Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SMART ANKes

Hubungan pengetahuan, sikap, media massa, teman sebaya dan orang tua dengan kejadian kehamilan pada usia remaja DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2018 Kurrohman, Taufik
JURNAL SMART ANKES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan pada masa usia remaja mempunyai risiko medis yang cukup tinggi karena pada masa remaja alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukan fungsinya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan pada usia remaja. Jumlah kasus kehamilan pada usia remaja menunjukkan kecenderungan yang meningkat setiap tahunnya sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkonsultasi ke poskesdes yang terdaftar di buku registrasi dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Air Gegas sebanyak 699 orang, sedangkan sampel sebagian ibu hamil sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel proporsi dan simple random sampling. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Cara ukur dalam penelitian ini adalah wawancara dengan alat ukur Kuesioner. Hasil penelitian ini yang tidak berhubungan dengan kejadian kehamilan pada usia remaja adalah pengetahuan (p = 0.259 POR =0,570), sikap (p = 0,240 POR = 1,783), peran orang tua (p = 0,855 POR =0,825), dan peran teman sebaya (p = 0,402 POR =0,636). Sedangkan yang berhubungan dengan kejadian kehamilan pada usia remaja adalah peran media massa (p = 0,004 POR = 3,733). Faktor yang paling dominan berhubungan adalah peran media massa. Petugas Kesehatan di Puskesmas disarankan agar membagikan beberapa media cetak seperti booklet, leaflet dan poster kepada remaja dan keluarga tersebut, memberikan insentif kepada remaja agar tahu serta mengaplikasikan pentingnya menunda/tidak hamil pada usia ibu dibawah 20 tahun. Keywords : kehamilan, usia remaja, risiko medis
Hubungan Pendidikan, Pendapatan, Pengetahuan, Sikap, Dukungan keluarga, Peran petugas kesehatan dengan Pemilihan Pertolongan Persalinan oleh Dukun Bayi di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Kurrohman, Taufik
JURNAL SMART ANKES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu maupun bayi adalah kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan sebagai penolong pertama pada persalinan. Data di Kelurahan Tuatunu tahun 2010 jumlah persalinan ditolong oleh dukun bayi sebanyak 34 orang (18,8%), pada tahun 2011 jumlah persalinan ditolong oleh dukun bayi sebanyak 43 orang (19,3%), pada tahun 2012 jumlah persalinan ditolong oleh dukun bayi sebanyak 31 orang (14,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan pertolongan persalinan oleh dukun bayi di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang. Desain penelitian pendekatan Case Control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu melahirkan di Kelurahan Tuatunu berjumlah 216 orang. Sampel penelitian kasus dan kontrol adalah 1:2, maka jumlah sampel kasus sebanyak 31 orang dan kontrol sebanyak 62 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara berupa kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hubungan Pendidikan Ibu (p=0,033), Pendapatan Keluarga (p=0,007), Pengetahuan (p=0,023), Sikap (p=0,005), Dukungan Keluarga (p=0,010), Peran Petugas (p=0,032) ada hubungan dengan pemilihan pertolongan persalinan oleh dukun bayi di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang . Saran penelitian ini adalah Mensosialisasikan Jaminan Persalinan dan memfungsikan sarana pelayanan kesehatan seperti Poskesdes sehingga masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada dan pembiayaan persalinan gratis bila penggunaan jampersal dioptimalkan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWA PUTRI KELAS X DAN XI SMA NEGERI 1 MUNTOK TAHUN 2019 Kurrohman, Taufik
