonomi dan keluarga.Kata-kata Kunci: Ibu, Cerpen, Rembulan di Mata Ibu, karakter