Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DALAM UPAYA MERAWAT LINGKUNGAN DALAM PENCEGAHAN MALARIA DI KAMPUNG YOBOI PAPUA Ellen R. V. Purba; Frengky Apay; Frans Manangsang; Ester Rumaseb; Korinus Suweni; Sofietje Gentidatu; Suryani Suryani; I Ketut Swastika; Lilys Irianty Natalia Purba
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15178

Abstract

ABSTRAKMalaria masih menjadi permasalahan di wilayah Indonesia bagian timur yang berpotensi meningkatkan angka kematian pada bayi, ibu hamil dan masyarakat lainnya. Malaria secara tidak langsung berdampak pada produktivitas dan merugikan masyarakat secara ekonomi. Keadaan ini di perburuk oleh kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat di Wilayah Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura Papua yang tidak bersih dan kurangnnya pengolahan sampah yang dilakukan. Kondisi tersebut harus segara ditangani melalui pemberdayaan pemanfaatan sampah plastik dalam upaya merawat lingkungan dalam pencegahan malaria. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah sampah plastik dalam upaya merawat lingkungan dalam pencegahan malaria. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Sereh Papua dengan metode pemberdayaan atau pelatihan pemanfaatan sampah plastik sehingga memiliki nilai guna sehingg dapat merawat lingkungan dan terhindar dari penyakit malaria. Kegiatan diikuti anak-anak yang berjumlah 28 orang berusia 4-7 tahun yang berada di Wilayah Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura Papua. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat hasil pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang mempunyai nilai fungsional. Hasil pemberdayaan yang dilakukan dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik di Wilayah kampung Yoboi dan dapat menumbuhkan kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai fungsional seperti seperti pot untuk tanaman, mainan untuk anak-anak yang terbuat dari plastik dan bunga hias yang terbuat dari plastik serta menjaga lingkungan dalam upaya pencegahan malaria. Kata kunci: sampah plastik; lingkungan; malaria. ABSTRACTMalaria is still a problem in eastern Indonesia which has the potential to increase mortality rates in infants, pregnant women and other communities. Malaria indirectly impacts productivity and harms society economically. This situation is exacerbated by the environmental conditions where people live in the Yoboi Village Area, Sentani Kota District, Jayapura Papua Regency which is not clean and the lack of waste processing carried out.  This condition must be immediately addressed through empowering the use of plastic waste in an effort to care for the environment in malaria prevention.  The purpose of this community service activity is to increase public awareness and ability to process plastic waste in an effort to care for the environment in malaria prevention.  The implementation of activities is carried out in Sereh Papua Village with empowerment methods or training on the use  of plastic waste so that it has use value so that it can care for the environment and avoid malaria. The activity was attended by 28 children  aged 4-7 years  who were in the Yoboi Village Area, Sentani Kota District, Jayapura Papua Regency.  Evaluation of activities is carried out by looking at the results of utilizing plastic waste into products that have functional value. The results of the empowerment carried out can help reduce the amount of plastic waste in the Yoboi village area and can foster community creativity in utilizing waste into products that have functional value such as pots for plants, toys for children made of plastic and decorative flowers made of plastic and protecting the environment in efforts to prevent malaria.eyword: plastic waste;  environment;  malaria
Kampung sehat: transformasi masyarakat melalui edukasi PHBS, scabies, malaria, tuberkulosis, hipertensi dan jumat bersih di kampung Yobeh kabupaten Jayapura Ellen R. V. Purba; Ester Rumaseb; Elisabeth Mebri; Gemi Rahayu; Fitri Diah Muspitha; Rospuana Mandowen; Yudi Prayitno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24073

Abstract

AbstrakTransformasi masyarakat di kampung Yobeh Jayapura melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemahaman mengenai penyakit seperti scabies, malaria, tuberkulosis, dan hipertensi merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Program tambahan seperti "Jumat Bersih" juga memainkan peran krusial dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mengajarkan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui kombinasi edukasi kesehatan dan prakarsa komunitas, diharapkan terjadi penurunan prevalensi penyakit dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung Yobeh secara keseluruhan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan air bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan, yang efektif dalam mencegah penyakit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua pada tanggal tanggal 20 Maret 2024 dengan metode diskusi dan sosialisasi melalui penyuluhan langsung, pelatihan kader kesehatan desa, pemeriksaan kesehatan, edukasi rekayasa lingkungan pencegahan malaria dan Program "Jumat Bersih". Evaluasi dan pemantauan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas kegiatan dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Kegiatan diikuti oleh masyarakat yang berjumlah 68 orang yang berada di Wilayah Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua. Hasil pemberdayaan menunjukan tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pencegahan penyakit meningkat dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air bersih. Peningkatan pengetahuan masyarakat menunjukan bahwa pengetahuan tentang PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%) tuberculosis (80%) dan hipertensi (81%). Pemeriksaan kesehatan rutin berhasil mendeteksi lebih awal kasus hipertensi, sehingga penanganannya lebih cepat dan efektif. Program "Jumat Bersih" berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria. Kata kunci: hipertensi; jumat bersih; malaria; scabies; transformasi masyarakat; tuberculosis AbstractThe transformation of the community in Yobeh Jayapura village through education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and understanding of diseases such as scabies, malaria, tuberculosis, and hypertension is an important effort to improve the quality of life. Additional programs such as "Clean Friday" also play a crucial role by encouraging active community participation in maintaining environmental cleanliness, raising collective awareness, and teaching shared responsibility in creating a healthy environment. Through a combination of health education and community initiatives, it is hoped that there will be a decrease in disease prevalence and an improvement in the overall welfare of the Yobeh village community. The activity aims to form healthy living habits, such as washing hands, using clean water, and maintaining a clean environment, which are effective in preventing diseases. The implementation of the activity was carried out in Yobeh Village, Jayapura Regency, Papua on  March 20, 2024 with discussion and socialization methods through direct counseling, training of village health cadres, health checks, environmental engineering education for malaria prevention and the "Clean Friday" Program. Evaluation and monitoring are carried out periodically to assess the effectiveness of activities and determine necessary improvement measures. The activity was attended by a community of 68 people in the Yobeh Village Area, Jayapura Regency, Papua. The results of the empowerment show  that the level of public awareness about the importance of hygiene and disease prevention has increased by regularly washing hands with soap and using clean water. The increase in public knowledge showed that knowledge about PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%), tuberculosis (80%) and hypertension (81%). Routine health checks have succeeded in detecting cases of hypertension early, so that the treatment is faster and more effective. The "Clean Friday" program has succeeded in creating a cleaner and healthier environment, reducing the breeding grounds of mosquitoes that cause malaria. Keywords: hypertension; clean friday; malaria; scabies; community transformation; tuberculosis