JURNAL SMART ANKES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan.Data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2013) dalam Todoho (2014), menunjukkan bahwa sebagaian besar 68% perempuan di Indonesia yang berusia 10–59 tahun melaporkan menstruasi teratur dan 13,7% mengalami masalah siklus menstruasi yang tidak teratur dalam satu tahun terakhir. Dari tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan siklus menstruasi pada siswa putri di SMA Negeri 1 Muntok. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Siswa Putri SMA Negeri 1 Muntok yang berjumlah 296 orang dengan jumlah sampel 83 responden. Data diperoleh dengan cara wawancara melalui kuesioner, kemudian diuji dengan chi – square, analisa Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang ada hubungan dengan perubahan siklus menstruasi adalah Sumber Informasi dengan nilai P = 0,001 dan Dukungan Orang Tua dengan nilai P = 0,008, Faktor-faktor yang tidak berhubungan Pengetahuan dengan nilai P = 0,102, yang paling dominan Sumber Informasi dengan nilai POR = 8,667. Untuk Guru SMA Negeri 1 Muntok khususnya guru yang memberikan pelajaran tentang reproduksi untuk selalu memberikan wawasan dan penyuluhan tentang perubahan siklus menstruasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR 30-50 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELINDUNG KOTA PANGKALPINANG Kurrohman, Taufik
JURNAL SMART ANKES Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBS IVA adalah suatu metode untuk mendeteksi secara dini lesi pra kanker dengan menggunakan kapas lidi yang telah dicelupkan ke dalam asam cuka atau asam asetat dengan konsentrasi 3-5% yang nantinya akan dioleskan pada vagina tepatnya pada daerah portio dengan teknik pengolesan searah jarum jam. Berdasarkan data dari Puskesmas Selindung jumlah wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2016 sejumlah 106 orang (13,15%), pada tahun 2017 sejumlah 248 orang (20,4%) dan tahun 2018 sejumlah 500 orang (41,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Selindung Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan menggunkan uji chi-square test dengan analisa univariat dan bivariat, teknik pengambilan sampel secara lottery technique, serta pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur 30-50 tahun yang berada di Puskesmas Selindung berjumlah 1.217 orang. Jumlah sampel minimal pada penelitian ini berjumlah 103 responden. Hasil penelitian menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), promosi kesehatan (p=0,000), dan dukungan suami (p=0,000). Faktor–faktor yang tidak berhubungan dengan pemeriksaan IVA adalah adalah pekerjaan (p=0,428). Faktor yang paling dominan dengan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (p=0,000, POR = 6,505). Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan kepada Puskesmas Selindung meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang IVA dengan cara memberikan promosi kesehatan melalui brosur, leaflet dan pamflet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA AKSEPTOR KB AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR BARA KABUPATEN BANGKA SELATAN Kurrohman, Taufik
JURNAL SMART ANKES Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang sangat efektif, mencakup durasi yang panjang dan bekerja hingga 10 tahun. di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bara didapatkan yang menggunakan MKJP sebanyak 50 orang (3,3%) terdiri atas: Implant 43 orang (2,8%), IUD 3 orang (0,2%), Medis Operasi Wanita (MOW) 3 orang (0,2%), Medis Operasi Pria 1 orang (0,1%) sedangkan alat kontrasepsi yang lain yaitu : kondom 6 orang (0,4%), Suntik 830 orang (54,0%), Pil 654 orang (42,3%), Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Air Bara tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan metode case control, subyek penelitian ini adalah akseptor KB aktif dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang terdiri dari 50 kasus dan 50 kontrol. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner serta wawancara langsung dengan akseptor KB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Air Bara Kabupaten Bangka Selatan tahun 2018 yaitu pengetahuan (p=0,028), sikap (p=0,015), pendapatan (p=0,005), sumber informasi (p=0,002) dan dukungan suami (p=0,036)sedangkan faktor yang dominan adalah Sumber Informasi (OR=4,030). Diharapkan kepada Puskesmas Air Bara agar meningkatkan koordinasi dengan petugas kesehatan di desa (Bidan Desa) dan meningkatkan penyuluhan, baik di lapangan maupun di Puskesmas agar akseptor kb aktif merasa lebih yakin menggunakan kontrasepsi yang mereka inginkan dan memberikan penyuluhan kepada suami ibu yang di wilayah Air Bara agar mau memberikan dukungan kepada isteri dalam memilih alat kontarsespsi jangka panjang.