M. Yusuf Ahmad, M. Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Metode Tanya Jawab dengan Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Ahmad, M. Yusuf; Tambak, Syahraini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.808 KB) | DOI: 10.25299/althariqah.2017.vol2(1).650

Abstract

Pendidikan Agama Islam ialah sebagai upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertaqwa dan, berakhlaq mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Qur’an dan Hadist melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Hubungan metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik ialah untuk mengembangkan kreatifitas berfikir peserta didik secara aktif dan sistematis serta mendapat respon lisan dari peserta didik sehingga dapat menumbuhkan minat belajar dan pengetahuan baru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab ini akan menarik perhatian peserta didik dan suasana kelas menjadi aktif. Namun study pendahuluan yang penulis lakukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Kuansing guru telah menggunakan metode tanya jawab namun peserta didik kurang merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik. Jenis penelitian korelasional, populasi dan sampel 59 orang, teknik pengumpulan data dengan angket dan dokumentasi, Perumusan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah penulis lakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VIII di SMP Negeri 3 Simpang Raya Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuansing. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05yaitu 0,000< 0,05, maka Ho ditolak dan tingkat hubungan metode tanya jawab dengan minat belajar peserta didik sebesar 0,738. Menurut interpretasi koefisien korelasi nilai 0,738 terletak pada interval 0,60-0,799 dengan kriteria tingkat hubungan kuat.
Teacher Efforts to Overcome Students' Learning Difficulties in Islamic Religious Education Safitri, Riza; Ahmad, M. Yusuf; Tambak, Syahraini
IGI in Education Insight Vol. 1 No. 01 (2026): February Issue |IGI in Education Insight (IGI Educ. Ins.)
Publisher : CV. INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/edu.v1i01.02

Abstract

Purpose of the study: This study investigates the efforts of Islamic Religious Education (IRE) teachers to overcome students' learning difficulties at SMP Negeri 1 Pekanbaru, Riau Province, Indonesia. Despite teacher efforts, persistent symptoms of learning difficulties—including slow task completion, low academic achievement among ostensibly active students, and difficulty comprehending instructional material—motivated systematic investigation of applied pedagogical strategies. Materials and methods: A qualitative descriptive research design was employed. The study involved three IRE teachers as key informants, supplemented by the school principal, vice-principal for student affairs, and counseling teachers as supporting informants. Data were collected through structured interviews, participatory observation, and documentation. Interactive model data analysis (Miles & Huberman) encompassed data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Results: Of fourteen identified teacher-effort indicators, five were consistently well-implemented: (1) reviewing students' personal records, (2) evaluating student assignments to monitor development, (3) identifying learning difficulty cases, (4) organizing instructional materials systematically, and (5) administering remedial programmes. Nine remaining indicators were partially implemented, including home visits, comparative progress monitoring, individualized/group tutoring, and parental collaboration. Conclusions: IRE teachers at SMPN 1 Pekanbaru have adopted several structured efforts to address student learning difficulties; however, implementation remains incomplete. Gaps in home visitation and individualized tutoring indicate systemic resource and time constraints. Strengthening teacher professional development and institutional support systems is recommended to close implementation gaps.