Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Wisata Air Terjun Pria Laot, Sabang Cut Tasya Irayana; Zainuddin Zainuddin; Myna Agustina Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No.2, Mei 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.72 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i2.21349

Abstract

Abstrak Wisata pegunungan Air Terjun Pria Laot memiliki panorama alam yang asri dan memiliki udara yang bersih ditengah hutan. Saat ini sarana pariwisata pada kawasan wisata Air Terjun Pria Laot belum dapat digunakan sepenuhnya oleh pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan memberikan arahan pengembangan sarana dan prasarana obyek wisata Air Terjun Pria Laot. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT dari hasil pengumpulan data primer yang dilakukan dengan observasi, wawancara serta data sekunder yang dikumpulkan dari bahan bacaan. Hasil yang didapatkan adalah kondisi eksisting kawasan wisata Air Terjun Pria Laot memiliki atraksi wisata yang indah dan alami,namun kondisi jalan harus dilakukan perbaikan, ketersediaan transportasi umum sangat minim, tempat parkir dan kamar ganti/toilet belum sesuai dengan Peraturan Menteri, belum adanya sistem pengelolaan sampah dan tidak adanya paket wisata yang melayani perjalanan ke obyek wisata. Strategi prioritas berdasarkan SWOT adalah menambahkan pengembangan kawasan wisata Air Terjun Pria Laot dalam rencana Pemerintah Kota Sabang, meningkatkan kualitas, perbaikan dan pengadaan terhadap sarana serta melakukan promosi objek wisata air terjun.A
PENGEMBANGAN WILAYAH ACEH BESAR MELALUI SEKTOR UNGGULAN: PERSEPSI STAKEHOLDER: Regional Development of Aceh Besar through Leading Sector: Stakeholder Perception Myna Agustina Yusuf; Irin Caisarina; Sanna Nadia
Rumoh Journal of Architecture Vol. 11 No. 2 (2021): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v11i2.165

Abstract

Salah satu tujuan pengembangan wilayah adalah meningkatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat. Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang masih belum maju dalam pengembangan wilayahnya jika dibandingkan dengan kota/kabupaten di sekitarnya. Pengembangan wilayah Kabupaten Aceh Besar cukup penting dilakukan terutama memiliki sektor beragam dalam wilayah administratif yang sangat luas yaitu 404,35 Km2. Pengembangan dapat dilakukan melalui sektor unggulan wilayah yang menggambarkan potensi daya saing kompetitif dan spesialisasi dalam lingkup kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor unggulan daerah Kabupaten Aceh Besar, memetakan potensi dan peluangnya kemudian merekomendasikan pengembangan wilayahnya berdasarkan persepsi stakeholder. Data yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten dan hasil wawancara. Sektor unggulan ditetapkan dalam tiga tahapan analisis sektor ekonomi wilayah yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Klassen Typology. Perumusan strategi didasarkan atas olahan hasil wawancara dan analisis SWOT. Hasil analisis sektor unggulan menunjukkan yang memiliki pertumbuhan serta kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Aceh Besar adalah kontruksi, sektor transportasi dan pergudangan, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan motor, sektor informasi dan komunikasi serta sektor real estate. Potensi utamanya adalah lokasinya yang strategis, namun kualitas SDM rendah sebagai kelemahan utamanya. Langkah pengembangan wilayah yang dapat dilakukan adalah membangun tenaga kerja memiliki kualitas kompetensi tinggi, mengembangkan inovasi teknologi BIM (Building Information Modelling), meningkatkan produksi komoditas yang berpotensi dan memiliki nilai jual tinggi, meningkatkan potensi SDM untuk memaksimalkan potensi, melakukan pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi dengan transportasi Kota Banda Aceh, meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan informasi dan komunikasi, dan melakukan pengendalian pembangunan perumahan.
Pendekatan Pembangunan Wilayah Berbasis Komunitas untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Luthu Lamweu Elysa Wulandari; Myna Agustina Yusuf; Siti Zahrina Fakhrana; Winda Hanifah
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 3 No. 1 (2025): Bayt ElHikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v3i1.7996

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan Desa Luthu Lamweu sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis community-based tourism (CBT). Berlokasi strategis di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, desa ini memiliki potensi wisata yang signifikan, termasuk lanskap alam yang indah, tradisi budaya khas, dan produk lokal seperti kerajinan dan kuliner tradisional. Namun, pemanfaatan potensi ini masih terkendala oleh kurangnya infrastruktur, kelembagaan, kapasitas masyarakat dalam manajemen pariwisata, serta promosi yang belum optimal. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan focus group discussion (FGD). Hasil kajian menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pengembangan pariwisata sangat tinggi, didorong oleh kesadaran akan dampak positif ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan lokal. Pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan berbasis keterampilan, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan penguatan kolaborasi multi-stakeholder diidentifikasi sebagai langkah strategis utama. Rekomendasi utama penelitian ini mencakup pelaksanaan pelatihan pengelolaan homestay, pengembangan produk ekonomi kreatif, konservasi budaya lokal, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan pembentukan kelembagaan lokal seperti kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengelola potensi desa secara terstruktur dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi strategi ini. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan terpadu, Desa Luthu Lamweu berpotensi menjadi model destinasi pariwisata berkelanjutan yang mendukung keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi desa lain di Aceh Besar dan wilayah sekitarnya.
Pengembangan Taman Kota Sebagai Ruang Ketiga (Third Place) Di Kota Banda Aceh Syifaurrahmah Syifaurrahmah; Sylvia Agustina; Myna Agustina Yusuf
Jurnal Realitas Sosial Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Realitas Sosial
Publisher : PT Riset Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64126/jrs.v1i1.10

Abstract

Rapid urban growth and population increases in Banda Aceh have heightened the need for public spaces that support community interaction. City parks have emerged as potential "third places," providing environments distinct from home and work. This study evaluates three parks in Banda Aceh — Blang Padang Field Park, Sari/Bustanussalatin Park, and Krueng Neng Park — against criteria such as openness, flexibility, and contextuality relevance. Using mixed methods, including field surveys, observations, and questionnaires distributed to 100 visitors, the research highlights these parks as inclusive social hubs. Each park has distinct roles: Blang Padang serves as a social and sports hub, Taman Sari emphasizes historical and cultural connections, and Krueng Neng prioritizes family-oriented facilities like playgrounds and fishing areas. Despite their benefits, issues like cleanliness, safety, and inadequate facilities need attention to enhance their utility. Recommendations include adding sports facilities and Wi-Fi to Blang Padang for students and freelancers, transforming Taman Sari into a cultural hub with art and discussion spaces, and enhancing Krueng Neng with better family recreation amenities and accessibility. With improved management, these parks could foster social bonds, offer dynamic interaction spaces, and elevate Banda Aceh residents’ quality of life.